Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

Nyepi di Banjarmasin: Jarak Diatur, Hanya Diikuti Puluhan Umat Hindu

- Apahabar.com Selasa, 24 Maret 2020 - 21:49 WIB

Nyepi di Banjarmasin: Jarak Diatur, Hanya Diikuti Puluhan Umat Hindu

Perayaan Nyepi di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 , umat Hindu di Banjarmasin diimbau untuk melaksanakan sembahyang di rumah masing-masing.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Banjarmasin.

“Dalam hal ini, kami mengimbau kepada umat Hindu yang ada di Banjarmasin, untuk melaksanakan sembahyang sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan masa yang sangat rentan penularan Virus Corona. Jadi untuk pelaksanaan persembahyangan kami tidak melaksanakan,” kata Ketua Pura Agung Jaga Natha, Wayan Karyana.

Meski demikian, Tawur Kesanga atau upacara sehari jelang Hari Raya Nyepi tetap dilaksanakan di Pura Jaga Natha, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (24/3) sore.

Namun, upacara hanya diikuti panitia saja, seperti Pendeta, Pinandita, Serati Banten dan pengurus Pura Jaga Natha Banjarmasin.

Dari pantauan, upacara Tawur Agung Kesanga hanya diikuti oleh sekitar 25 orang. Saat pelaksanaan sembahyang, jarak antara satu dengan yang lainnya diatur sekitar 1,5 meter.

Rohaniawan Hindu Pura Agung Jagat Natha, Ida RSI Wiswa Mitra Pawitra Putra  mengatakan, untuk kegiatan hari ini berupa upacara Melasti.

Melasti adalah upacara pesucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu yang ada di seluruh Indonesia.

Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga pembersihan dan penyucian pada diri dan pada alam semesta.

Kemudian pada upacara Tawur Agung Kesange, ada pula pecaruan atau persembahan beberapa ekor hewan kepada ke bumi pertiwi.

“Diharapkan penyebaran virus ini cepat hilang,” harap Ida.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Turun, Karhutla Masih Bayangi Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tak Dipilah, TPA Banjarbakula Bakal Tolak Kiriman Sampah Campuran
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diprakirakan Hujan Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Malam Tahun Baru, Masjid Jami Terbuka Bagi Umat Menggelar Peribadatan

Kalsel

Pengakuan Pembunuh Kekasih di Kandangan: Kasihan namun Khilaf 
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Tindak Pidana, Sat Binmas Polres Tanah Bumbu Patroli ke SPBU
apahabar.com

Kalsel

Tahun Ini, DPRD Banjarmasin Tegaskan Fungsi Kontrol
apahabar.com

Kalsel

Musibah Bukan Ajang Pencitraan, Cuncung Semprot Balik Ketua Bawaslu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com