Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Pemerintah Fokus Kurangi Angka Kemiskinan Ekstrem

- Apahabar.com Rabu, 4 Maret 2020 - 20:43 WIB

Pemerintah Fokus Kurangi Angka Kemiskinan Ekstrem

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (04/03). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

apahabar.com, JAKARTA – Menurunnya angka kemiskinan pada September 2019 lalu berada pada angka 9,22 persen memang merupakan sebuah capaian yang sangat baik mengingat pada 2015 lalu masih berada di kisaran 11,22 persen.

Namun, penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit itu bukan berarti membuat pekerjaan pemerintah berakhir.

Saat memimpin rapat terbatas mengenai strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (04/03), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dari titik itulah pemerintah harus mulai bekerja lebih fokus dan menyasar kantung kemiskinan yang mungkin terpencil.

“Pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan,” ujar Jokowi dalam rilis yang diterima apahabar.com dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Dari jumlah tersebut, berdasarkan standar garis kemiskinan internasional yang digunakan oleh Bank Dunia, diketahui bahwa jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (kemiskinan ekstrem) tersebut kurang lebih sebanyak 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,371 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Terhadap lapisan masyarakat itulah yang nantinya akan fokus disasar oleh pemerintah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan tersebut.

“Kita bisa fokus menangani terlebih dahulu yang 9,91 juta jiwa ini. Karena itu data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat kepada kelompok sasaran yang kita inginkan,” kata Jokowi.

Melalui upaya percepatan itu, Kepala Negara berharap agar nantinya pada 2024 mendatang, jumlah penduduk sangat miskin tersebut bisa terus ditekan sehingga dapat terbebas dari jerat kemiskinan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan jajarannya ialah dengan menjalankan program pengentasan kemiskinan yang lebih terkonsolidasi, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Sejumlah program bantuan sosial pemerintah seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta bantuan permodalan lain yang di antaranya ialah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), Bank Wakaf Mikro, Dana Desa, hingga Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) harus mulai menyentuh lapisan masyarakat yang hendak disasar tersebut.

“Juga yang berkaitan dengan BUMN dan swasta. Ada PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) BUMN dan CSR sektor swasta, semuanya harus diarahkan ke arah ini,” tandasnya.

Baca Juga: Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres Pembiayaan Infrastruktur

Baca Juga: Buka Raker Kemenag, Jokowi: Fokus Mitigasi Dampak Korona dan Pelemahan Ekonomi Global

Baca Juga: Tragis, Babinsa Kodim 0402/OKI Tewas Diinjak Gajah Liar

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nadiem Ungkap 3 Alasan Penunjukannya sebagai Mendikbud
apahabar.com

Nasional

RS Rujukan Covid-19 di Jabar Manfaatkan Robot Disinfektan
apahabar.com

Nasional

Dukung Aksi Bersih-Bersih Jiwasraya, Hipmi: Awas Serangan Balik Koruptor!
apahabar.com

Nasional

Wagub Bali: Diharapkan Hipmi Mampu Imbangi Cepatnya Pembangunan Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno: Pengusaha Kaya yang Mencoba Peruntungan Jabat Wakil Presiden
apahabar.com

Nasional

Baleg DPR Sepakati Revisi UU KPK Jadi UU Disahkan di Paripurna
apahabar.com

Nasional

Hujan tak Perbaiki Kualitas Udara Wilayah Terdampak Asap
Media

Nasional

Jurnalis Tak Dibekali APD, AJI Ingatkan Tanggung Jawab Perusahaan Media
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com