Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng




Home Kalsel

Jumat, 27 Maret 2020 - 16:01 WIB

Musim Corona, BLK Batola Hasilkan 150 Masker per Hari

rifad - Apahabar.com

Siswa Jurusan Menjahit UPTD BLK Barito Kuala sedang menyelesaikan pembuatan masker. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Siswa Jurusan Menjahit UPTD BLK Barito Kuala sedang menyelesaikan pembuatan masker. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Di tengah peningkatan kebutuhan, masker bikinan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Barito Kuala (Batola) memberikan sedikit solusi.

Bersama hand sanitizer, masker menjadi salah satu barang yang sekarang paling dicari masyarakat di tengah tanggap darurat virus Corona.

Ironisnya peningkatan kebutuhan tak diimbangi ketersediaan. Tidak cuma di Batola, hampir semua apotek di daerah lain sudah kehabisan stok.

Di tengah kegalauan masyarakat, UPTD BLK Batola menghadirkan sedikit solusi. Melalui Jurusan Menjahit, mereka mulai memproduksi masker, terhitung sejak 24 Maret 2020.

“Pembuatan masker merupakan salah satu saran Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Bekasi, seiring kelangkaan masker,” papar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batola, Muhamad Hasbi, Jumat (27/3).

Baca juga :  Polemik Peternakan Babi di Banjarbaru, DPRD: Kebanyakan Surat-suratan

“Sesuai garis tugas kami, masker tersebut digunakan untuk kebutuhan non medis. Namun setidaknya masker ini melindungi dari material debu dan lain-lain,” imbuhnya.

Oleh karena merupakan hasil dari lembaga pelatihan, masker tersebut tidak diperjualbelikan.

“Kedepan kalau siswa sudah lulus pelatihan, mereka bisa menangkap peluang usaha membuat masker,” beber Hasbi.

Meski bukan untuk keperluan medis, bentuk dan ukuran masker tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, serta mengikuti tutorial dari BBPLK.

Di antaranya berbahan kain katun oxford yang cukup tebal, serta penempatan tiga rempel untuk ruang bernapas.

Baca juga :  Penutupan Lokalisasi Merong Ditunda, PSK Siap Dipulangkan

Masker tersebut dikerjakan 16 siswa mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 Wita. Pembuatan juga dibantu beberapa alumni yang menjahit di rumah masing-masing.

“Dalam sehari dihasilkan 150 lembar masker. Selama tiga hari pengerjaan, 100 lembar di antaranya sudah dibagikan ke kantor sekitar,” timpal Meaty Monita, Kasi Bina Produktivitas Tenaga Kerja Non Formal Disnakertrans Batola.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola juga sudah memasukkan permintaan. Kemungkinan digunakan untuk perlindungan petugas yang menyemprotkan disinfektan,” tandasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hasil Laboratorium Air Sungai Barito, Minyak Juga Ikut Mencemari
apahabar.com

Kalsel

Kabut Asap di Martapura dan Banjarbaru Berangsur Normal
apahabar.com

Kalsel

200-an Peserta Ikuti The Voice Indonesia di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Langkah Korem 101/Antasari Cegah Karhutla di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Buntut Fitnah Adhariani, Habib Banua Bakal Diperiksa
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pers Sebut Media Kurang Soroti Caleg Lokal
apahabar.com

Kalsel

Kisah Ipda Jody Dharma Mengungkap Narkoba, Berawal Nonton Film Detective Horatio
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Genjot Permodalan Koperasi dan UMKM Banjarmasin