Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya Pencarian Korban Longsor di Batu Bini HSS Kembali Dilanjutkan

Kronologi Wafatnya Pasien Ulin-6 yang Merupakan ASN di Banjarmasin

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 13:58 WIB

Kronologi Wafatnya Pasien Ulin-6 yang Merupakan ASN di Banjarmasin

RSUD Ulin Banjarmasin menyiapkan ruang khusus isolasi pasien suspect corona. RSUD ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan terkait virus COVID-19 di Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Satu dari enam pasien dalam pengawasan (PDP) RSUD Ulin Banjarmasin meninggal dunia.

Pasien dengan kode Ulin-6 itu berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Banjarmasin.

Belakang diketahui, PNS tersebut berusia 58 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi membenarkan hal tersebut.

Sebelum dinyatakan meninggal, Machli menerangkan ASN tersebut pernah berangkat ke luar daerah. Tepatnya ke Jogjakarta.

Selama tiga hari, pasien Ulin-6 mempersiapkan purnatugasnya di sana. Semua ASN Pemkot Banjarmasin yang hampir pensiun memang kerap berkunjung ke Kota Gudeg itu.

Sepulangnya, pasien Ulin-6 dalam kondisi tidak sehat. Singkat cerita, ia langsung dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin. Karena sakitnya kian parah, dia kemudian dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin pada Senin 16 Maret, sekitar pukul 20.20.

“Sempat dirawat di rumah sakit Jogjakarta selama tiga hari tetapi diagnosa bukan Covid-19. Hanya diabetes saja,” ujar Machli kepada apahabar.com.

Yogyakarta, salah satu daerah yang terinfeksi corona. Karenanya, kata Machli, sepulang dari sana Ulin-6 langsung masuk dalam pengawasan jajarannya.

“Turun dari bandara langsung dirawat di Rumah Sakit karena dia pulang atas permintaan sendiri,” pungkasnya.

Namun begitu, Machli juga enggan menyimpulkan kematian pasien Ulin-6 berkelindan dengan virus menular.

Pihaknya masih menunggu hasil uji labotarium yang dilakukan pihak ahli keluar.

“Pastikan dulu diagnosanya karena ini PDP,” tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, pasien Ulin-6 diduga meninggal karena mengalami komplikasi penyakit. Pasien dengan kode Ulin-6 itu diindikasikan RSUD Ulin Banjarmasin mengidap diabetes melitus dan pneumonia.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan lainnya. Ditemukan penyakit diabetes melitus dan pneumonia. Ini dilakukan dokter RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Kepala Dinkes Kalsel, Muhammad Muslim saat jumpa pers, Rabu (18/3) pagi.

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gandeng Bid Dokkes Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin Gelar Rapid Test Personel
Tanbu

Kalsel

Perkiraan Situasi dan Kerawanan pada 2021 di Tanbu, Berikut Penjelasan Kapolres
apahabar.com

Kalsel

Muluskan Proyek Pemipaan, PDAM Intan Banjar Disuntik Modal Rp35 M
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Dapat 48 Anak di Anjir Pasar

Kalsel

VIDEO: Walhi Bantah Aksi Save Meratus Ditunggangi Kepentingan Politik
apahabar.com

Kalsel

Calon Haji Banjar Meninggal Sebelum Berangkat, Kemenag: Duit Aman
apahabar.com

Kalsel

Geger, Sesosok Mayat Mengapung di Bawah Jembatan Dewi
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Batola Kembali Meledak, 24 Pasien Positif Ditemukan pada Kluster Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com