Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Masker Langka di Banjarmasin, Dinkes: Orang Sehat Jangan Pakai!

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 13:25 WIB

Masker Langka di Banjarmasin, Dinkes: Orang Sehat Jangan Pakai!

Ilustrasi warga menggunakan masker. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua warga Depok positif virus Corona (Covid-19).

Kabar ini berdampak hingga ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Stok atau ketersediaan masker terus menipis.

Baca Juga: Siaga Corona, Polisi Kotabaru Sidak Penjual Masker, Intip Hasilnya

Lazim dijumpai apotek atau minimarket memampangkan tulisan ‘Masker Kosong’.

Sejak tiga hari belakangan, warga berbondong-bondong. Membeli alat penutup ini sebagai imbas kepanikan.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka adalah orang yang sehat. Karenanya, harga sekotak masker kini melambung naik dari harga biasa.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Machli Riyadi mengingatkan masyarakat jangan bersikap berlebihan.

Terlebih, terkait waktu penggunaan masker. Sebab masker wajib digunakan bagi mereka yang tidak sehat alias sakit.

“Orang yang terinfeksi penyakit menular itu harus pakai masker. Tapi kalau kita berada dalam lingkungan sehat tidak perlu menggunakan masker,” ujar Machli.

Untuk melejitnya harga masker, Machli menerangkan kondisi tersebut sudah sesuai hukum pasar.

Permintaan jumlah masker yang besar tidak sebanding dengan ketersediaan yang sedikit.

Alhasil masker mengalami kelangkaan sehingga harga jual di apotek mendongkrak tajam dari biasa.

“Tugas kita (Dinkes) mengedukasi masyarakat untuk sikap sewajarnya dalam menanggapi virus Corona,” pungkasnya.

Dinkes, lanjut Machli tidak mengalami kelangkaan masker. Salah satu SKPD Pemkot Banjarmasin ini memiliki ketersediaan masker yang melimpah. Namun tidak bisa dibagikan secara luas kepada masyarakat.

“Kita melihat kapan masker itu dibagi dan dipakai. Tidak sekarang,” tegasnya.

Ia mengatakan masyarakat jangan panik untuk mewaspadai virus Corona. Mereka hanya bersifat seperti biasa dengan berperilaku hidup bersih.

“Hal yang paling penting adalah jika ada gejalah virus Corona langkah pertama lakukan pemeriksaan diri pelayanan yang terdekat seperti puskesmas, dan budiyakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan agar menjaga kesehatan,” katanya.

Machli meyakini bahwa peningkatan kewaspadaan yang selama ini dilakukan untuk menangkal masuknya virus Corona ke Banjarmasin sudah cukup baik.

“Dinkes Banjarmasin juga membuat imbauan kepada seluruh puskesmas yang di wilayah kerjanya orang pulang dari luar negara yang terinfeksi untuk selalu dipantau juga sudah kami lakukan,” tandanya.

Baca Juga: Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Menghidupkan Pulau Bakut, BKSDA Ajak Generasi Milenial
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Pilkada Serentak 2020, Kapolda Kalsel Bersama KPU dan Bawaslu Kalsel Ikuti Vicon Kesiapan Penyelenggaraan
apahabar.com

Kalsel

Gabungan Dua Polsek, Sunatan Masal Polres Batola Penuh
apahabar.com

Kalsel

Ngeri, Truk BBM Terjun ke Sungai di Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Fasilitas Keagamaan, Satgas TMMD Kodim 1022/Tanah Bumbu Rehab Musala Al Hidayah
apahabar.com

Kalsel

Sepeda Motor Dominasi Arus Mudik
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Peringatan Isra Miraj, Kapolres Banjarbaru Pesan Agar Pemilu Damai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com