Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina

Masker Langka di Banjarmasin, Dinkes: Orang Sehat Jangan Pakai!

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 13:25 WIB

Masker Langka di Banjarmasin, Dinkes: Orang Sehat Jangan Pakai!

Ilustrasi warga menggunakan masker. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua warga Depok positif virus Corona (Covid-19).

Kabar ini berdampak hingga ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Stok atau ketersediaan masker terus menipis.

Baca Juga: Siaga Corona, Polisi Kotabaru Sidak Penjual Masker, Intip Hasilnya

Lazim dijumpai apotek atau minimarket memampangkan tulisan ‘Masker Kosong’.

Sejak tiga hari belakangan, warga berbondong-bondong. Membeli alat penutup ini sebagai imbas kepanikan.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka adalah orang yang sehat. Karenanya, harga sekotak masker kini melambung naik dari harga biasa.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Machli Riyadi mengingatkan masyarakat jangan bersikap berlebihan.

Terlebih, terkait waktu penggunaan masker. Sebab masker wajib digunakan bagi mereka yang tidak sehat alias sakit.

“Orang yang terinfeksi penyakit menular itu harus pakai masker. Tapi kalau kita berada dalam lingkungan sehat tidak perlu menggunakan masker,” ujar Machli.

Untuk melejitnya harga masker, Machli menerangkan kondisi tersebut sudah sesuai hukum pasar.

Permintaan jumlah masker yang besar tidak sebanding dengan ketersediaan yang sedikit.

Alhasil masker mengalami kelangkaan sehingga harga jual di apotek mendongkrak tajam dari biasa.

“Tugas kita (Dinkes) mengedukasi masyarakat untuk sikap sewajarnya dalam menanggapi virus Corona,” pungkasnya.

Dinkes, lanjut Machli tidak mengalami kelangkaan masker. Salah satu SKPD Pemkot Banjarmasin ini memiliki ketersediaan masker yang melimpah. Namun tidak bisa dibagikan secara luas kepada masyarakat.

“Kita melihat kapan masker itu dibagi dan dipakai. Tidak sekarang,” tegasnya.

Ia mengatakan masyarakat jangan panik untuk mewaspadai virus Corona. Mereka hanya bersifat seperti biasa dengan berperilaku hidup bersih.

“Hal yang paling penting adalah jika ada gejalah virus Corona langkah pertama lakukan pemeriksaan diri pelayanan yang terdekat seperti puskesmas, dan budiyakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan agar menjaga kesehatan,” katanya.

Machli meyakini bahwa peningkatan kewaspadaan yang selama ini dilakukan untuk menangkal masuknya virus Corona ke Banjarmasin sudah cukup baik.

“Dinkes Banjarmasin juga membuat imbauan kepada seluruh puskesmas yang di wilayah kerjanya orang pulang dari luar negara yang terinfeksi untuk selalu dipantau juga sudah kami lakukan,” tandanya.

Baca Juga: Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kebakaran di Trisakti Diselidiki, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
apahabar.com

Kalsel

Camat Martapura Kota Anto Setyawan Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Warung, Polsek Banjarbaru Timur Edukasi Warga Patuhi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Sambut Ramadan, Intip Persiapan Hj Rukayah Bikin Kue Khas Banjar ala Kurnia Rasa
apahabar.com

Kalsel

PMI Kalsel Siap Pasok Logistik Korban Longsor Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Aksi Heroik 9 November 1945 (3), Detik-detik Meledaknya Peperangan di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sadar Tugas BPK Penuh Resiko, Dewan Kota Perjuangkan Asuransi
apahabar.com

Kalsel

Melihat Potensi Ekonomi, KEIN Kunjungi Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com