3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Netizen Desak Paman Birin Segera Lockdown Kalsel, Begini Pengertian Lockdown

- Apahabar.com Senin, 30 Maret 2020 - 20:20 WIB

Netizen Desak Paman Birin Segera Lockdown Kalsel, Begini Pengertian Lockdown

Sahbirin Noor. Foto: Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Kalimantan Selatan bertambah lagi.

Dari penelusuran apahabar.com, sejumlah warganet mendesak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengambil langkah yang lebih serius. Yakni me-lockdown wilayah Kalsel.

Diwartakan sore tadi, jumlah pasien positif Covid-19 Kalsel bertambah menjadi lima kasus. Meminjam laporan Satgas Darurat Covid-19 Kalsel itu 7 orang ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 1.162 orang. Jumlah itu bisa terus bertambah.

Menyikapi informasi itu para netizen beramai-ramai mengomentari akun Instagram milik Paman Birin – sapaan karib Sahbirin Noor mendesak karantina wilayah maupun lockdown.

Seperti yang ditulis oleh akun @rydho_bugera, “KALAH LAWAN KALTENG. GUBERNURNYA KAWA LOCKDOWN UDARA. SITU KALAH BERGERAK,” tulisnya.

Lalu ada pula komentar dari akun @denyadi. “LOCKDOWN UDARA DAN LAUT SEBELUM TERLAMBAT,” tulisnya.

Hal serupa juga diutarakan akun Instagram @gheakeyl. “Paman karantina wilayah Kalsel segera. Sebelum terlambat! Jangan sampai nunggu, Rumah sakit kada menampung lagi, obat habis, perawat sakit, dokter sakit, ekonomi jadi runtuh. Segera karantina wilayah paman sebelum terlambat,” tulisnya.

Kemudian, harapan juga dituliskan oleh akun @ibnum4rwan. “Pendatang dari luar mohon lebih dipantau pak, terutama yang datang dari Pulau jawa apalagi Jakarta, kalau bisa ditutup aja, atau dikarantina selama 14 hari, semoga Kalsel tidak bertambah lagi yang positif,” tulisnya.

Sementara itu akun @Dannielulu meminta Paman Birin memberlakukan karantina wilayah. “Karantina wilayah paman, kami rakyat pian minta tolong paman.”

Berdasarkan data Satgas Darurat Covid-19, jumlah pasien positif Corona Kalsel bertambah menjadi empat orang.

“Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif ada 4 orang, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 5 kasus,” ucap Juru Bicara Satgas Muhammad Muslim melalui siaran pers, Senin (30/3) malam.

Adapun pasien positif tersebut tersebar di beberapa kabupaten atau kota. Di antaranya Banjarmasin 2 orang, Kabupaten Banjar 2 orang, dan Tabalong 1 orang.

Soal permintaan warganet itu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo telah memberikan isyarat takkan memberlakukan Lockdown.

“Dapat dipastikan bahwa pemerintah tidak mengikuti apa yang telah dilakukan sejumlah negara yang ternyata juga tidak efektif dalam mengambil kebijakan dan justru menimbulkan dampak baru,” ujar Doni dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (30/3) dilansir CNN Indonesia.

Sejumlah negara yang telah melakukan lockdown di antaranya Italia, Perancis, Denmark, dan belakangan India yang berakhir kacau. Banyak warga India yang tak memiliki uang cukup untuk bertahan hidup.

Beda Lockdown dengan Karantina Wilayah

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan karantina wilayah dan lockdown memiliki pengertian yang berbeda.

Sebelumnya pemerintah mengisyaratkan lebih memilih karantina wilayah ketimbang lockdown. Isyarat itu seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) guna mengatur karantina wilayah di tengah pandemi Covid-19.

Mahfud berujar lockdown lebih berarti melarang warga untuk masuk atau keluar wilayah tertentu karena situasi darurat.

“Konsep karantina kewilayahan tidak sama dengan lockdown. Meski begitu ada yang menyamakan begitu saja dengan lockdown padahal antara keduanya tidak sama,” kata Mahfud kepada wartawan, Senin (30/3) dilansir Fajar.co.id.

Sementara itu istilah karantina wilayah sudah termuat dalam Undang-Undang nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Konsep ini hanya menerapkan sistem pembatasan pergerakan orang demi kepentingan kesehatan.

Kewenangan penerapan UU itu disebutnya hanya dimiliki oleh pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Pemda hanya ikut bertanggung jawab pada sumber daya yang dibutuhkan selama karantina wilayah.

“Istilah karantina wilayah sebenarnya lebih merupakan istilah lain dari physical distancing atau social distancing yang sekarang dipilih sebagai kebijakan pemerintah,” jelas Mahfud.

Dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 disebutkan, keputusan karantina harus berdasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektifitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan ekonomi sosial, budaya, dan keamanan.

Karantina yang dimaksud sendiri dibagi dalam 5 kategori. Yakni karantina rumah, karantina rumah sakit, karantina wilayah, karantina di pintu masuk (pelabuhan, bandara, pos lintas batas negara), dan pembatasan sosial skala besar berupa peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dibuka ‘Seperti yang Dulu’, Pasha Sihir Fans Ungu di Mercure Hotel Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Awal Tahun, Banyak Perempuan di Martapura Pilih Menjanda
apahabar.com

Kalsel

Pakai Scan QR, Histori Tanaman Pulau Curiak Teridentifikasi
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Jadi Atensi Presiden, Banjarbaru Bersiap
apahabar.com

Kalsel

Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru

Kalsel

Ikut Tolak Omnibus Law, Anak SMK Banjarmasin: Kami Juga Punya Masa Depan!
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Pemprov Bakal Gelar Pesta Rakyat HUT Kalsel Ke-69
apahabar.com

Kalsel

Siswa SMAN 4 HST Dibekali Wawasan Kebangsaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com