Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Penularan Corona Masih Berlangsung, Kemenkes Telusuri Kasus ‘Positif’ di Masyarakat

- Apahabar.com     Jumat, 27 Maret 2020 - 17:24 WITA

Penularan Corona Masih Berlangsung, Kemenkes Telusuri Kasus ‘Positif’ di Masyarakat

Juru bicara pemerintah untuk percepatan penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Data pasien positif corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Fakta tersebut dipahami pemerintah Indonesia bahwa penularan Corona masih berlangsung di masyarakat.

“Dari hari ke hari kita melihat adanya penambahan kasus yang signifikan, ini menandakan bahwa proses penularan masih berlangsung terus-menerus di tengah masyarakat kita,” kata juru bicara pemerintah untuk percepatan penanganan COVID-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan live di channel YouTube BNPB Indonesia, seperti dilansir apahabar.com dari detik.com, Jumat (27/03).

Kondisi ini, kata dia, dimaknai bahwa ada kasus positif COVID-19 yang masih berjalan di tengah masyarakat. Selain itu, dengan adanya data peningkatan positif Corona itu juga menandakan kontak dekat masih terjadi.

“Berarti ada kontak dekat yang terjadi dengan kasus ini, sehingga kemudian terjadi penularan dan kemudian memunculkan angka yang jadi sakit, inilah yang kemudian menjadi faktor utama dengan kaitan penambahan kasus dari hari ke hari,” ujarnya.

Mencermati kondisi itu, Yuri kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama terlibat dalam memutus mata rantai penularan virus Corona. Langkahnya, pemerintah akan berusaha untuk menemukan kasus-kasus positif di masyarakat.

“Melalui penelusuran kontak dari kasus positif yang kita dapatkan di rumah sakit,” ucapnya.

Selain itu, cara kedua yakni dengan rapid test atau pemeriksaan cepat. Tujuannya untuk melakukan screening di kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki risiko tertular di pasien positif yang dirawat di RS.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Sri Mulyani: Tak Ada Pajak Sembako yang Memberatkan Masyarakat Menengah Bawah
apahabar.com

Nasional

Laporan Relawan Jokowi Ditolak Polda Metro Jaya! Najwa Nyatakan Siap Diperiksa Dewan Pers
apahabar.com

Nasional

Prihatin Kasus AU, Jokowi Perintahkan Kapolri Bertindak Tegas
Gedung KPK

Nasional

Gedung KPK Jakarta Ditembak Laser ‘Berani Jujur Pecat!’
Beredar video oknum TNI bertelanjang dada yang memukul seorang remaja. Foto-Istimewa

Nasional

Oknum TNI Telanjang Dada Pukul Remaja Berujung Diamankan POM
apahabar.com

Nasional

China Tak Bisa Klaim Natuna, Indonesia Enggan Berperang
apahabar.com

Nasional

Jika Pemerintah Terapkan Tatanan New Normal, Simak Permintaan IDI
Bantah Bicarakan Amendemen

Nasional

Temu Jokowi-Parpol Bahas 5 Topik, Bantah Bicarakan Amendemen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com