Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

ODP Banjarbaru Tertinggi, Kadis Kesehatan Kota: Kesalahan Definisi

- Apahabar.com Selasa, 24 Maret 2020 - 15:39 WIB

ODP Banjarbaru Tertinggi, Kadis Kesehatan Kota: Kesalahan Definisi

Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza saat ditemui apahabar.com usai tellconference di diskominfo Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) Corona (Covid-19) Banjarbaru melejit, Juru Bicara Gugus Tugas Banjarbaru beberkan alasannya.

“ODP ini sebelumnya kami artikan sebagai orang yang baru datang dari daerah yang sudah terpapar. Misalnya dari luar pulau. Sehingga mereka yang datang ke Banjarbaru dari daerah terpapar termasuk ODP,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza kepada apahabar.com, Selasa (24/3) siang.

Namun setelah ditelisik, ada perbedaan definisi ODP dengan provinsi sehingga angka ODP di Banjarbaru meroket tajam hingga ratusan orang.

“Kami sudah merevisi definisi operasional ODP yang selama ini untuk semua orang yang baru datang dari daerah yang sudah ada positif Covid 19. Menjadi orang yang sudah menunjukan gejala,” terangnya.

Dengan perubahan definisi ODP, mengubah pula jumlah ODP di Banjarbaru.

“Sekarang definisi kita sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh Provinsi,” jelasnya.

Sehingga ODP Banjarbaru yang tadinya berjumlah 282 orang berdasarkan data
gugus tugas provinsi Kalsel pukul 10.00 wita akan otomatis berganti dengan data ODP baru.

“Data terakhir jam 12.00 tadi di Banjarbaru ODP ada 97 orang. Setelah adanya perbaikan definisi operasional ODP,” ungkap Rizana.

Otomatis terjadi penurunan jumlah ODP di Banjarbaru hingga ratusan orang pada update rilis gugus tugas provinsi nantinya.

Untuk diketahui, tim gugus tugas Banjarbaru sendiri memantau ODP dengan aplikasi online.

“Kami punya aplikasi, ODP diminta diam 14 hari, mereka inisiatif lapor, sehingga kalau ada hal-hal yang buruk kita mudah mendeteksi,” tuturnya.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dikatakannya sampai saat ini masih nihil.

“Alhamdulillah PDP itu tidak ada, mudah-mudahan tidak ada,” harapnya

Adapun informasi adanya PDP di Banjarbaru sebelumnya hanya mis komunikasi.

“Itu sudah di-clear-kan dengan pihak Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Di Banjarbaru. Tidak ada PDP,” pungkasnya.

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tahu Polisi Datang, Warga Ulin Buang Belasan Paket Sabu Jumbo ke Semak Belukar
apahabar.com

Kalsel

Di Usia 70 Tahun, Nenek Rusmina Juga Ikut Baayun Maulid
apahabar.com

Kalsel

Dituding Memperlambat Pemadaman, PT Wijaya Triutama Bertemu Dengan Warga UKA
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Hujan Lebat Masih Mengintai Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jalin Koordinasi, Satpolairud Polres Tala Silaturahmi dengan Kades Muara Kintap
apahabar.com

Kalsel

Jelang Aksi Demonstrasi Besok, Simak Pesan Polda Kalsel untuk Mahasiswa
apahabar.com

Kalsel

DPD Golkar Kalsel Berikan ‘Lampu Hijau’ Ovie-Iwansyah di Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Kluster DPRD Banjarbaru Tambah Kasus Positif Covid-19, Total Sudah 11 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com