Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Ibadah Ramadan Terkait Corona

- Apahabar.com Sabtu, 28 Maret 2020 - 05:15 WIB

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Ibadah Ramadan Terkait Corona

Bendera Muhammadiyah Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Kurang lebih 28 hari lagi Ramadan tiba, sementara penyebaran virus Corona (Covid-19) belum terlihat ada penurunan. Melihat kondisi itu, Muhammadiyah pun mengeluarkan surat edaran terkait peribadatan di bulan suci tersebut.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran tentang tuntunan tentang ibadah salat tarawih dan Idul Fitri jika virus Corona tak reda sampai bulan Puasa nanti.

Surat edaran yang dikeluarkan pada 29 Rajab 1441 H atau 24 Maret 2020 itu ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.

Edaran dikeluarkan dengan mempertimbangkan dalil-dalil dari Alqur’an dan Sunnah, dan berpedoman kepada nilai-nilai dasar ajaran Islam dan prinsip-prinsip yang diturunkan. Selain itu dari data-data ilmiah dari para ahli yang menunjukkan bahwa kondisi saat ini telah sampai pada status darurat.

Apabila kondisi mewabahnya Covid-19 hingga bulan Ramadan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka:
a. Salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya).
b. Puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik, dan wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.
c. Untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.
d. Salat Idul fitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya virus corona belum mereda, Salat

Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan.

Tetapi apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, maka dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.

Adapun kumandang takbir Idul Fitri dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19.

Selain itu, Muhammadiyah mengajak memperbanyak zakat, infak dan sedekah serta memaksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona.

Sumber: detik.com
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Agar Tak Mimpi Buruk, Ini Doa Sebelum Tidur
apahabar.com

Religi

Said Agil Munawar Ceritakan Betapa Mudahnya Syekh Yasin Bertemu Rasulullah
apahabar.com

Habar

Gerakan Muda Aswaja Kabupaten Banjar Deklarasikan Dukungan pada Jokowi dan KH Maruf Amin
apahabar.com

Habar

Ketua PBNU Ungkap Arah Toleransi Ala Gus Dur
apahabar.com

Habar

Buka Umrah dalam Waktu Dekat, Saudi Minta Sejumlah Syarat
apahabar.com

Habar

Digadang-gadang Gantikan Almarhum Guru Zuhdi, Guru As’ad Buka Suara
apahabar.com

Habar

Peringatan Maulid Nabi di Balangan; Habib Syakir Al Baar Tekankan Pentingnya Persatuan Umat
apahabar.com

Habar

Qari Sekumpul Bermimpi Dijemput Abah Guru, Ini Penjelasan Keluarga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com