Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, 2 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan Happy Wedding! Plt Gubernur Kalsel Resmi Nikahi Pramugari

Melancong ke Thailand, Warga Tapin OPD Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 21:53 WIB

Melancong ke Thailand, Warga Tapin OPD Covid-19

Dua warga Tapin, Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai OPD setelah bepergian ke luar daerah. Foto ilustrasi-RMOL

apahabar.com, RANTAU – Dua warga Tapin diawasi Gugus Tugas Covid-19 usai melancong ke Thailand, dan Jakarta.

“Satu datang berkunjung dari Thailand dan 1 orang pekerja perusahaan sawit datang dari Jakarta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Alfian Yusuf kepada apahabar.com, Sabtu (21/3).

Tiba di Kalsel, kata Alfian, keduanya diinkubasi selama 14 hari. Jika aman selama dua pekan itu status keduanya bakal dikembalikan seperti semula.

“Hari ini sudah hari kesembilan,” jelas dia.

Tiap hari petugas Dinkes Tapin melakukan kunjungan ke kediaman kedua OPD itu.

“Sampai saat ini keduanya sehat wal afiat,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Percepatan Penanganan Covid-19 di Tapin ini.

Lantas bagaimana jika ada gejala Coronavirus setelah masa inkubasi berakhir?

Alfian memastikan keduanya akan langsung dirujuk ke rumah sakit. RSUD Ulin Banjarmasin, dan RS Boejasin Pelaihari jadi RS rujukan Covid-19.

“Dalam waktu 2 atau 3 hari ini kami akan buka call center pemantau,” ujar Alfian seraya mengimbau masyarakat untuk mematuhi prosedur yang banyak dianjurkan di media massa terkait pencegahan Covid-19 dan terpenting untuk tidak panik.

Panjang lebar dijelaskan Alfian terkait tingkatan penetapan status seseorang terkait Covid-19.

ODP adalah istilah yang merujuk ke seseorang yang memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Selain ODP ada istilah pasien dalam pengawasan dan suspect Corona.

“Istilah-istilah itu tidak sama artinya masyarakat perlu tahu,” ujarnya.

Tidak semua orang dengan kategori ODP itu sakit. Apabila sakit Gugus Tugas akan melakukan pelacakan kontak ke yang bersangkutan.

Sedangkan untuk PDP adalah orang yang menunjukkan gejala batuk demam, pilek dan gangguan pernapasan semisal sesak napas.

“PDP itu tadinya adalah orang yang berstatus ODP,” jelas Alfian.

Sementara untuk suspect adalah diduga kuat terjangkit infeksi Covid-19. Menunjukan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif virus asal Wuhan itu.

Orang yang masuk dalam categori ini akan diperiksa sesuai standar operasional medis Gugus Tugas Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tangani Covid-19, Sinarmas Group Salurkan Obat Herbal Cina ke Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Pagi-Pagi, Korporasi Raksasa Penambang Pulau Laut Sumbang Ratusan Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Polres Tapin Sebar Petugas pada 580 TPS
apahabar.com

Kalsel

Melihat Masjid dengan Gedung Induk Terbesar di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Siap Pasok Sampah 10 Ton per Hari ke TPA Regional, Asalkan…
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama PSBB, Golkar Kalsel Berbagi Sembako
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Darurat Karhutla, Sanksi Lebih Berat Menanti Pembuka Lahan Komersil
apahabar.com

Kalsel

Dua Bulan, Lima Kasus Orang Tenggelam Terjadi di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com