3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Pembentukan BUMD Murakata Dianggap Lamban, Begini Respon Pemkab HST

- Apahabar.com Senin, 9 Maret 2020 - 21:37 WIB

Pembentukan BUMD Murakata Dianggap Lamban, Begini Respon Pemkab HST

Ketua DPRD HST, H Rachmadi (kiri) dan Wakil Bupati, Berry Nahdian Forqan (tengah) didampingi Staf Ahli Bupati HST, Zainuddin saat rapat kerja antara Komisi II DPRD dan SKPD terkait BUMD Murakat di Auditorium Kantor Bupati setempat, Selasa (21/1) lalu. Foto Artha for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Anggota Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) Yazid Fahmi mengkritik keseriusan pemerintah kabupaten dalam pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Murakata yang bergerak di bidang pertanian.

Yazid menilai, Pemkab HST terlalu berlarut –larut merumuskan pembentukan BUMD itu.

Padahal sebelumnya, DPRD sudah mengadakan rapat kerja dengan Pemkab HST pertengahan Januari 2020 tadi di Auditorium Setda.

Dalam rapat itu, DPRD dan Pemkab HST menyepakati akan segera membentuk kepengurusan BUMD Murakata. Disamping itu akan menganggarkan kembali modal yang tertunda.

“Seharusnya 15 hari setelah rapat itu, perumusan sudah selesai. Sampai saat ini perhitungan rumus belum juga diserahkan,” kata Yazid belum lama tadi.

Dia membeberkan, BUMD itu sudah disahkan dalam Perda 2016 dan diperbarui 2018, tentang Pendirian Perusahaan Daerah Murakata Kabupaten HST.

“Sayangnya di 2017 penyertaan modal tertunda karena saat itu anggaran HST defisit. Lalu di 2018 tertunda lagi dengan alasan keuangan belum stabil hingga diundur sampai 2019,” kata Yazid.

“Di 2019 ini pun sama, defisit. Di 2020 ini ada. Jadi kami desak agar terselenggara. Karena untuk kesejahteraan petani,” lanjut Yazid.

BUMD Murakata ini, kata Yazid sesuai dengan visi misi Bupati HST. Bahkan sudah tertuang dalam RPJMD untuk mensejahterakan masyarakat HST yang 70 persen merupakan petani.

Pada 2020 ini, lanjut Yazid, DPRD menyepakati untuk mengalokasikan anggaran untuk rekrutmen pegawai dengan anggaran Rp 200 juta.

“BUMD ini menawarkan pengelolaan padi hingga pupuk. Dengan adanya BUMD ini, petani dapat dilindungi saat harga gabah turun. Ini untuk memperkuat pertanian dan stabilasi harga,” terang Yazid.

Dikonfirmasi apahabar.com, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan sekaligus Ketua Perumus Pembentukan BUMD Murakata, Pandiansyah mengatakan, masih ada beberapa persyaratan lagi yang belum rampung.

Bahkan, kata Pandiansyah yang ditunjuk Wabup Berry Nahdian Forqan saat rapat kerja pada Januari itu, salah satunya luput dalam pembahasan.

Seperti status lahan. Pasalnya, lahan untuk bangunan BUMD Murakata yang terletak di sekitar Pasar Pantai Hambawang Kecamatan Labuan Amas Selatan dengan luas 4000 meter persegi itu rupanya belum tercatat pada Komisi Informasi Publik (KIP).

“Di sini yang agak berat. Salah satu syarat untuk dilampirkan dalam proposal, kan harus ada surat keterangan dari BPN atau sertifikat. Sementara kita, di KIP saja belum tercatat,” ungkapnya.

“Jadi kita adakan rapat tadi dan meminta bantuan kecamatan dan kepala desa di sana untuk membuatkan Sporadik. Format dari BPN juga sudah kita serahkan ke kepala desa untuk diisi,” lanjut Pandiansyah ditemui apahabar.com di ruang kerjanya, Seni (9/3).

