Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan Kabar Duka, 1 Lagi Pasien Covid-19 Kapuas Meninggal Dunia

Nasihat untuk Suami: Jangan Abaikan Hak Nafkah Istri

- Apahabar.com Minggu, 1 Maret 2020 - 05:45 WIB

Nasihat untuk Suami: Jangan Abaikan Hak Nafkah Istri

Ilustrasi suami-istri. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Nafkah adalah kewajiban utama bagi seorang suami. Lalu bagaimana jika suami tidak memberikan nafkah kepada istri dan anaknya?

Para ulama dan fuqaha (ahli fikih) memandang masalah ini sebagai salah satu pemicu keretakan biduk rumah tangga.
Ulama terkemuka Syekh Yusuf al-Qardhawi seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id, sangat menyesalkan jika ada suami yang enggan melaksanakan kewajibannya menafkahi istri dan anaknya.

Ketua Persatuan Ulama Internasional itu mengidentikkan tindakan suami yang tak menafkahi istrinya sebagai tindakan membelenggu leher istri. ”Dia tidak memberinya belanja yang mencukupi dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang logis,” paparnya.

Adapun Syekh Ibrahim Muhammad al-Jamal berpendapat jika suami tak memenuhi kewajibannya itu sebuah biduk rumah tangga akan rentan karam. Menurutnya, istri bisa menuntut cerai kepada suaminya apabila tidak lagi tak menafkahi. Hal itu, sambung dia, merupakan bagian dari hak istri atas suaminya.

”Istri bisa mengajukan gugatan cerai kepada hakim apabila mengalami penderitaan terus menerus. Maka itu, dia boleh menuntut cerai,” paparnya dalam buku /Fiqih Wanita.

Sejatinya, pendapat itu merujuk kepadapada Imam Malik, Imam Asyafi’i, serta Imam Ahmad yang membolehkan perceraian lewat keputusan hakim jika suami tidak lagi memberi nafkah.

Dalam pandangan mereka, tidak memberi nafkah berarti tidak dapat mempertahankan istri dengan cara yang makruf. Meski begitu, lanjut Syekh Ibrahim Muhammad, dalam Islam perceraian adalah sesuatu yang boleh dilakukan, tapi sangat dibenci Allah. Sehingga, pada masalah ini hendaknya diketahui dulu penyebab suami tidak lagi memberikan nafkah.

Syekh al Qardhawi melihat ada tipe suami yang kikir dan pelit terhadap istrinya. ”Tidak selayaknya suami bersifat kikir dalam memberi belanja kepada istri,” urai Syekh al Qardhawi mengutip pendapat Imam Ghazali dalam buku Fatwa Kontemporer.

Adapun Syekh Umar Sulaiman Al Asyqar menambahkan ada kalanya ketiadaan pemberian nafkah itu lantaran suami memang tidak mampu, baik akibat dipecat dari pekerjaannya, atau karena menderita sakit.

Mengenai hal ini, Abu Malik Kamal bin as Sayid Salim menyarankan supaya istri bisa bersabar terhadap kesusahan suaminya.

Dia juga hendaknya terus mendampingi bahkan membantu semampunya. Sebuah pasangan yang mampu mempersatukan dua keunikan akan dapat bertahan dalam gelombang besar dan badai sekalipun.

Menurut Prof Mubarok, sesungguhnya, Tuhan telah menjamin rezeki hambanya. Rezeki yang diberikan lewat suami atau pun istri haruslah dipandang sebagai rezeki bersama.(Rep)

Baca Juga: PIL, Korban Suami Mengamuk di Pelaihari Lolos dari Maut

Baca Juga: Motif Pembacokan di Hotel Pelaihari, Suami Terbakar Cemburu!

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Nasihat Imam Syafi’i untuk Guru Anak Amirul Mukminin
apahabar.com

Hikmah

3 Ciri-Ciri Orang yang Menyesal Menurut Imam Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya
apahabar.com

Hikmah

Godaan Syahwat Besar, Pahala Menolaknya Lebih Besar Lagi
doa

Hikmah

Agar Terhindar dari Banjir, Nabi Muhammad Memanjatkan Doa Ini
apahabar.com

Hikmah

Membaca Alquran Saat Hamil, Adakah Pengaruhnya Buat Janin?
apahabar.com

Hikmah

Belajar Ketelitian pada Secangkir Kopi Guru Seman Mulya
apahabar.com

Hikmah

Keutamaan Lailatul Qadar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com