Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Kemenkes: Hingga Maret 2020, 94 Orang Meninggal Akibat DBD

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 20:44 WIB

Kemenkes: Hingga Maret 2020, 94 Orang Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi DBD. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 94 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Air pada rentang waktu Januari hingga awal Maret 2020.

“Data per hari ini tercatat 94 kematian dari total 14.716 kasus secara nasional,” kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (05/03).

Data kematian tersebut di antaranya yang berada pada zona merah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 29 orang, Jawa Barat 15 orang dan Jawa Timur 11 orang.

Kemudian pada zona kuning di antaranya tujuh kasus kematian akibat DBD di Lampung, empat di Jawa Tengah, tiga di Bengkulu dan tiga di Sulawesi Tenggara.

Kemudian masing-masing dua kasus kematian di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, masing-masing satu kasus kematian di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat.

Ia mengatakan total kasus tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2019 dimana terdapat 436 kematian akibat DBD dari keseluruhan 51.400 kasus pada rentang waktu yang sama.

Lebih lanjut dia mengatakan, sepanjang 2019 Kemenkes mencatat terdapat sebanyak 137.761 kasus DBD dengan angka kematian mencapai 917 orang.

Terkait pasien yang terjangkit demam berdarah pada 2020 menurut klasifikasi umur, terbagi atas lima klasifikasi yaitu pasien usia di bawah satu tahun sebanyak 2,13 persen, usia 1-4 tahun 9,23 persen, usia 5-14 tahun 41,72 persen, usia 15-44 tahun 37,25 persen dan pasien terjangkit di atas 44 tahun sebanyak 9,67 persen.

Sedangkan untuk kasus yang terjadi terakhir, ia mengatakan Kabupaten Sikka di NTT telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan total temuan 1.074 kasus dan 11 di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, untuk keseluruhan NTT tercatat sebanyak 1.300 kasus DBD dan 29 di antaranya meninggal dunia.(Ant)

Baca Juga: Irjen Iqbal Siap Hadir di Munas JMSI di Riau

Baca Juga: IDI: Pakai Masker Saat Sakit dan Kujungi Faskes

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tragedi Speedboat Paspampres, Menteri LHK Lepas Jenazah Stafnya
apahabar.com

Nasional

Melihat Sepak Terjang Idham Azis yang Ditunjuk Jadi Kapolri  
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
apahabar.com

Nasional

Pidato Perdana Presiden Jokowi di Sidang Umum PBB, Serukan Akses yang Setara Terhadap Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Viral!!! Ular Piton Raksasa Langka Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Kapolda Papua: 26 Kasus KKB Selama 2018
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Penimbunan Masker dan Antiseptik di Makassar

Nasional

Pertemuan Wapres–HRS Digagas, Kiai Ma’ruf Menyambut Baik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com