Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

- Apahabar.com     Kamis, 12 Maret 2020 - 05:30 WITA

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Ilustrasi harta warisan. Foto-KMA Mesir

apahabar.com, JAKARTA – Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir (35-41 Hijriah/655-661 Masehi) dari kekuasaan Khulafaur Rasyidin (empat pemimpin terpilih pasca-Nabi Muhammad SAW, yakni; Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, dan Ali).

Untuk kategori anak-anak (generasi muda), Ali dikenal sebagai yang pertama masuk Islam, serta Muslim kedua setelah Khadijah binti Khuwailid.

Baca Juga: Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan

Ali tidak hanya dikenal sebagai gudang ilmu, tetapi juga keteladanannya. Di antara soal kesederhanaan yang diteladankan menantu dari Rasulullah SAW tersebut.

Di antara kisahnya seperti dilansir apahabar.com dari khazanah.republika.co.id, sebagaimana yang terjadi dengan pria paruh baya bernama ‘Ala bin Ziyad Al-Haritsi. Yang membedakannya dengan rakyat biasa adalah, ia saudagar kaya raya di masa kekhalifahan keempat, Ali bin Abi Thalib.

Satu hari, dia mengundang Khalifah Ali berkunjung ke rumahnya. Sang khalifah memenuhi permintaan tersebut. Sesampai di rumah pengundang, Amirul Mukminin terkagum melihat kemewahan rumah ‘Ala. Ali yang istananya sangat sederhana itu mengomentari kemewahan tersebut: “Wahai ‘Ala, apa untungnya memiliki rumah sebesar ini, padahal engkau memerlukan rumah yang lebih besar dan lebih mewah kelak di akhirat?”

Semula ‘Ala menduga menantu Nabi SAW itu biasa hidup mewah di istana karena posisinya sebagai khalifah. Tapi sahabat Ali ternyata bukanlah ‘orang dunia’. Kekuasaan yang digenggamnya tidak lebih dari sekadar sarana untuk beribadah kepada Allah. Ia menguasai dunia, tapi tidak dikuasai dunia. Perubahan terjadi pada diri ‘Ala. Amirul Mukminin tahu betul ekspresi perubahan itu. Apalagi ia tahu bila ‘Ala mendapatkan kekayaannya melalui jerih payahnya sendiri, bukan dari KKN.

Khalifah Ali lalu menyampaikan pesan: “Wahai ‘Ala, engkau bisa menjadikan rumahmu yang besar ini sebagai kendaraan yang akan mengantarkanmu ke rumah yang lebih besar di akhirat kelak.” “Bagaimana caranya, wahai Amirul Mukminin?” respon ‘Ala. “Engkau buka rumahmu untuk para tamu yang menghajatkannya, ikat silaturahim di antara kaum Muslimin, bela, dan tampakkan hak-hak kaum Muslimin di rumahmu, jadikan rumah ini sebagai tempat pemenuhan hajat saudara-saudara sesama Islam, dan jangan batasi hanya untuk kepentingan dan keserakahan dirimu semata.”.(Rep)

Baca Juga: Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Cerita Saat Kulit Khalifah Umar Menghitam dan Mengering
apahabar.com

Hikmah

Makna Berkurban Bagi Umat Islam
apahabar.com

Hikmah

Ini Lafal Zikir Pagi dan Petang Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Cerita Perempuan Inggris Pertama yang Menunaikan Haji
apahabar.com

Hikmah

Orang Tua yang Beruntung dalam Islam, Siapakah Mereka?
apahabar.com

Hikmah

Pendidikan Karakter Berpusat pada Hati
apahabar.com

Hikmah

Bentuk Kesederhanaan Nabi SAW: Hormati Makanan Apa Pun
apahabar.com

Hikmah

Doa Iri Hati yang Diperbolehkan, kepada Siapa Saja?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com