3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Kronologi Wafatnya Pasien Ulin-6 yang Merupakan ASN di Banjarmasin

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 13:58 WIB

Kronologi Wafatnya Pasien Ulin-6 yang Merupakan ASN di Banjarmasin

RSUD Ulin Banjarmasin menyiapkan ruang khusus isolasi pasien suspect corona. RSUD ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan terkait virus COVID-19 di Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Satu dari enam pasien dalam pengawasan (PDP) RSUD Ulin Banjarmasin meninggal dunia.

Pasien dengan kode Ulin-6 itu berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Banjarmasin.

Belakang diketahui, PNS tersebut berusia 58 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi membenarkan hal tersebut.

Sebelum dinyatakan meninggal, Machli menerangkan ASN tersebut pernah berangkat ke luar daerah. Tepatnya ke Jogjakarta.

Selama tiga hari, pasien Ulin-6 mempersiapkan purnatugasnya di sana. Semua ASN Pemkot Banjarmasin yang hampir pensiun memang kerap berkunjung ke Kota Gudeg itu.

Sepulangnya, pasien Ulin-6 dalam kondisi tidak sehat. Singkat cerita, ia langsung dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin. Karena sakitnya kian parah, dia kemudian dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin pada Senin 16 Maret, sekitar pukul 20.20.

“Sempat dirawat di rumah sakit Jogjakarta selama tiga hari tetapi diagnosa bukan Covid-19. Hanya diabetes saja,” ujar Machli kepada apahabar.com.

Yogyakarta, salah satu daerah yang terinfeksi corona. Karenanya, kata Machli, sepulang dari sana Ulin-6 langsung masuk dalam pengawasan jajarannya.

“Turun dari bandara langsung dirawat di Rumah Sakit karena dia pulang atas permintaan sendiri,” pungkasnya.

Namun begitu, Machli juga enggan menyimpulkan kematian pasien Ulin-6 berkelindan dengan virus menular.

Pihaknya masih menunggu hasil uji labotarium yang dilakukan pihak ahli keluar.

“Pastikan dulu diagnosanya karena ini PDP,” tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, pasien Ulin-6 diduga meninggal karena mengalami komplikasi penyakit. Pasien dengan kode Ulin-6 itu diindikasikan RSUD Ulin Banjarmasin mengidap diabetes melitus dan pneumonia.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan lainnya. Ditemukan penyakit diabetes melitus dan pneumonia. Ini dilakukan dokter RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Kepala Dinkes Kalsel, Muhammad Muslim saat jumpa pers, Rabu (18/3) pagi.

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Salat Hajat Hari Jadi ke-494 Banjarmasin, Wakil Rakyat Doakan Kota Seribu Sungai Makin Maju
Laporan Orang Tenggelam, Relawan dan Aparat Terjun ke Irigasi Sungai Sipai

Kalsel

Laporan Orang Tenggelam, Relawan dan Aparat Terjun ke Irigasi Sungai Sipai
apahabar.com

Kalsel

Alimansyah Rasakan Manfaat JKN-KIS di Usia Senja
Demi Cegah Covid-19, Masa Berlaku SIM Diperpanjang

Kalsel

Demi Cegah Covid-19, Masa Berlaku SIM Diperpanjang
apahabar.com

Kalsel

Kunker ke Luar Negeri DPRD Kalsel Bikin Beringin ‘Galau’
apahabar.com

Kalsel

Satu Bulan Sepi Job, Bang Joe Gagas Ngamen Online via Facebook
apahabar.com

Kalsel

Mulai Rekapitulasi Perhitungan Hasil Suara Tingkat Kecamatan
apahabar.com

Kalsel

Buaya Liar Kerap Sasar Warga Kotabaru, BKSDA Beber Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com