Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Mari Mengenal Ciri Awal Anak Autis, Begini Cara Meredamnya

- Apahabar.com     Selasa, 10 Maret 2020 - 06:45 WITA

Mari Mengenal Ciri Awal Anak Autis, Begini Cara Meredamnya

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Berbeda dengan anak down syndrome, anak autis cenderung tidak bisa didiagnosis sejak lahir. Sebab anak autis memiliki fisik dan wajah normal.

Hal ini diungkap Naomi Novita, seorang terapis anak down syndrome dan autis. Menurutnya, penanganan sejak dini perlu dilakukan guna meredam dampak autis yang bisa terbawa hingga dewasa dan kelah malah tak terkendali.

Baca Juga: Keputusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Dinilai Tepat

“Penanganan sangat baik dilakukan sejak usia satu tahun. Jika sudah di atas sembilan atau 10 tahun akan sulit,” kata Naomi.

Ada beberapa gejala yang menandakan bahwa anak berpotensi menyandang autis. Di usia satu tahun, perilaku anak mulai bisa terlihat.

Anak autis cenderung menyukai warna-warna terang, kata Naomi. Mereka juga biasanya menyukai benda berputar. “Kalau diberi gadget mereka akan fokus pada gadget tersebut. Biasanya hanya pada satu tayangan atau karakter tertentu.”

Biasanya anak dengan autis hanya melihat tayangan tersebut tanpa berbicara sedikit pun. Mereka juga cenderung tidak memperhatikan orang lain dan sibuk dengan dunianya sendiri.

Ciri Lain

Ciri lainnya, ketika dipanggil anak autis tidak akan menengok ke sumber suara dan tidak akan menjawab.

“Sebaiknya, ketika anak autis diberikan gadget dan menonton sesuatu, mereka tetap harus diajak bicara agar merangsang kemampuan bicaranya,” ujarnya.

Orangtua juga bisa melihat ciri-ciri awal dari anak yang menyandang autis dengan melihat ketakutan yang tidak biasa. Mereka acap kali takut pada berbagai hal umum.

Misal, benda bergerak seperti robot-robotan, sikat, keset, dan benda sederhana lainnya. Ketakutan dapat dicap sebagai hal yang tidak biasa ketika mereka merasa takut secara terus-menerus.

“Kalau anak biasa takut sama mainan baru biasanya di kali kedua atau ketiga mereka menjadi terbiasa dan rasa takutnya hilang. Kalau anak autis rasa takutnya terus-menerus dan dapat berakhir dengan traum,” jelasnya.

Saat beranjak ke usia 2 sampai 3 tahun, ciri lain yang dapat terjadi adalah cara berjalan jinjit. Pandangan mata cenderung tidak fokus dan tidak bisa diajak bicara. (Lip6)

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 19 Orang

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

193 Siswa Positif Saat PTM Disorot WHO
apahabar.com

Nasional

Ditutup karena Corona, Betlehem Bagaikan Kota Hantu

Nasional

Jokowi Tinjau Pascabanjir, Pemkab HST Siap-Siap
Puan Maharani

Nasional

Puan Maharani Bicara Pilpres: Saya Tak Pernah Bisiki Bu Mega
apahabar.com

Nasional

Lindungi Sektor Pariwisata, Pemerintah Kaji Stimulus Tambahan
apahabar.com

Nasional

Tata Lingkungan, Siapkan Penambahan Armada Pengangkut Sampah
Ilustrasi - Gempa bumi 7,5 magnitudo mengguncang Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menimbulkan tsunami, Selasa (14/12). Foto-Istimewa via INews.id

Nasional

Gempa 7,5 Magnitudo Larantuka NTT, Warga Sumbawa Barat Panik Berhamburan

Nasional

Gempa Bumi M 6 Guncang Wilayah Keerom Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com