Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng




Home Sport

Selasa, 24 Maret 2020 - 21:03 WIB

Mengenang Budhi Surya, Salah Satu Bapak Olahraga Banua

Aam - Apahabar.com

Salah satu bapak olahraga Banua, Budhi Surya yang wafat diusia 82 tahun, Senin (23/3). Foto-Istimewa.

Salah satu bapak olahraga Banua, Budhi Surya yang wafat diusia 82 tahun, Senin (23/3). Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Dunia olahraga Kalsel baru saja kehilangan sosok paling berjasa, Budhi Surya. Pengusaha sekaligus tokoh olahraga Banua ini wafat pada usia 82 tahun di Jakarta, Senin (23/3) sore.

“Ayah saya meninggal kemarin (Senin) sore jam 16.00. Rencananya besok (Rabu) siang di kremasi di rumah duka Grand Heaven (Jakarta),” kata Tien Surya, salah satu putri Budhi Surya kepada apahabar.com via WhatsApp, Selasa (25/3).

Tien, menambahkan di usia ayahnya itu, memang sering rutin berobat. “Ya namanya umur, ada aja gangguan kesehatan. Terakhi ini masalah jantung,” terangnya.

Budhi Surya meninggalkan 6 anak 10 cucu. Di mata Tien, ayahnya itu sosok keras dalam mengajarkan kedispilanan.

Disamping itu lanjut Tien, ayahnya selalu berharap anaknya mandiri dan bisa mengambil keputusan yang benar dalam situasi apa pun.

“Sosok yang strict terhadap anak. Selalu menuntut anaknya berprestasi lebih dan yakin sama kemampuan anak-anaknya. Meskipun kadang anak sendiri yang gak pede,” ungkap Tien.

Kendati terkenal keras, namun kata Tien, ayahnya tidak pernah bertindak kasar. “Tapi beliau tidak pernah mukul. Karena wibawa beliau, begitu beliau marah aja kita sudah takut,” tandas Tien sambil tersenyum.

Wafatnya Budhi Surya tentu saja menimbulkan kesan duka bagi pengurus dan atlet. Terutama cabang olahraga basket serta angkat besi dan angkat berat, binaraga Banua.

Mengingat sosoknya sangat berjasa dalam memajukan kedua cabang olahraga itu.

Pria keturuan Tionghoa lahir 29 Desember 1938 ini dikenal sebagai bapak atlet.

Ia merupakan pemilik Daya Sakti Timber
Group, perusahaan kayu terbesar di Kalselteng yang berkantor di Banjarmasin.

Pertama kali keterlibatannya di dunia olahraga Kalsel, saat digaet mantan Wabup Kalsel Sunarso.

Namun, jauh sebelumnya Budhi juga sudah dikenal gila olahraga. Dibuktikan dengan kepemilikan klub basket Banjar Utama dan Antasari Utama. Dua klub tersebut sudah mengharumkan olahraga Banua di era 1980.

Baca juga :  Kisah Kesetiaan Suporter, Terbang dari Laos Demi Dukung Timnas Indonesia

Sunarso menaruh harapan Budhi tak hanya mendanai basket, juga angkat berat, angkat besi dan binaraga.

Gayung pun bersambut, karena Budhi tidak banyak pertimbangan guna memenuhi keinginan Sunarso.

Namun sebelum organisasi dibentuk, Budhi
memastikan Dharma Surya sang adik ditempatkan sebagai ketua Pengurus Angkat Berat, Besi dan Binaraga (PABBSI) Kalsel.

Mulai 1991 PABBSI dibentuk dengan biaya
hampir kesemuanya berasal dari Daya Sakti Timber Group, disamping bantuan Pemprov dan KONI Kalsel.

Termasuk tempat berlatih atlet di Sasana Bina Krida, yang kini disulap jadi Suria Arena Futsal, Jalan Piere Tendean, Banjarmasin.

Lewat PABBSI, tak hanya menjadi ujung tombak Kalsel berjaya, tapi juga Indonesia di multievent internasional.

Salah satu nama yang fenomenal adalah Raema Lisa Rumbewas, penyumbang perak untuk Indonesia di Olimpiade 2000 Syndey.

Kalsel juga pernah mendidik Triatno yang terakhir mempersembahkan emas SEA Games Jakarta-Palembang 2011 dan perak Olimpiade London 2012.

