Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

- Apahabar.com Rabu, 4 Maret 2020 - 19:29 WIB

Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (04/03). Rapat kerja itu mengangkat tema Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Menuju Indonesia Maju. Foto-Antara/Sigid Kurniawan/aa.

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga posisi nol pada 2024.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui pengantarnya dalam Rapat Terbatas Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (04/03).

“Kita harapkan nanti di 2024 untuk kemiskinan ekstrem, kita bisa berada pada posisi nol,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan merujuk data Badan Pusat Statistik, Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang sebesar 11,22 persen pada 2015, menjadi 9,22 persen pada 2019.

Kepala Negaramenekankan angka di bawah 10 persen tersebut adalah pencapaian yang sangat baik. Namun, dia menyatakan pekerjaan besar belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.

“Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan,” ujarnya.

Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga lebih fokus lagi dalam menyasar penduduk yang sangat miskin. Berdasarkan standar angka kemiskinan internasional yang dikeluarkan Bank Dunia, penduduk sangat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 9,91 juta jiwa.

“Oleh sebab itu kita bisa fokus menangani terlebih dulu yang 9,91 juta jiwa ini,” ujarnya menjelaskan.

Jokowi meminta, data siapa dan dimana warga sangat miskin tersebut harus betul-betul akurat sehingga program-program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang diinginkan pemerintah, sehingga angka kemiskinan ekstrem dapat menjadi nol pada 2024.

Selain itu, Jokowi juga meminta strategi pengentasan kemiskinan betul-betul terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran sehingga siapa yang melakukan apa menjadi jelas.

Intervensi dan program dari kementerian dan lembaga misalnya program JKN, KIS, PKH, BPNT, kartu sembako, dan intervensi dari sisi program untuk income generating warga miskin baik itu KUR, Mekar, Bank Wakaf Mikro, dana desa, menurutnya juga harus menyasar kepada upaya mewujudkan kemiskinan ekstrem nol persen.

Termasuk juga dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN dan CSR sektor swasta yang bisa diarahkan ke arah tersebut.

“Kalau ini betul-betul bisa kita lakukan dan terkonsolidasi, saya yakin angka nol persen bisa kita lakukan,” tuturnya.(Ant)

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres Pembiayaan Infrastruktur

Baca Juga: Buka Raker Kemenag, Jokowi: Fokus Mitigasi Dampak Korona dan Pelemahan Ekonomi Global

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabr.com

Nasional

TGB: Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf Tanpa Mengumpat dan Bikin Hoaks
apahabar.com

Nasional

Situs Kemendagri Diretas Hacker, Tampilkan Gambar RIP KPK
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal

Nasional

Wuhan Seperti Kota Mati, Berikut Foto-foto Jalanan yang Kini Sepi
apahabar.com

Nasional

Soal Video Bullying Siswi SMA, Kementerian PPPA Lakukan Koordinasi Penanganan Daerah
Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer

Nasional

Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Konflik Nelayan di Bengkulu, Kapal Trawl Diserang!
apahabar.com

Nasional

Sehari, Empat Kebakaran Lahan Landa Ibu Kota Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com