Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Pemerintah Ingatkan Anak Muda Bisa Tulari Corona ke Manula

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 21:34 WIB

Pemerintah Ingatkan Anak Muda Bisa Tulari Corona ke Manula

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto Foto-Antara/Aditya Pradana Putra

apahabar.com, JAKARTA – Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengingatkan anak muda tidak bebas dari paparan virus corona atau Covid-19.

Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manula.

“Anak muda ini bukan tidak bisa kena. Bisa kena tanpa gejala. Ini yang menjadi faktor cepatnya penyebaran Covid-19. Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat,” kata Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Sabtu (21/03).

Dia mengatakan orang yang nampak sehat tetapi menjadi carrier Covid-19 merupakan persoalan serius, terutama anak muda. Untuk itu, golongan muda harus memperhatikan betul jangan sampai menjadi sumber penyebaran virus di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

Karena itu, Yuri mengajak siapapun termasuk yang merasa sehat agar benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk lebih banyak tinggal di rumah dengan isolasi mandiri. Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan.

“Informasi upaya-upaya pencegahan penularan penyakit Covid-19, beberapa kali kita bilang penularan didasari kontak dekat akibat cemaran droplet sakit kepada orang lain baik melalui batuk atau bersin,” katanya.

Materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2itu, kata dia, dapat berada di udara sehingga penting bagi siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter. Cemaran itu, kata dia, juga dapat tertinggal di benda mati.

Banyak kejadian cemaran di benda mati tertinggal dan tidak sengaja disentuh orang sehat sehingga pindah tangan. Kemudian korban yang tangannya tercemar memindahkan virus ke tubuhnya baik melalui area muka atau saluran napas karena tidak mencuci tangan.

“Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksanakan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini,” katanya.

“Ada sebagian saudara-saudara yang tidak mungkin bekerja dari rumah agar berhati-hati terkait ini. Pastikan jika tidak mendesak keluar rumah, jangan keluar rumah,” kata dia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Covid-19, Anggota Komisi I DPR Usul Internet Gratis
apahabar.com

Nasional

Pegawai Kemenpora Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

Nasional

VIDEO: Geram Dengan UU KPK, Hacker Indonesia Serang Situs Resmi Kemendagri
apahabar.com

Nasional

Pusat Pembelajaran Kelor Terbesar se-Asia Dibangun di Palu
apahabar.com

Nasional

MK Siap Terima Pengajuan Uji Materi Hasil Revisi UU KPK

Nasional

Baru Dibuka, KFC Kena Segel karena Prokes Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pakar Hukum Universitas Parahyangan Nilai Pro Kontra UU Cipta Kerja Hal Biasa
apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Erick Thohir Sosok Menteri dengan Kerja Nyata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com