Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Korban Arisan Online di Amuntai Terus Berdatangan, Rerata Emak-Emak

- Apahabar.com     Rabu, 4 Maret 2020 - 14:00 WITA

Korban Arisan Online di Amuntai Terus Berdatangan, Rerata Emak-Emak

Korban penipuan arisan online yang dilakukan oleh seorang perempuan di Amuntai Tengah terus berdatangan ke Mapolres Hulu Sungai Utara. Sampai hari ini, polisi mencatat ada belasan warga tertipu praktik arisan bodong itu. Foto ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, AMUNTAI – Korban penipuan arisan online terus berdatangan ke Mapolres Hulu Sungai Utara (HSU). Rata-rata mereka emak-emak.

“Masing-masing kerugian korban bervarisasi,” tutur Kapolres HSU, AKBP Pipit Subiyanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Kamaruddin, Rabu (4/3).

Dari laporan polisi, sampai hari ini jumlah korban mencapai 15 orang dengan total kerugian Rp75 juta.

Untuk diingat, penipuan ini diotaki oleh seorang perempuan muda asal Amuntai Tengah bernama Yulia Anisa (21).

Saat kasus ini terungkap, mulanya polisi hanya menerima laporan dari 4 korban dengan total kerugian Rp34 juta.

Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap sejumlah fakta baru dari mulut tersangka. Ide untuk menipu, kata Yuli kepada polisi, muncul karena pernah mengikuti arisan serupa. Dari pengalamannya itu, Yuli mencoba-coba sendiri.

“Korban rata-rata warga HSU,” ujar Kamaruddin.

Modus arisan online yang digunakan Yuli adalah mengiming-imingi nasabah dengan keuntungan berlipat.

“Sekali dapat untung selanjutnya buntung,” jelas Kamaruddin.

Uang nasabah yang diperoleh Yuli kemudian digunakan untuk membayar keuntungan masing-masing nasabah.

“Dia mengenalkan model arisan ini melalui postingan di Whatsapp, padahal arisannya gak ada atau fiktif,” jelas Kamaruddin.

Kasus ini terungkap setelah pembayaran ke nasabah mandek. Satu-persatu nasabahya mulai melapor ke polisi.

Yuli yang pernah tak memiliki catatan hitam di kepolisian ini kemudian dibekuk di kediamannya Jalan Penghulu Rasyid, Kecamatan Amuntai Tengah, Sabtu (29/2).

“Jadi dia muter uang para korban terus lama-lama dari kecil dan ke jutaan rupiah. Kemudian pusing karena tutup lubang gali lubang itu,” sambung Kamarudin.

Dari pendalaman polisi, terungkap pula dana arisan itu digunakan tersangka untuk membayarkan sejumlah utang pribadi.

Sejauh ini, polisi terus menunggu laporan dari para korban lain arisan bodong ini. Yuli sendiri diancam dengan Pasal 378 dan Pasal 372 tentang Penipuan.

Baca Juga: Gelapkan Duit Arisan, Perempuan Muda di Amuntai Dipenjarakan

Baca Juga: Residivis Pembobol ATM Lintas Provinsi Dibekuk di Makassar

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Transaksi di Pondok, Pemuda HST Kepergok Sabu di Celana
apahabar.com

Hukum

Diduga Tilap Dana Desa, Satu Kades di Barut Bakal Jadi Tersangka
apahabar.com

Hukum

Diananta, Jurnalis Kalsel yang Ditahan di Kotabaru Sudah Bisa Dijenguk
apahabar.com

Hiburan

Polisi Tangkap Drumer Band J-Rocks dan Kru Karena Kasus Ganja
Langkah Terakhir 2 Pemuda Spesial Maling Tabung Gas, Sempat Dihakimi Massa

Hukum

Langkah Terakhir 2 Pemuda Spesial Maling Tabung Gas, Sempat Dihakimi Massa  
apahabar.com

Hukum

Kematian Helda, Perempuan Muda di Pelambuan Masih Misteri
Nekat, Pemuda di Tapin Kepergok Nyabu di Kebun Karet

Hukum

Nekat, Pemuda di Tapin Kepergok Nyabu di Kebun Karet
apahabar.com

Hukum

Diamuk Massa di Sungai Andai, Maling Motor yang Viral Dijemput ke Pahandut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com