Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

ODP Banjarbaru Tertinggi, Kadis Kesehatan Kota: Kesalahan Definisi

- Apahabar.com     Selasa, 24 Maret 2020 - 15:39 WITA

ODP Banjarbaru Tertinggi, Kadis Kesehatan Kota: Kesalahan Definisi

Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza saat ditemui apahabar.com usai tellconference di diskominfo Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) Corona (Covid-19) Banjarbaru melejit, Juru Bicara Gugus Tugas Banjarbaru beberkan alasannya.

“ODP ini sebelumnya kami artikan sebagai orang yang baru datang dari daerah yang sudah terpapar. Misalnya dari luar pulau. Sehingga mereka yang datang ke Banjarbaru dari daerah terpapar termasuk ODP,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza kepada apahabar.com, Selasa (24/3) siang.

Namun setelah ditelisik, ada perbedaan definisi ODP dengan provinsi sehingga angka ODP di Banjarbaru meroket tajam hingga ratusan orang.

“Kami sudah merevisi definisi operasional ODP yang selama ini untuk semua orang yang baru datang dari daerah yang sudah ada positif Covid 19. Menjadi orang yang sudah menunjukan gejala,” terangnya.

Dengan perubahan definisi ODP, mengubah pula jumlah ODP di Banjarbaru.

“Sekarang definisi kita sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh Provinsi,” jelasnya.

Sehingga ODP Banjarbaru yang tadinya berjumlah 282 orang berdasarkan data
gugus tugas provinsi Kalsel pukul 10.00 wita akan otomatis berganti dengan data ODP baru.

“Data terakhir jam 12.00 tadi di Banjarbaru ODP ada 97 orang. Setelah adanya perbaikan definisi operasional ODP,” ungkap Rizana.

Otomatis terjadi penurunan jumlah ODP di Banjarbaru hingga ratusan orang pada update rilis gugus tugas provinsi nantinya.

Untuk diketahui, tim gugus tugas Banjarbaru sendiri memantau ODP dengan aplikasi online.

“Kami punya aplikasi, ODP diminta diam 14 hari, mereka inisiatif lapor, sehingga kalau ada hal-hal yang buruk kita mudah mendeteksi,” tuturnya.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dikatakannya sampai saat ini masih nihil.

“Alhamdulillah PDP itu tidak ada, mudah-mudahan tidak ada,” harapnya

Adapun informasi adanya PDP di Banjarbaru sebelumnya hanya mis komunikasi.

“Itu sudah di-clear-kan dengan pihak Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Di Banjarbaru. Tidak ada PDP,” pungkasnya.

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kantor DPRD Kalsel Sepi, Ternyata Mereka Lagi….
TNI

Kalsel

Anggota TNI-Polri Laksanakan Jumat Bersih di Tirik Tapin
apahabar.com

Kalsel

Tragis, Mahasiswi KKN Universitas NU Kalsel Tewas di Jalan

Kalsel

Polres Tapin Tangkap Pelaku Pencabulan Dua Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Kalsel

Respon Sekda Kalsel Usai IGD di RSUD Hasan Basry Kandangan Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Ketua KPU Kalsel Tanggapi soal WNA di Pemilu 2019
Syamsudin Noor

Kalsel

Ganti Sumber Pendapatan Daerah, Intip Siasat Pemprov Kalsel

Kalsel

Peringati Hari Bumi, Walhi Kalsel Desak Pemerintah Cabut UU Perusak Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com