Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Pemain Baru Dominasi Operasi Antik Intan 2020 Polres Tapin  

- Apahabar.com Rabu, 11 Maret 2020 - 20:14 WIB

Pemain Baru Dominasi Operasi Antik Intan 2020 Polres Tapin   

Polres Tapin gelar hasil pengungkapan kasus hasil Operasi Intan Antik 2020. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Polres Tapin membuka hasil Operasi Anti Narkoba (Antik) Intan 2020. Sebanyak 21 kasus narkoba dan obat terlarang terungkap dan 26 tersangka diamankan.

Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno mengatakan rata-rata dari 26 tersangka itu adalah pengedar, pengguna dalam jumlah kecil. Semuanya pemain baru dan tidak ada residivis.

Baca Juga: Operasi Anti-Narkotika di Banjarbaru, 39 Pelaku Ditangkap

Dari hasil interogasi para pelaku, Eko mengatakan sasaran mereka adalah para pekerja dan sebagian dari swasta.

“Tidak ada sasarannya ke anak sekolah ataupun remaja. Namun kita tetap survei dan mengawasi mana kala ada sasarannya ke anak-anak sekolah dan juga daerah-daerah yang kita pantau,” ujar Eko.

“Hasil operasinya kita mengalami peningkatan dalam pengungkapan kasus. Namun dalam jumlah barang bukti kita mengalami penurunan, ini karena apa? Bisa juga ini memang karena kondisi barang sulit untuk masuk ke wilayah kami atau ke wilayah hukum Polres Tapin,” ujar Eko yang dikenal gemar kopi ini.

Eko juga mengasumsikan untuk penurunan barang bukti ini bisa juga karena informasi operasi Antik Intan 2020 ini bocor. Kendati demikian Eko mensyukuri operasi ini lancar.

“Alhamdulillah operasi ini sukses tanpa eksis tanpa ada, katakanlah tanpa ada kekurangan, tanpa ada kesalahan, tanpa ada korban jiwa dan kita berhasil mengungkap 21 kasus, jadi lebih meningkat dibanding tahun lalu,” ujar Pria yang suka bersepeda itu.

Sebagai pembanding, 2019 ada 20 kasus, sementara 2020 21 kasus. Jumlah tersangka 2019 ada 27 orang. Barang bukti 24,56 Gram, Carnophen 0, daftar G sebanyak 2.310 butir. Sedang 2020 tersangka 26 orang, sabu 9,93, Carnophen 95 butir dan obat daftar G 684 butir.

Tak melulu orang asli daerah Tapin, para pengedar ini juga ada yang berasal dari luar daerah. Polisi terus berupaya untuk menutup pintu akses para bandar juga kurir untuk menebar racun di bumi Tapin.

Baca Juga: Pengakuan Tetangga, Sifat Remaja Pembunuh Bocah Berubah Sejak Masuk SMP

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah 
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Jual Sabu, Giliran Buruh Angkut Banjarmasin Timur Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Tragis, Remaja Putri Tewas Usai Diperkosa Pacar dan Teman-Temannya
apahabar.com

Hukum

Makian ‘Babungulan’ Wakil Komisi II DPRD Banjarbaru Berujung Laporan Polisi
apahabar.com

Hukum

Polisi Sulit Tangkap Pembunuh Febri Waria yang Tewas di Salon Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Hukum

Mucikari Online: Artis yang Menawarkan Diri
apahabar.com

Hukum

Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Puluhan Gram Emas di Pasar Kemakmuran Kotabaru
apahabar.com

Hukum

Jelang Tahun Baru, Polisi: Ada Indikasi Jumlah Narkoba Masuk Jakarta Meningkat
apahabar.com

Hukum

Terlelap, Gembong Curanmor Lintas Kabupaten Tak Berkutik Disergap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com