Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Banjarmasin Tunggu Salinan Putusan

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 13:36 WIB

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Banjarmasin Tunggu Salinan Putusan

Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Foto- CNBC Indonesia

apahabar.com, BANJARMASIN – Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Keputusan tersebut karena MA mengabulkan judicial review terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Meski begitu, BPJS Kesehatan sampai saat ini belum menerima salinan keputusan MA terkait kebijakan itu, termasuk di Banjarmasin.

“Sampai saat ini belum menerima salinan keputusan MA, sehingga belum dapat memberikan komentar lebih lanjut,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin, Tutus Novita Dewi dihubungi apahabar.com, Selasa (10/3).

Sekarang, kata dia, BPJS belum bisa mengonfirmasi kebenaran salinan keputusan MA. Jika sudah diberikan pun, BPJS bakal memelajari dulu putusan tersebut.

Apabila hasil konfirmasi sudah didapatkan dan teruji kelayakannya, BPJS sebut dia akan melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya BPJS akan mengikuti setiap kebijakan resmi dari pemerintah,” tegasnya.

Berdasar data, kenaikan tarif iuran untuk kelas satu dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu. Kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu. Kemudian kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu.

Lantaran batal dinaikkan, maka iuran BPJS akan tetap seperti semula.

MA mengabulkan peninjauan kembali terkait Perpes 75/2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Dengan terbitnya putusan itu maka iuran BPJS batal naik, dan akan kembali sama seperti sebelum Perpres itu diterbitkan.

Sebelumnya Komunitas Pasien Cuci Pasien Cuci Darah Indonesia mengajukan keberatan dengan kenaikan iuran BPJS itu.

Kenaikan sebesar 100 persen itu dinilai tanpa ada alasan logis dan sangat tidak manusiawi.

Baca Juga: Iuran BPJS Batal Naik, Pangeran Khairul Saleh: Pelayanan Jangan Sampai Turun

Baca Juga: Soal Iuran BPJS, Pemerintah Diminta Segera Tindaklajuti Putusan MA

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kapolresta

Kalsel

Pastikan Keamanan, Dandim dan Kapolres Tanbu Pantau Pelaksanaan Misa Natal
apahabar.com

Kalsel

Indeks IKLH Meningkat, Kalsel Jadi Pilot Project Pelestarian lingkungan
apahabar.com

Kalsel

Operasi Lilin Intan, Polres Balangan Periksa Urine Supir
apahabar.com

Kalsel

Covid-19, Warga Batulicin Diingatkan Jangan Latah di Medsos
apahabar.com

Kalsel

Stok Hewan Kurban Masih Kurang
apahabar.com

Kalsel

Patuhi SKB Menteri, Sekolah Tatap Muka di Batola Dimulai Januari 2021
apahabar.com

Kalsel

Takut Sial, Pedagang Lakukan Siraman Air Kembang di Lokasi Temuan Mayat
Banjir

Kalsel

Puskop Babinkum dan Oditurat Militer Banjarmasin Bagikan Bantuan Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com