Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit Heboh Kades di Kelumpang Tersangka Pungli, Giliran Apdesi Kotabaru Buka Suara Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah

Panic Buying Imbas Corona, Disperindag: Stok Kalsel Aman!

- Apahabar.com Selasa, 3 Maret 2020 - 14:01 WIB

Panic Buying Imbas Corona, Disperindag: Stok Kalsel Aman!

Panic buying adalah tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa untuk mengantisipasi wabah seperti virus corona. Fenomena ini sudah menjangkit sejumlah wilayah di tanah air. Foto ilustrasi: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan bahan pokok masih aman di pasaran.

“Pemerintah beserta penegak hukum selalu memonitor kondisi ketersediaan bahan pokok di Banua,” ungkap Kepala Disperindag Kalsel, Birhasani kepada apahabar.com melalui pesan singkat, Selasa (3/3) siang

Sebagian masyarakat mulai resah dengan membeli bapok secara besar-besaran, seiring merebaknya kasus corona yang menimpa dua WNI.

Birhasani mengimbau agar masyarakat di Kalsel tidak melakukan aksi serupa.

“Beli secukup keperluan saja. Pemerintah menjamin ketersediaan pangan aman,” imbaunya

Walau dipastikan masih dalam kondisi stabil. Namun, ada juga bapok yang mulai berkurang dikarenakan menipisnya stok dari pusat.

“Tambahan yang sangat diperlukan adalah pasokan gula kristal putih untuk konsumsi dan Gula Rafinasi untuk industri, serta bawang putih,” sebut dia.

Masalah ini sempat dia sampaikan saat bertemu dengan Anggota Komisi II DPD RI, Habib Hamid Abdullah.

“Kami sampaikan agar beliau bisa membantu memperjuangkannya di pemerintah pusat,” ujarnya

Tak hanya itu, ketika dihubungi media ini, Birhasani juga tengah melakukan perjalanan dinasnya dalam menghadiri rapat koordinasi Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI.
“Siang nanti kembali akan kusampaikan juga di forum rakor HKBN,” imbuhnya

Virus corona berasal dari luar negeri, tepatnya Wuhan, China. Pemerintah sangat selektif dalam melakukan distribusi pasokan bahan pokok makanan.

“Makanan yang berasal dari luar negeri masuk ke Indonesia tidak melalui pelabuhan Kalsel. Tapi pemerintah selektif dalam hal impor makanan, buah-buahan maupun bahan pokok. Termasuk impor bawang putih,” jelasnya.

Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Apindo Kalsel Soal Pernyataan Menkes

Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, RSUD Ulin Siap Tangani Pasien Suspect

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Bedah Sejarah Masjid Lewat Talkshow Virtual Bersama Dispersip Kalsel
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Disdik Kalsel Kembangkan Metode Belajar Jarak Jauh
HGN

Pemprov Kalsel

HUT PGRI ke-75 dan HGN 2020, Dedikasi Guru di Tengah Pandemi
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Banjarmasin Terima Ratusan Paket Bantuan
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Sikapi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas PPPA Akui Minim Laporan
Pemkot

Pemprov Kalsel

Cegah Banjir, Pemprov Kalsel Punya Wacana Adaptasi Sistem Drainase Belanda
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Gubernur Sahbirin Noor Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Wacana Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Kalsel Akan Berlakukan Sistem Shift
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com