BREAKING! Banjiri Kamboja Banjarmasin, Massa #SAVEKPK Long March ke DPRD Kalsel Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi

Repnas Kalsel: Perempuan Jangan Cuma Jadi Konsumen

- Apahabar.com Senin, 9 Maret 2020 - 14:19 WIB

Repnas Kalsel: Perempuan Jangan Cuma Jadi Konsumen

Ilustrasi Hari Perempuan Internasional. www.kalyanamitra.or.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Di era revolusi industri 4.0, peran perempuan Indonesia khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai masih dipandang sebelah mata.

Dalam aktivitas ekonomi, perempuan tak ubahnya hanya sebatas konsumen.

“Lapangan ekonomi digital yang terus berkembang ini harus diisi dengan perempuan Indonesia sebagai aktor aktif,” ucap Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Kalsel, Nawang Wijayati kepada apahabar.com, Senin (9/3) pagi.

Tantangan ekonomi digital ke depan, kata dia, berkaitan dengan kreatifitas dan perubahan ekonomi Indonesia yang sangat cepat.

Namun kedua tantangan itu telah berhasil dilalui. Kecuali, kreatifitas dalam konteks era digitalisasi.

“Sejauh ini, kreatifitas perempuan era digital dinilai masih kurang. Meskipun, dalam hal perubahan mereka sangat siap beradaptasi,” bebernya.

Kehalusan rasa yang dimiliki perempuan, sambung dia, terkadang menjebak kaum hawa untuk memilih kompromi dibandingkan kompetisi.

Meski begitu, bukan tak mungkin perempuan-perempuan Indonesia mampu menjadi aktor utama kompetisi dalam ekonomi digital.

“Keberhasilan perempuan untuk memenangi persaingan dalam ekonomi digital akan mampu mengatasi banyak problem ekonomi lainnya,” tegasnya.

Ketimpangan perlakuan terhadap pekerja perempuan, upah rendah, dan diskriminasi berbasis gender yang terjadi di berbagai bidang akan dapat teratasi jika mindset perempuan pun telah berubah.

“Dari pekerja yang diperlakukan tidak setara akan menjadi pengusaha yang mampu berkontribusi bagi ekonomi negara,” cetusnya.

Menurutnya, kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki sejatinya memicu kompetisi positif. Tanpa harus menabrak peran dan kodrat perempuan sebagai ibu atau istri.

“Karena dari sini kita bersama dengan laki-laki mengharapkan terbentuk sumber daya manusia yang unggul bagi Indonesia ke depannya,” tandasnya.

Baca Juga: Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Baca Juga: Sidang Kasus Video Mesum Garut, Pemeran Perempuan Dituntut 5 Tahun Penjara

Baca Juga: BNPT dan FKPT Dorong Perempuan Kalsel Jadi Agen Perdamaian

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Calon Haji Banjar Meninggal Sebelum Berangkat, Kemenag: Duit Aman
banjir

Banjarmasin

Sepekan Banjir, Warga Kebun Bunga Banjarmasin Belum Terima Bantuan Pemerintah

Kalsel

KPU Banjarmasin Dituduh Curang, Tim Hukum Ibnu-Arifin Angkat Bicara
apahabar.com

Kalsel

Sudah 50 Penderita DBD di Kabupaten Banjar, Dinkes: Ini Ancaman Real
apahabar.com

Kalsel

ODP Covid-19 di Banjarbaru Meningkat, RSD Idaman Belum Siap
apahabar.com

Kalsel

Petugas: Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV/Aids Terbanyak di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

6 Kebakaran di Banjarmasin, Kerugian Tembus Miliaran
apahabar.com

Kalsel

WNA asal Tirai Bambu Terbanyak Berada di Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com