Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru!

Kemenkes: Kondisi 2 WNI Positif Corona Baik, tapi Tak Nyaman Karena Dikenal

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 05:45 WIB

Kemenkes: Kondisi 2 WNI Positif Corona Baik, tapi Tak Nyaman Karena Dikenal

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Yurianto (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (04/03). Foto-Antara/Prisca Triferna

apahabar.com, JAKARTA – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, mengatakan Kementerian Kesehatan terus memberikan perhatian pada kondisi psikologis dua pasien positif Covid-19 yang tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso, meski kondisi fisik mereka saat ini membaik.

“Sudah tidak panas, batuk masih kadang-kadang, pilek sudah tidak, sesak tidak. Kondisinya secara fisik baik tapi secara psikologis ini yang kita khawatirkan karena dia merasa tidak nyaman, namanya sudah dikenal di mana-mana,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Rabu.

Sebelumnya, dua orang warga Indonesia diumumkan positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang diketahui terinfeksi virus tersebut setelah kembali dari Indonesia.

Lebih lanjut, empat orang yang melakukan kontak dekat dengan kedua pasien itu kini sedang menjalani pemantauan di rumah sakit tersebut dan menunggu hasil pengujian spesimen.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah melakukan pelacakan kepada 10 orang yang pernah melakukan kontak dengan kedua orang pasien negatif.

Melalui telepon, 10 orang tersebut menyanggupi dalam beberapa hari ke depan akan datang ke RSPI Sulianti Saroso untuk diperiksa meski menurut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) itu, semuanya mengaku tidak mengeluhkan sakit apapun.

“Yang jelas mereka mengeluh kekhawatiran, ketakutan. Ini tetap kita lakukan tracking dan kemungkinan di kluster itu ada lebih dari 10 yang kita sudah lacak hari ini,” kata Yuri.

Total 446 spesimen sudah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan dengan pembagian 168 spesimen dari 48 rumah sakit dari 23 provinsi dengan 157 sudah dinyatakan negatif dan dua positif, sembilan spesimen didalami.

Selain itu terdapat juga 188 spesimen dari kapal pesiar World Dream yang semuanya dinyatakan negatif, 69 dari kapal Diamond Princess dengan 68 dinyatakan negatif dan 1 spesimen sedang didalami dan 10 orang penjemputnya di Jepang.(Ant)

Baca Juga: Pemerintah Fokus Kurangi Angka Kemiskinan Ekstrem

Baca Juga: Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Lompat dari Jalan Layang Medan Diduga Mau Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Pemprov Kaltim Klaim Warga Gunung Sekerat Inginkan Pabrik Semen

Nasional

Hashtag #Anak STM dan #MahasiswaBergerak Trending Twitter, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Sejumlah Daerah Ricuh
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa ULM Banjarmasin Gaet Best of The Best IndonesiaNEXT 2019
apahabar.com

Nasional

Sidang MK, KPU: Situng Diretas 15 Menit Pulih
Video Azan

Nasional

Penyebar Video Azan Seruan ‘Hayya Alal Jihad’ Ditangkap
apahabar.com

Nasional

KUA Menolak, Nikah Dini Masih Marak
apahabar.com

Nasional

Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com