Pemeran Video Syur Sesama Jenis Banjarmasin Bisa Dipidana? Tok! MK Tolak Permohonan Pemohon, Ibu Kota Provinsi Kalsel Sah di Banjarbaru 8 Merek Otomotif Bakal Tampil di GIIAS Medan 2022, Bawa Atmosfer Masa Depan Mulai Pulih dari Situasi Pandemi Covid-19, Jumlah Penumpang Pesawat Mengalami Kenaikan Tok! AKBP AB dan Aipda IR Langgar Disiplin Polri

Jubir Covid-19: Pemerintah Sudah Tes 6.500 Orang

- Apahabar.com     Minggu, 29 Maret 2020 - 20:35 WITA

Jubir Covid-19: Pemerintah Sudah Tes 6.500 Orang

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Foto-Antara/Nova Wahyudi

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah memeriksa sebanyak 6.500 orang terkait virus corona.

Hingga Minggu (29/03) jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1.285 kasus.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan pada lebih dari 6.500 orang di dalam kaitannya dengan pemeriksaan ini di mana sekarang kita pahami ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, yang disiarkan secara daring, Minggu (29/03).

Penambahan angka kasus positif tersebut, menurut Yuri masih menggambarkan bahwa di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi, dan masih ada penularan karena kontak dekat.

Oleh karena itu, Yuri meminta masyarakat untuk jaga jarak di dalam berkomunikasi sosial, baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah.

“Upayakan tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, maka jaga jarak, hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah, kemudian praktikan betul etika saat batuk dan bersin,” kata Yuri

Dia juga meminta masyarakat untuk memahami betul penularan penyakit Covid-19, yakni melalui percikan ludah atau droplet saat seseorang batuk dan bersin. Sehingga, menjaga jarak sangat disarankan, sekurangnya satu meter, sebab droplet dapat terhirup masuk ke saluran napas orang yang sehat, akibatnya akan tertular.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan, droplet dapat jatuh ke benda-benda sekitar yang sering disentuh secara bersama, dan tidak sadar disentuh orang lain juga, yang kemudian tanpa mencuci tangan menyentuh wajah. Sehingga, sangat memungkinkan terjadinya pemindahan virus menuju tubuh yang semula sehat.

“Mari sekali lagi kita lindungi yang sakit jangan didiskriminasikan,tapi lindungi dia agar bisa melakukan isolasi di lingkungannya, bukan untuk dikucilkan, tapi untuk dibantu agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

“Kemudian, untuk yang sehat juga harus dilindungi jangan sampai sakit. Ini lah kunci keberhasilan kita untuk menanggulangi penyakit ini,” tambah dia.(Ant/Rep)

Editor: Aprianoor

CATATAN REDAKSI: Artikel ini semata untuk mewaspadai penyebaran informasi yang belum tentu benar di tengah wabah Covid-19. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang mendalam soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rifai Pamone Tutup Usia, Begini Sosoknya di Mata Keluarga dan Rekan
apahabar.com

Nasional

Prancis Sebut Tak Ada Bukti Covid-19 Terkait dengan Lab Penelitian Wuhan
apahabar.com

Nasional

Bukan Dibunuh, Editor Metro TV Dipastikan Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Waspadai Penyebaran Flu Babi

Nasional

Kronologis Penangkapan Youtuber Muhammad Kece; Ditemukan Sembunyi di Sawah
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Menteri Kesehatan Inggris Isolasi Diri Sendiri
apahabar.com

Nasional

Pembebasan Ba’asyir Ditangguhkan, Apa Kata Yusril
Food Estate

Nasional

Food Estate: Kalteng Butuh Ribuan PPL, Lohing Dorong Peran Kampus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com