Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Kalsel

Kamis, 26 Maret 2020 - 13:51 WIB

Penyemprotan Disinfektan, Jawaban Isu Penutupan Pasar Marabahan

Aam - Apahabar.com

Anggota Polsek Marabahan menyemprotkan disinfektan ke odong-odong dan mandi bola yang berada di Pasar Baru Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Anggota Polsek Marabahan menyemprotkan disinfektan ke odong-odong dan mandi bola yang berada di Pasar Baru Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Penutupan sementara Pasar Baru Marabahan dan Pasar Wangkang yang santer di media sosial, ternyata cuma kabar burung.

Setidaknya dalam dua hari terakhir di Marabahan, media sosial diramaikan pesan berantai yang berisi penutupan kedua pasar tersebut sejak 1 hingga 5 April 2020.

Pesan itu cukup meresahkan warga, di tengah ancaman penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Bayangan yang muncul kemudian adalah lockdown Marabahan dan sekitarnya.

Namun kabar tersebut langsung dibantah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Barito Kuala. Bantahan itu juga berlaku untuk pasar-pasar tradisional lain di Bumi Selidah.

Baca juga :  Ahli Jelaskan Alasan Obat Malaria Bisa Digunakan untuk Covid-19

“Penutupan pasar hanya hoaks yang disebarkan orang-orang tak bertanggungjawab. Justru kami diinstruksikan memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional,” seru Kabid Perdagangan Disperindag Batola, Surono, Kamis (26/3).

Bantahan tersebut juga ditunjukkan lewat aksi nyata berupa penyemprotan disinfektan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola serta Koramil Marabahan dan Polsek Marabahan.

Penyemprotan dilakukan di los dan toko Pasar Baru Marabahan, Pasar Marabahan Timur, Pasar Wangkang dan Pasar Ikan Wangkang. Selain di pasar, penyemprotan dilakukan di tempat-tempat umum lain seperti terminal dan tempat ibadah.

Baca juga :  Kisah Husni, Pembuat Alat Musik Panting di Sungai Lulut Hingga Tembus Pasar Eropa

“Penyemprotan yang dilakukan tim gabungan setiap Kamis dan Jumat di pasar. Sementara BPBD juga melakukan kegiatan serupa setiap Senin dan Kamis,” papar Sumarno, Koordinator Lapangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kalau penyemprotan ini dihubungkan dengan penutupan pasar, tentu tidak berhubungan. Setelah disemprot pun, pedagang dapat langsung beraktivitas, karena cairan yang disemprotkan bukan racun,” tegasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Karya Nyata Pemuda Baruh Bahinu Binjai, Sulap Danau Jadi Objek Wisata
apahabar.com

Kalsel

Penghujung November, HST Sabet 3 Penghargaan Sekaligus
apahabar.com

Kalsel

Tapping Box, Siasat Banjarmasin Antisipasi Kecurangan Pajak
apahabar.com

Kalsel

Breaking News; Kabut Asap Parah! 7 Penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor Delay
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Banjir, Ini Data Sementara Warga Terdampak
Teratas Rawan Bencana di Kalsel, Kotabaru Dapat Atensi BNPB

Kalsel

Teratas Rawan Bencana di Kalsel, Kotabaru Dapat Atensi BNPB
apahabar.com

Kalsel

Sudahkah ‘Forum Reklamasi’ Menjawab Polemik Lubang Pasca Tambang di Kalsel?
apahabar.com

Kalsel

5 Hari Jelang Kemerdekaan, Gapura Ini Masih Berhias HUT ke-73