Hal lainnya, kata Pandiansyah ada lagi, yakni Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini pihaknya belum mengantongi rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).

“Ini juga salah satu persyaratan yang harus dilampirkan dalam proposal. Saya sudah meminta Dinas Perdagangan membuat surat rekomendasi untuk diserahkan ke Dinas PUPR agar segera dipercepat ditujujkan ke BKPRD,” kata Pandiansyah.

“Kita kejar dalam minggu ini, 2 atau 3 hari ke depan bisa selesai,” tambah Pandiansyah.

Setelah dicek kembali oleh Pandiansyah, ada lagi satu yang luput dari pembahasaan dalam rapat tentang persyaratan dalam pembangunan BUMD.

Dia sengaja berkunjung langsung ke Kabupaten Batola untuk memastikan infomasi yang diperolehnya terkait BUMD itu.

Ternyata ada lagi satu persyaratan yang belum dijelaskan saat rapat itu yakni, persyaratan yang mengharuskan ada Detail Engineering Design (DED) atau produk dari konsultan perencana untuk pembangunan gedung BUMD.

“Hal ini belum dipaparkan DPRD saat rapat di Auditorium. Ternyata saat saya berkunjung ke Dinas Koperasi di Batola, DED diharuskan dalam proposal,” terang Pandiansyah.

Untuk DED, kata Pandiansyah memerlukan anggaran Rp100 juta. Sementara anggaran pada 2020 ini sudah berjalan.

Lantas jika menunggu anggaran perubahan pada Septermber nanti, maka BUMD baru bisa dikerjakan pada 2021 baru bisa dimasukkan.

“Untuk ini kita ada solusi. Kita minta kerjakan konsultan dari Batola dengan catatan bisa dibayar setelah perubahan. Dia siap membantu. Hanya saja apakah bupati maupun DPRD bersedia anggaran untuk DED dianggarakan pada perubahan nanti,” terang Pandiansyah.

Dari DED, kata Pandiansyah, nilai bangunan sudah diperhitungkan yakni, sekitar Rp7,5 miliar.

“Dari DED itu sudah terlihat nilai bangunan hingga isinya. Jadi ini yang dimasukkan dalam proposal,” kata Pandiansyah.

Terkait persyaratan lainnya, lanjut Pandiansyah, seperti data dari dinas pertanian tentang produksi yang wajib dilampirkan dalam proposal sudah mencapai 95 persen.

“Saat ini kita fokus bangunan, gudang, disamping resi BUMDnya. Walaupun target Juni ini, Maret ini bisa diselesaiakan proposalnya kalau melihat progresnya,” tutup Pandiansyah.

apahabar.com

Komisi II DPRD HST menggelar rapat kerja dengan Pemkab HST di Auditorium Kantor Bupati setempat, Selasa (21/1) lalu. Foto Artha for apahabar.com

Baca Juga: Tanggap Corona, Pemkab HST Perketat Pengawasan Fasilitas Kesehatan

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkab HST Punya Program Unggulan

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Kartini, Pengendara Wanita Dapat Helm dan Bingkisan
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Cerah Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Update Sabu 300 Kg di Banjarmasin, Polisi Beber Latar Belakang Kurir
Bantah Isu Kelangkaan Masker, Dinkes Kalsel Klaim Simpan Ratusan Ribu Kotak

Kalsel

Bantah Isu Kelangkaan, Dinkes Kalsel Klaim Ratusan Lembar Masker
apahabar.com

Kalsel

Wow, Puluhan Bidadari Bakal Sambut Slank di Bandara Syamsudin Noor
apahabar.com

Kalsel

Kartu Pos Antik Bergambarkan Hotel Bandjer Dilelang Miliaran Rupiah?

Kalsel

Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan
apahabar.com

Kalsel

Bersihkan Sungai, Operasional Kapal Sapu Sapu Capai Ratusan Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com