ga('send', 'pageview');
Kalsel Siaga Karhutla, Ring Satu Jadi Atensi FOTO: Serba Putih, Massa Tolak RUU HIP di Banjarmasin Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar! Diskotik Dilarang, Banjarmasin Bolehkan THM Lain Beroperasi Demo RUU HIP di Rumah Banjar, Ratusan Polisi Disiagakan




Home Hikmah

Kamis, 12 Maret 2020 - 05:30 WIB

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi harta warisan. Foto-KMA Mesir

Ilustrasi harta warisan. Foto-KMA Mesir

apahabar.com, JAKARTA – Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir (35-41 Hijriah/655-661 Masehi) dari kekuasaan Khulafaur Rasyidin (empat pemimpin terpilih pasca-Nabi Muhammad SAW, yakni; Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, dan Ali).

Untuk kategori anak-anak (generasi muda), Ali dikenal sebagai yang pertama masuk Islam, serta Muslim kedua setelah Khadijah binti Khuwailid.

Baca Juga: Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan

Ali tidak hanya dikenal sebagai gudang ilmu, tetapi juga keteladanannya. Di antara soal kesederhanaan yang diteladankan menantu dari Rasulullah SAW tersebut.

Di antara kisahnya seperti dilansir apahabar.com dari khazanah.republika.co.id, sebagaimana yang terjadi dengan pria paruh baya bernama ‘Ala bin Ziyad Al-Haritsi. Yang membedakannya dengan rakyat biasa adalah, ia saudagar kaya raya di masa kekhalifahan keempat, Ali bin Abi Thalib.

Baca juga :  Apakah Keluarga di Dunia Akan Kembali Berkumpul di Akhirat?

Satu hari, dia mengundang Khalifah Ali berkunjung ke rumahnya. Sang khalifah memenuhi permintaan tersebut. Sesampai di rumah pengundang, Amirul Mukminin terkagum melihat kemewahan rumah ‘Ala. Ali yang istananya sangat sederhana itu mengomentari kemewahan tersebut: “Wahai ‘Ala, apa untungnya memiliki rumah sebesar ini, padahal engkau memerlukan rumah yang lebih besar dan lebih mewah kelak di akhirat?”

Semula ‘Ala menduga menantu Nabi SAW itu biasa hidup mewah di istana karena posisinya sebagai khalifah. Tapi sahabat Ali ternyata bukanlah ‘orang dunia’. Kekuasaan yang digenggamnya tidak lebih dari sekadar sarana untuk beribadah kepada Allah. Ia menguasai dunia, tapi tidak dikuasai dunia. Perubahan terjadi pada diri ‘Ala. Amirul Mukminin tahu betul ekspresi perubahan itu. Apalagi ia tahu bila ‘Ala mendapatkan kekayaannya melalui jerih payahnya sendiri, bukan dari KKN.

Baca juga :  Manfaat Wudu Hapuskan Dosa, Begini Syarat dan Penyelasannya

Khalifah Ali lalu menyampaikan pesan: “Wahai ‘Ala, engkau bisa menjadikan rumahmu yang besar ini sebagai kendaraan yang akan mengantarkanmu ke rumah yang lebih besar di akhirat kelak.” “Bagaimana caranya, wahai Amirul Mukminin?” respon ‘Ala. “Engkau buka rumahmu untuk para tamu yang menghajatkannya, ikat silaturahim di antara kaum Muslimin, bela, dan tampakkan hak-hak kaum Muslimin di rumahmu, jadikan rumah ini sebagai tempat pemenuhan hajat saudara-saudara sesama Islam, dan jangan batasi hanya untuk kepentingan dan keserakahan dirimu semata.”.(Rep)

Baca Juga: Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Saat Imam Ar-Razi Kaitkan Ampunan dengan Surga
apahabar.com

Hikmah

Berikut 5 Saran Imam Ghazali agar Terhindar dari Bahaya Lisan
apahabar.com

Hikmah

3 dari 10 Syarat Muslimah Jadi Tetangga Rasulullah Kelak
apahabar.com

Hikmah

Hukum Puasa Ramadan bagi Pekerja Berat
apahabar.com

Hikmah

Cara Warga Naperville Hormati Komunitas Islam Saat Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Cerita Kemurahan Hati Tuan Guru Nuzhan Dalam Pagar
apahabar.com

Hikmah

Cerita Saat Kulit Khalifah Umar Menghitam dan Mengering
apahabar.com

Hikmah

Rahasia dan Manfaat Kurma Ajwa Favorit Rasulullah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com