Budhi sebelumnya sudah mendirikan Dasatim yangsudah wara-wiri di dunia basket Kalsel di era 1970, disusul kemudian Banjar Utama dan Antasari Utama.

Tidak hanya animo, Budhi adalah mantan center andalan Mahameru Surabaya di era 1960. Sempat diminati klub dari Liga Cina, ia justru batal go internasional akibat tidak mendapat restu orangtua.

Kegagalan menapaki karir sebagai pebasket itu, kemudian dilampiaskan dengan mendirikan Sasana Bina Krida, termasuk banyak klub ternama di Banjarmasin.

“Kalau sepakbola mengenal sosok loyalis semacam HA Sulaiman HB, maka tokoh serupa dari bola basket adalah Budhi Surya. Semenjak dulu hingga sekarang, sulit mencari sosok seperti beliau,” sebut pengurus olahraga Kalsel, Karlie Hanafi Kalianda kini anggota DPRD Kalsel, dalam buku biografinya.

Peran mendiang Budhi Surya begitu kental terasa di olahraga basket. Sejumlah klub lahir lewat jasanya.

Baca juga :  Malaysia vs Indonesia 2-0, Diwarnai Insiden Saling Lempar Antar Pendukung

Ada Dasatim dan Banjar Utama. Berbeda dengan Dasatim yang lebih banyak berkompetisi di level lokal, Banjar Utama memang sengaja diciptakan pada 1989 untuk mengikuti Kompetisi Basket Utama (Kobatama) yang digelar semenjak 1982.

Sejumlah pemain berkualitas pun berhasil didatangkan. Salah satunya adalah Bambang Bendatu.

Prestasi pun lahir. Hingga mampu mengharumkan nama Kalsel di pentas nasional.

Tak sedikit pemuda di Kalsel lahir jadi atlet berbakat. Banyak pula yang mendapat hadiah berharga dari alm Budhi Surya.

Wajar jika kemudian, mantan atlet basket Banua merasa kehilangan sosok bapaknya. Ungkapan duka pun berseliwiran di akun media sosial mereka.

Dalam akun pribadinya Fauzi Akhmad, mengucapkan bela sungkawa mendalam.

“RIP pa Budhi Surya (owner Daya Sakti Group), terima kasih atas dedikasinya selama ini, terhadap perkembangan olahraga basket di Kalsel,” tulis Fauzi, Minggu (23/3).

“Berkat Bapak, saya pada akhirnya mencintai olahraga basket. Dedikasi Bapak tanpa pamrih terhadap dunia basket, menjadi teladan bagi saya untuk berkiprah di dunia basket sesuai dengan kemampuan saya,” lanjut Pimpinan Bank Kalsel cabang Marabahan ini.

“Dan tentunya tidak bisa dibandingkan dengan sumbangsih yang telah Bapak berikan.
Terima kasih, berkat omelan Bapak tentang fundamental basket. Saya menjadi pemain basket yang disiplin, dan percaya bahwa pemain hebat itu tercipta berkat fundamental basket yang baik,” terang Fauzi.

“Terima kasih juga, setelah di omeli Bapak. Saya dibelikan sepatu basket merk ternama. Itu adalah sepatu basket pertama saya ber merk Nike. Merk sepatu yang pada waktu itu, hanya ada dalam mimpi saya. Sekali lagi, terima kasih legend,” tulis Fauzi mengakhiri.

Selamat jalan Budhi Surya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Marinus Berpeluang Raih Sepatu Emas
apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Persija vs Barito, Menanti Hasil Kelas Psikologi
apahabar.com

Sport

Persib Pilih Radovic, Umuh: Luis Milla Belum Siap
apahabar.com

Sport

Hadirnya Evan Dimas Picu Gairah Samsul dan Yakob
apahabar.com

Sport

Gantung Sepatu, Pesepakbola Muda Spanyol ini Jadi Perawat Perangi Covid-19
apahabar.com

Sport

Sudah Komplit, Jacksen F Tiago Tempa Persipura di Batu!
apahabar.com

Sport

Launching Pemain Barito Putera, Guru Zuhdi Warisi Nomor Rafael Silva
apahabar.com

Sport

Tunggangan Baru, Begini Rasanya Kata Lorenzo