Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Pengusaha Dorong Kaji Ulang Pajak Penghasilan

- Apahabar.com Selasa, 24 Maret 2020 - 15:29 WIB

Pengusaha Dorong Kaji Ulang Pajak Penghasilan

Rumah Sambal Acan Raja Banjar memberlakukan aturan jarak minimal satu meter untuk semua meja. Kemudian menyediakan sabun antiseptik dan hand sanitezer di tengah darurat Covid-19 di Banjarmasin. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Wabah Corona (Covid-19) ikut berimbas pada penghasilan restoran atau rumah makan di Banjarmasin.

“Saat ini [pemasukan] turun mencapai 50 persen,” ucap Owner Rumah Sambal Acan Raja Banjar, Aulia Abdi kepada apahabar.com, Selasa (24/3) pagi.

Meski begitu, ia tetap memilih untuk berjualan di tengah krisis pemasukan imbas daripada virus asal Wuhan, China itu.

“Kami tetap melakukan tindakan antisipatif. Kami menjaga jarak minimal satu meter untuk semua meja. Kemudian menyediakan sabun antiseptik dan hand sanitezer,” bebernya.

Sejauh ini, ia belum berani memberikan diskon kepada pelanggan yang langsung datang karena harga bahan baku yang tidak stabil.

“Sehingga kita lebih ke arah pelayanan. Namun, kita memberikan potongan harga khusus pelanggan yang memesan lewat ojek online,” cetusnya.

Dengan kondisi ekonomi sekarang ini, Aulia meminta agar Pemkot Banjarmasin menghapuskan sementara pajak penghasilan untuk pelaku usaha restoran. Saat ini pajak penghasilan untuk pelaku usaha restoran sebesar 10 persen.

“Secara organisasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), kami sedang melakukan negosiasi pemerintah terkait pajak restoran. Kalau bisa dihilangkan sementara wabah virus corona ini. Ini gagasan Ketua PHRI Kota Banjarmasin,” ungkap Aulia.

Kalau pun tak bisa, tambah dia, minimal ada keringanan pajak. Mengingat pemilik lebih fokus membayar gaji karyawan, sewa tempat, dan keperluan utama seperti listrik.

“Arahan ketua minta dihapuskan sementara wabah ini. Diperkirakan berimbas sampai 6 bulan ke depan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Rakercab, Hipmi Tanah Bumbu Perkuat Konsolidasi
Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS

Ekbis

Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS
apahabar.com

Ekbis

Gapki: THR Buruh Sawit Kalsel Kemungkinan Telat
apahabar.com

Ekbis

Pepsi Hengkang, Gemar Minum Kopi Salah Satu Pemicunya
apahabar.com

Ekbis

Kehadiran Mcdonalds, Angin Segar bagi Pendapatan Daerah
Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot

Ekbis

Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Pemberlakuan Kembali PSBB Jakarta
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan Huawei Malah Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com