Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

- Apahabar.com     Rabu, 4 Maret 2020 - 19:29 WITA

Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (04/03). Rapat kerja itu mengangkat tema Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Menuju Indonesia Maju. Foto-Antara/Sigid Kurniawan/aa.

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga posisi nol pada 2024.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui pengantarnya dalam Rapat Terbatas Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (04/03).

“Kita harapkan nanti di 2024 untuk kemiskinan ekstrem, kita bisa berada pada posisi nol,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan merujuk data Badan Pusat Statistik, Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang sebesar 11,22 persen pada 2015, menjadi 9,22 persen pada 2019.

Kepala Negaramenekankan angka di bawah 10 persen tersebut adalah pencapaian yang sangat baik. Namun, dia menyatakan pekerjaan besar belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.

“Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan,” ujarnya.

Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga lebih fokus lagi dalam menyasar penduduk yang sangat miskin. Berdasarkan standar angka kemiskinan internasional yang dikeluarkan Bank Dunia, penduduk sangat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 9,91 juta jiwa.

“Oleh sebab itu kita bisa fokus menangani terlebih dulu yang 9,91 juta jiwa ini,” ujarnya menjelaskan.

Jokowi meminta, data siapa dan dimana warga sangat miskin tersebut harus betul-betul akurat sehingga program-program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang diinginkan pemerintah, sehingga angka kemiskinan ekstrem dapat menjadi nol pada 2024.

Selain itu, Jokowi juga meminta strategi pengentasan kemiskinan betul-betul terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran sehingga siapa yang melakukan apa menjadi jelas.

Intervensi dan program dari kementerian dan lembaga misalnya program JKN, KIS, PKH, BPNT, kartu sembako, dan intervensi dari sisi program untuk income generating warga miskin baik itu KUR, Mekar, Bank Wakaf Mikro, dana desa, menurutnya juga harus menyasar kepada upaya mewujudkan kemiskinan ekstrem nol persen.

Termasuk juga dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN dan CSR sektor swasta yang bisa diarahkan ke arah tersebut.

“Kalau ini betul-betul bisa kita lakukan dan terkonsolidasi, saya yakin angka nol persen bisa kita lakukan,” tuturnya.(Ant)

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres Pembiayaan Infrastruktur

Baca Juga: Buka Raker Kemenag, Jokowi: Fokus Mitigasi Dampak Korona dan Pelemahan Ekonomi Global

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Esok Pendaftaran Paslon Pilkada, Tak Boleh Ada Konvoi atau Arakan Massa
apahabar.com

Nasional

AS Catatkan 1,15 Juta Kasus Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara

Nasional

KPK Panggil Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman
apahabar.com

Nasional

Gelombang Tinggi, Pelayaran Speedboat Ternate-Jailolo Malut Ditutup
Gempa

Nasional

Tenang, Gempa Magnitudo 4,3 di Bulukumba Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Banyak Hoaks Serang KPU, Menkominfo Tak Tinggal Diam
apahabar.com

Nasional

 Selamat Jalan Jemaah, Sampai Jumpa Haul Guru Sekumpul Tahun Depan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com