Nekat, Preman di Pekapuran Todongkan Pisau ke Polisi Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19




Home Tak Berkategori

Minggu, 29 Maret 2020 - 11:05 WIB

Misteri Penderita Corona Pertama; Pencarian Mulai Menemukan Titik Terang

Redaksi - Apahabar.com

ilustrasi
Foto- Net

ilustrasi Foto- Net

apahabar.com, Wuhan – Investigasi mencari penderita pertama yang teridap corona (Covid-19) di China membuahkan hasil. Meski masih berupa dugaan, orang itu diketahui bekerja sebagai pedagang Seafood di Wuhan.

Dikutip dari Fox News, Minggu (29/3/2020) manusia pertama yang didiagnosa positif COVID-19 diduga adalah seorang pedagang seafood di Wuhan. Menurut media setempat, namanya adalah Wei Guxian yang berusia 57 tahun.

Wei mengaku mulai sakit pada 10 Desember. Ia awalnya merasa cuma menderita flu kemudian berobat ke klinik terdekat. Wei diberi obat kemudian kembali menjual udang di pasar Wuhan.

Seminggu berlalu, keadaan Wei rupanya makin parah dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Dua bulan setelah itu, virus corona merajalela tidak hanya di China melainkan juga di banyak negara.

Baca juga :  Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising

Pada awalnya, dokter kesulitan untuk menghubungkan Wei dan kasus awal virus corona, lantaran waktu itu penyakit ini belum terdeteksi. Ketika mereka berhasil menghubungkan penyakit Wei dengan kasus yang sama di pasien-pasien pertama, barulah Wei dikarantina.

Tapi semuanya sudah terlambat, virus corona telah menyebar. Kabarnya pada masa awal itu, otoritas melarang para penderita pertama corona mengungkapnya karena mungkin masih yakin bisa diatasi.

Wei mengisahkan ia mulanya mengira hanya menderita flu yang sering melanda tubuhnya. “Saya merasa sedikit lelah. Setiap musim dingin, saya selalu menderita flu. Jadi saya pikir cuma kena flu,”kisahnya.

Tapi keadaannya kemudian jauh memburuk. “Dokter di rumah sakit tidak bisa menentukan apa yang salah dengan saya dan memberi pil. Tapi kemudian saya merasa jauh lebih buruk dan sangat tidak nyaman. Saya tak punya kekuatan atau energi,” begitu ceritanya.

Baca juga :  Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising

Pada 16 Desember, ia berobat ke rumah sakit terbesar di Wuhan, yaitu Wuhan Union Hospital. Barulah di sana dokter memberitahu bahwa dia dan beberapa orang lain mengalami penyakit yang buruk.

Beruntung, Wei berhasil sembuh. Meskipun dia adalah orang pertama yang didiagnosa COVID-19, peneliti meyakini Wei bukanlah penderita pertama atau patient zero corona.

Pasien pertama kabarnya adalah seorang pria berumur 70 tahun yang tidak pernah berhubungan atau menyambangi pasar di Wuhan itu. Kasusnya muncul pada 17 November.
Ini pun peneliti masih belum yakin, bisa jadi sudah ada kasus beberapa minggu sebelumnya. Jadi untuk saat ini, patient zero masih misterius.

Sumber: detikINET
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

MUI Banjar Imbau Masjid Tiadakan Salat Jumat Besok
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Lagi Galau, Pemuda HST ini Terdaftar Sebagai PPU Program JKN KIS
apahabar.com

Tak Berkategori

Kereta Api Banjarmasin-Tabalong: Paman Birin Komunikasi dengan Investor Jepang
apahabar.com

Tak Berkategori

Polri: Lokasi Penembakan Termasuk Wilayah Aman

Tak Berkategori

Kelola Objek Wisata, Pemuda Mantewe Sudah Bisa Bangun Cafe

Tak Berkategori

Simak Tata Cara Pencoblosan Pemilu 2019
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Haul Syarifah Badrun Dibanjiri Jamaah

Ekbis

Kades Kesulitan Bikin Perencanaan Dana Desa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com