Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Raja dan Ratu Belanda Kembalikan Keris Dipanegoro ke Jokowi

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 14:40 WIB

Raja dan Ratu Belanda Kembalikan Keris Dipanegoro ke Jokowi

Presiden Jokowi dan Raja Belanda melihat bersama keris Pangeran Diponegoro yang baru saja kembali dari Belanda Foto-Antara/Hanni Sofia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kembali keris milik Pangeran Diponegoro secara simbolik dari Raja dan Ratu Belanda, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/03).

Pengembalian pusaka milik Pangeran Dipanegoro yang sempat hilang itu telah diserahkan oleh Raja Alexander melalui Dubes RI di Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja pada 3 Maret lalu. Keris berwarna kuning tersebut saat ini disimpan dalam sebuah kotak kaca.

Setelah Presiden Jokowi dan Raja Willem Alexander melakukan pernyataan pers bersama, keduanya dengan didampingi oleh Ratu Belanda dan Ibu Negara Joko Widodo mendatangi sebuah displai berupa keris yang ditempatkan dalam kotak kaca.

Keris berwarna keemasan tersebut ditempatkan tak jauh dari mimbar pidato Raja Belanda dan Presiden Jokowi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terlihat menjelaskan perihal keris tersebut kepada Presiden Jokowi dan Raja Belanda.

Keris itu dikabarkan sempat hilang dan pada akhirnya ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda. Setelah melalui penelitian panjang yang mendalam yang juga diperkuat ahli dari kedua negara.

Sebelumnya, keris itu didapatkan Pemerintah Belanda saat penangkapan Pangeran Diponegoro setelah perang besar antara 1825-1830.

Kolonel Jan-Baptist Cleerens kemudian memberikan keris Pangeran Diponegoro itu sebagai hadiah untuk Raja Willem I pada tahun 1831.

Keberadaan keris tersebut sempat menjadi teka-teki setelah Koninklijk Kabinet van Zeldzaamheden (KKZ) bubar. KKZ merupakan tempat koleksi khusus kabinet Kerajaan Belanda.

Momentum kunjungan Raja dan Ratu Belanda Belanda menjadi kesempatan baik bagi Pemerintah Belanda untuk mengembalikan benda pusaka tersebut kepada Indonesia.

“Ini merupakan kesempatan yang baik bekerja bersama untuk sebuah hubungan masa depan antara Indonesia dan Belanda. Saya sangat bersyukur bahwa sebagian besar anggota kabinet Belanda hadir bersama saya di sini,” kata Raja Belanda saat pernyataan pers bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor.(Ant)

Baca Juga: Raja dan Ratu Belanda Disambut Pasukan Berbaju Adat Nusantara

Baca Juga: Kepincut Hutan, Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng Maret

Baca Juga: Tragedi Speedboat Paspampres, Ratu Belanda Belum Tentu Datang

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terkendala Proses di BPOM, Vaksinasi Covid-19 Terancam Molor
apahabar.com

Nasional

Terkait UU Cipta Kerja, Anies: Kami Tak Bisa Sampaikan Pendapat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Geger, Mobil Tamu Terbakar di Parkir Gedung DPRD
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Menteri Kesehatan Inggris Isolasi Diri Sendiri
apahabar.com

Nasional

Komentar Tak Layak Soal Wiranto, Dosen Untidar Diperiksa Universitas
apahabar.com

Nasional

Lawan Pandemi, Jokowi Minta Masyarakat Gotong Royong dan Tetap Waspada
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Tes SKD CPNS Mulai Digelar Serentak
apahabar.com

Nasional

Sejarah Mayor Muller, Utusan Belanda yang Lenyap di Belantara Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com