3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

- Apahabar.com Kamis, 12 Maret 2020 - 05:30 WIB

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Ilustrasi harta warisan. Foto-KMA Mesir

apahabar.com, JAKARTA – Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir (35-41 Hijriah/655-661 Masehi) dari kekuasaan Khulafaur Rasyidin (empat pemimpin terpilih pasca-Nabi Muhammad SAW, yakni; Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, dan Ali).

Untuk kategori anak-anak (generasi muda), Ali dikenal sebagai yang pertama masuk Islam, serta Muslim kedua setelah Khadijah binti Khuwailid.

Baca Juga: Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan

Ali tidak hanya dikenal sebagai gudang ilmu, tetapi juga keteladanannya. Di antara soal kesederhanaan yang diteladankan menantu dari Rasulullah SAW tersebut.

Di antara kisahnya seperti dilansir apahabar.com dari khazanah.republika.co.id, sebagaimana yang terjadi dengan pria paruh baya bernama ‘Ala bin Ziyad Al-Haritsi. Yang membedakannya dengan rakyat biasa adalah, ia saudagar kaya raya di masa kekhalifahan keempat, Ali bin Abi Thalib.

Satu hari, dia mengundang Khalifah Ali berkunjung ke rumahnya. Sang khalifah memenuhi permintaan tersebut. Sesampai di rumah pengundang, Amirul Mukminin terkagum melihat kemewahan rumah ‘Ala. Ali yang istananya sangat sederhana itu mengomentari kemewahan tersebut: “Wahai ‘Ala, apa untungnya memiliki rumah sebesar ini, padahal engkau memerlukan rumah yang lebih besar dan lebih mewah kelak di akhirat?”

Semula ‘Ala menduga menantu Nabi SAW itu biasa hidup mewah di istana karena posisinya sebagai khalifah. Tapi sahabat Ali ternyata bukanlah ‘orang dunia’. Kekuasaan yang digenggamnya tidak lebih dari sekadar sarana untuk beribadah kepada Allah. Ia menguasai dunia, tapi tidak dikuasai dunia. Perubahan terjadi pada diri ‘Ala. Amirul Mukminin tahu betul ekspresi perubahan itu. Apalagi ia tahu bila ‘Ala mendapatkan kekayaannya melalui jerih payahnya sendiri, bukan dari KKN.

Khalifah Ali lalu menyampaikan pesan: “Wahai ‘Ala, engkau bisa menjadikan rumahmu yang besar ini sebagai kendaraan yang akan mengantarkanmu ke rumah yang lebih besar di akhirat kelak.” “Bagaimana caranya, wahai Amirul Mukminin?” respon ‘Ala. “Engkau buka rumahmu untuk para tamu yang menghajatkannya, ikat silaturahim di antara kaum Muslimin, bela, dan tampakkan hak-hak kaum Muslimin di rumahmu, jadikan rumah ini sebagai tempat pemenuhan hajat saudara-saudara sesama Islam, dan jangan batasi hanya untuk kepentingan dan keserakahan dirimu semata.”.(Rep)

Baca Juga: Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Umat Islam Mesti Baca, Pesan Terakhir Rasulullah di Haji Wada
apahabar.com

Hikmah

Ganti Kusen Pintu, Kode Nabi Ibrahim AS untuk Nabi Ismail AS
apahabar.com

Hikmah

Umar bin Khattab dan Bayi yang Dititipkan pada Allah
apahabar.com

Hikmah

Sinead O’Connor: Alquran Menyentuh Hatiku
apahabar.com

Hikmah

Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
apahabar.com

Hikmah

Wasiat Terakhir Rasulullah SAW: Jaga Salat!
apahabar.com

Hikmah

Cerita Kemurahan Hati Tuan Guru Nuzhan Dalam Pagar
apahabar.com

Hikmah

Umar bin Khattab Tahu Tempat Abu Sufyan Menyembunyikan Uang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com