ga('send', 'pageview');
Karang Payau Kotabaru Geger, Ketua RT Hilang Diduga Dimangsa Buaya! Perampokan Brutal di Kotabaru, Korban Ditusuk dan Dilempar ke Sungai Kesan Mendalam Warga Pulau Burung ke Cuncung H Maming: Relakan Gaji untuk Membuka Isolasi Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus Penabrak Lari yang Ngaku Polisi di Banjarmasin Ternyata Sudah Diamankan

MUI Banjarmasin Punya Kebijakan Sendiri Terkait Salat di Masjid

- Apahabar.com Kamis, 26 Maret 2020 - 13:08 WIB

MUI Banjarmasin Punya Kebijakan Sendiri Terkait Salat di Masjid

Suasana salat berjemaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Foto-rri

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin telah menetapkan status tanggap darurat wabah virus Corona atau COVID-19. Meski demikian, MUI kota ini tidak melarang menggunakan masjid untuk salat berjemaah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarmasin mengeluarkan surat edaran agar meminta kepada umat islam tetap menggunakan masjid sebagai tempat salat berjemaah.

“Dengan catatan takmir dan jamaah agar meningkatkan kebersihan, menyediakan hand sanitizer, mengadakan penyemprotan disinfektan,” ujar Wakil Ketua MUI Banjarmasin, Muhammad Natsir.

Ketika melangsungkan salat berjemaah, ia mengimbau supaya jemaah membawa sajadah sendiri. Bahkan mereka juga tidak perlu berjabat tangan sebelum atau sesudah salat berjemaah.

“Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan penguatan aqidah, ibadah, ikhtiar, ilmu, sikap, dan prioritas, disertai doa kepada Allah SWT, mudah-mudahan kita terhindar dari segala bala dan bencana,” jelasnya.

Kendati masjid diperbolehkan untuk melaksanakan shalat berjemaah, MUI berupaya meliburkan sementara kegiatan bersifat mengumpulkan orang banyak termasuk pengajian-pengajian di masjid, langgar dan musalla.

Langkah ini untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau interaksi dengan orang lain, tidak kontak fisik langsung, dan menghindari titik-titik kerumunan massa.

Natsir juga menambahkan, warga hendaknya bisa memperhatikan dan mematuhi segala arahan dari Pemerintah Daerah atau instansi/badan yang berwenang.

Bagi mereka yang terindikasi dan terpapar COVID-19 termasuk ODP (Orang Dalam Pemantausan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau kategori lainnya, agar mengikuti arahan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Mudah-mudahan kita semua mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,” tutupnya.

Surat edaran keluar MUI Banjarmasin itu, menindaklanjuti Majelis Ulama Indonesia Nomer 14 Tahun 2020 dan Surat Edaran Walikota Banjarmasin Nomer: 01-Ed./MUI-K/BJM/II/2020 tentang informasi
Terkait Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Covid-19.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Kisah Mualaf Syaikh Al-Azami, dari Hindu Jadi Pengajar di Masjid Nabawi
apahabar.com

Religi

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf
apahabar.com

Habar

Jelang haul Sekumpul ke-14, Dinas Kesehatan Bantu Perlengkapan “Keamanan”
apahabar.com

Habar

Syekh El Fatih Asal Sudan Hadiri Majelis Raudatul Anwar Pagi Ini
apahabar.com

Habar

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Layanan Fast Track
apahabar.com

Hikmah

Surat At-thur Buat Umar bin Khattab Selalu Menangis, Simak Kisahnya
apahabar.com

Habar

Ponpes Yasin Angkat Bicara Soal “Rambut Rasulullah” yang Terbukti Palsu
apahabar.com,

Habar

Ma’ruf Amin Akan Orasi Dalam Ijtima 3.000 Ulama di Bogor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com