BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

- Apahabar.com Selasa, 31 Maret 2020 - 11:49 WIB

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Pangeran Charles. Foto-AP/Kirsty Wigglesworth

apahabar.com, JAKARTA – Pangeran Charles dikabarkan media-media Inggris sembuh dari virus corona atau Covid-19.

Hal itu diketahui setelah pewaris tahta Inggris itu menjalani 2 kali pemeriksaan dan hasilnya negatif. Pangeran Charles pun disebut tidak lagi menjalani masa karantina.

Fenomena Pangeran Charles bisa sembuh dari Covid-19 di saat usianya sudah menginjak usia 71 tahun, memang mengagetkan banyak orang. Mengapa itu bisa terjadi?

Menanggapi hal itu Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan potensi kesembuhan Covid-19 memang bisa terjadi karena banyak faktor, dan usia bukan jadi satu-satunya tolak ukur. Seberapa cepat deteksi dini dilakukan, maka Covid-19 bisa tertangani.

“Karena dia mengakibatkan gangguan pernapasan sampai pada kerusakan paru-paru, pada pneumonia. Jadi bukan karena usianya saja, faktor-faktor itu deteksi dini,” ujar Dr. Adib seperti dilansir suara.com, Selasa (31/03).

Sebagaimana ditunjukkan pada data, mereka yang meninggal karena Covid-19 karena lambatnya penanganan, tidak segera ditangani. Apalagi bagi mereka yang berusia lanjut, dan memiliki penyakit penyerta seperti infeksi saluran pernapasan, jantung, diabetes, hipertensi hingga gagal ginjal.

“Saat kondisi seperti itu, kalau umpamanya dia bisa dideteksi dini dari awal, maka kita bisa mencegah,” jelasnya.

Pencegahan yang dimaksud kata Dr. Adib ialah dilakukan karantina, mendapatkan istirahat yang cukup, diberi makanan bergizi, pemberian obat sesuai keluhan, hingga pemberian vitamin untuk meningkatkan sistem imun.

“Mulai dari obat antivirusnya sebenernya nggak ada, tapi dia bisa jaga kontak harus benar-benar istirahat. Supportingnya apa, bisa dia dengan makanan, vitamin sehingga akhirnya sampai tidak menimbulkan komplikasi-komplikasi ke arah pneumonia,” papar Dr.Adib.

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mengungkap, 10 persen dari pasien covid-19 hanyalah bergejala ringan atau bahkan tidak bergejala, yang sering disebut sebagai asimtomatik.

“Tidak semua yang covid-19 positif itu kemudian menimbulkan keluhan. Makanya ada gejala ringan sampai asimtomatik yang tidak gejala itu sekitar 10 persen. Artinya kalau sudah deteksi dini dari awal, artinya tidak terlalu berdampak pada tubuhnya,” tutupnya.

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
apahabar.com

Nasional

JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
apahabar.com

Nasional

Mantan Anggota DPRD Banjar Dipanggil KPK
apahabar.com

Nasional

Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming: Film Koboy Kampus, Sejarah Baru Perfilman Banua
Sri Purnomo

Nasional

Sempat Divaksin Sinovac, Bupati Sleman Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Wukuf Selesai, Dari Arafah Jemaah Haji Menuju Muzdalifah
apahabar.com

Nasional

Alhamdulillah, Seorang Ibu Positif Covid-19 Melahirkan Bayi Sehat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com