Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Habar Religi

Kamis, 26 Maret 2020 - 13:08 WIB

MUI Banjarmasin Punya Kebijakan Sendiri Terkait Salat di Masjid

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

 Suasana salat berjemaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Foto-rri

Suasana salat berjemaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Foto-rri

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin telah menetapkan status tanggap darurat wabah virus Corona atau COVID-19. Meski demikian, MUI kota ini tidak melarang menggunakan masjid untuk salat berjemaah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarmasin mengeluarkan surat edaran agar meminta kepada umat islam tetap menggunakan masjid sebagai tempat salat berjemaah.

“Dengan catatan takmir dan jamaah agar meningkatkan kebersihan, menyediakan hand sanitizer, mengadakan penyemprotan disinfektan,” ujar Wakil Ketua MUI Banjarmasin, Muhammad Natsir.

Ketika melangsungkan salat berjemaah, ia mengimbau supaya jemaah membawa sajadah sendiri. Bahkan mereka juga tidak perlu berjabat tangan sebelum atau sesudah salat berjemaah.

Baca juga :  Jangan Khawatirkan Majelis Taklim

“Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan penguatan aqidah, ibadah, ikhtiar, ilmu, sikap, dan prioritas, disertai doa kepada Allah SWT, mudah-mudahan kita terhindar dari segala bala dan bencana,” jelasnya.

Kendati masjid diperbolehkan untuk melaksanakan shalat berjemaah, MUI berupaya meliburkan sementara kegiatan bersifat mengumpulkan orang banyak termasuk pengajian-pengajian di masjid, langgar dan musalla.

Langkah ini untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau interaksi dengan orang lain, tidak kontak fisik langsung, dan menghindari titik-titik kerumunan massa.

Natsir juga menambahkan, warga hendaknya bisa memperhatikan dan mematuhi segala arahan dari Pemerintah Daerah atau instansi/badan yang berwenang.

Baca juga :  Saat Haul Guru Sekumpul Pedagang Dilarang Menaikkan Harga Jualan

Bagi mereka yang terindikasi dan terpapar COVID-19 termasuk ODP (Orang Dalam Pemantausan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau kategori lainnya, agar mengikuti arahan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Mudah-mudahan kita semua mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,” tutupnya.

Surat edaran keluar MUI Banjarmasin itu, menindaklanjuti Majelis Ulama Indonesia Nomer 14 Tahun 2020 dan Surat Edaran Walikota Banjarmasin Nomer: 01-Ed./MUI-K/BJM/II/2020 tentang informasi
Terkait Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Covid-19.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Anak Jalanan Banjarmasin Inginkan Pondok Pesantren, Ini Alasannya
apahabar.com

Habar

Istighostsah Kubro di Martapura, Jemaah Mulai Berdatangan
apahabar.com

Habar

Melacak Kebenaran Hubungan Kiai Ma’ruf dengan Syekh Nawawi Al Bantani
apahabar.com

Religi

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 6 Mei, Lebaran 5 Juni 2019
apahabar.com

Habar

Relawan Posko Ami Guntung Alaban Siapkan Toilet Umum dan Tempat Parkir
apahabar.com

Habar

MUI Padang Serahkan ‘Provokator’ pada Penegak Hukum
apahabar.com

Religi

Istirahat di Siang Hari, Umar bin Abdul Aziz Ditegur Putranya Sendiri
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Rasulullah, Ahli Maksiat Ini Bertobat