Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kadin: Pasokan Bahan Baku dari Wuhan Berpeluang Segara Pulih

- Apahabar.com Rabu, 11 Maret 2020 - 21:22 WIB

Kadin: Pasokan Bahan Baku dari Wuhan Berpeluang Segara Pulih

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Rabu (11/03). Foto-Antara/Indra Arief

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kegiatan industri di Wuhan, Provinsi Hubei, China, mulai menggeliat dan diperkirakan dapat kembali memasok bahan baku juga barang modal ke industri di Indonesia.

“Sejalan dengan meredanya Virus Corona di sana, pabrik-pabrik sudah mulai berjalan lagi. Diharapkan mata rantai barang modal segera teratasi,” kata Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/03).

Wuhan merupakan kota industri di China yang merupakan episentrum awal dari merebaknya Virus Corona jenis baru atau Covid-19. Selama dua bulan pertama tahun 2020 ketika Wuhan diisolasi, pasokan bahan baku serta kegiatan ekspor-impor antara China dan Indonesia terhambat.

Secara keseluruhan China merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Sebanyak 26 persen impor Indonesia berasal dari China dan 16 persen ekspor Indonesia juga menuju Negeri Tirai Bambu itu.

Adapun sebanyak satu persen perlambatan pertumbuhan ekonomi di China akan mengurangi 0,3 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rosan Roeslani mengakui pada awal kuartal I 2020 wabah Virus Corona di China telah membuat produsen dalam negeri kesulitan mendapatkan bahan baku produksi. Bahkan ada beberapa perusahaan yang memangkas produksinya hingga 50 persen karena kehabisan bahan baku. Misalnya, ada sebuah produsen televisi memangkas produksinya hingga 50 persen per harinya karena kekurangan bahan baku.

Rosan menyebut beberapa perusahaan hanya memiliki stok bahan baku untuk dua hingga tiga bulan ke depan. Beberapa perusahaan tersebut berasal dari sektor farmasi, elektronik, dan bahan baku tekstil.

“Para pengusaha sudah berupaya mencari alternatif impor bahan baku selain China. Namun itu tidak mudah karena mudah,” ujarnya. (Ant)

Baca Juga: Seiring Pelemahan Aset Berisiko, Rupiah Ditutup Melemah

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah Usai Adanya Korban Jiwa Akibat Virus Corona

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Peluang Impor LNG Makin Terbuka
apahabar.com

Ekbis

Di Pontianak, Hadi Mulyadi Sebut Dominasi Migas Segera Tergantikan
apahabar.com

Ekbis

Ini Sebab Nissan Tarik 150 Ribu Kendaraan di Jepang
apahabar.com

Ekbis

Resmi Dirilis, Ini Harga Oppo R17 Pro Nyaris Rp10 Juta
apahabar.com

Ekbis

Eskalasi Kasus Covid-19, Rupiah Kembali Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Penyangga IKN, Cuncung: Hipmi Bisa Majukan UMKM Tanbu
apahabar.com

Ekbis

Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing
BBM

Ekbis

BPH Migas: Target BBM Satu Harga 2020 Telah Tercapai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com