Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall

Jubir: Hasil Negatif Rapid Test Tidak Jamin Bebas Virus Corona

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 18:34 WIB

Jubir: Hasil Negatif Rapid Test Tidak Jamin Bebas Virus Corona

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) didampingi Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo (kanan) memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/03). Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/hp

apahabar.com, JAKARTA – Juru bicara pemerintah terkait penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, menyebutkan bahwa hasil negatif dari pemeriksaan cepat atau rafid test tidak menjamin bahwa seseorang terbebas dari virus corona baru atau Covid-19.

“Bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang sudah terinfeksi virus ini, tetapi respons serologi dan respons imunitasnya belum muncul,” katanya dalam Konferensi Pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta seperti dilansir Antara, Sabtu (21/03).

Kemungkinan tersebut, kata dia, dapat terjadi pada infeksi yang berlangsung di bawah 7 hari atau 6 hari kemudian dengan pemeriksaan yang sama.

Pemerintah berharap siapapun tetap waspada meski hasil pemeriksaannya negatif dan tidak menunjukkan gejala-gejala sakit yang mengarah pada kemungkinan terkena Covid-19.

Masyarakat diimbau untuk tetap melakukan pembatasan dengan mengatur jarak dalam konteks berkomunikasi secara sosial.

“Perlu dipahami betul bahwa hasil negatif tidak memberikan garansi bahwa tidak sedang terinfeksi Covid-19,” katanya.

Oleh karena itu, imbauan pemerintah agar masyarakat benar-benar menjaga jarak dan mengatur aktivitas di luar rumah serta menghindari kerumunan tetap menjadi solusi utama.

Sementara itu, Yurianto juga menekankan bahwa hasil pemeriksaan positif tidak selalu membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pada prinsipnya, kata dia, isolasi diri atau karantina perorangan dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari kemungkinan penyebaran Covid-19 atau penularan kepada orang lain, sementara perawatan di rumah sakit diperlukan jika ada penyakit penyerta yang membutuhkan layanan rumah sakit.

“Oleh karena itu, sekalipun hasilnya negatif, tidak boleh menganggap bahwa dirinya betul-betul sehat dan terbebas dari corona virus desease 2019. Bisa saja kalau saat ini negatif, kalau tidak hati-hati bisa saja tertular orang lain yang positif,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Syekh Ali Jaber

Nasional

Sempat Dikabarkan Kritis, Begini Kondisi Syekh Ali Jaber
apahabar.com

Nasional

Pencarian Pesawat Twin Otter DHC6 Dihentikan Karena Kabut Tebal
apahabar.com

Nasional

Terguncang Covid-19, Dokter Terkemuka di New York Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Pengawasan Akhir Tahun, Bea Cukai Gencar Menindak
apahabar.com

Nasional

Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2019 Hari Ini, Cek Segera
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantu Istri Ajudan Pribadi Presiden Soekarno
apahabar.com

Nasional

Kabar Duka, Komedian Sersan Prambors Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Jusuf Kalla Perkirakan Covid-19 di Indonesia Baru Bisa Selesai 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com