UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

RS Murjani Sampit Dideadline Lengkapi Fasilitas RS Rujukan Corona

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 21:36 WIB

RS Murjani Sampit Dideadline Lengkapi Fasilitas RS Rujukan Corona

RS Murjani Sampit. Foto-Net

apahabar.com, PALANGKA RAYA -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mempersiapkan tiga rumah sakit (RS) rujukan virus corona atau Covid-19. Ketiga RS itu adalah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, RSUD Immanudin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat dan RSUD Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sebab dinilai mempunyai ruang isolasi yang baik, alat pelindung diri yang memadai dan petugas terlatih.

Tetapi ternyata di tengah perjalanan, RSUD Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum siap menjadi salah satu RS rujukan corona di Bumi Tambun Bungai. Padahal, sebelumnya RS ini menyatakan kesiapannya.

“Kalau untuk ruangan saja tidak siap, bagaimana? Kedua RS lain sampai bersedia mengosongkan VIP untuk Covid-19 meskipun mereka bisa saja tidak dibayar pemerintah,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, dr Suyuti Syamsul, Rabu (18/3).

Bahkan sangat disayangkan, satu pasien terduga Covid-19 dari Kabupaten Seruyan, sampai dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, yang seharusnya ke RSUD Sampit, karena jarak tempuh lebih dekat.

“Kalau mereka menyatakan siap, tentunya sudah dipenuhi persyaratan sebagai rujukan. Tapi kenyataanya sekarang malah tidak siap. Ini sangat kami sesali,” ujarnya.

Untuk itu Suyuti meminta kepada RSUD Murjani Sampit, segera melengkapi fasilitas yang diperlukan sebagai rujukan dan diberi waktu tujuh hari untuk melengkapinya.

Apabila dalam waktu yang ditentukan, tidak bisa melengkapinya, akan diusulkan mencabut SK rujukan corona untuk rumah sakit tersebut. Tak hanya itu saja, SK rujukan regional juga diusulkan.

“Kita maksimalkan saja RS Doris dan Pangkalan Bun, kalau mereka tidak siap juga. Kita punya banyak alternatif rencana darurat yang bisa dilakukan kalau pasien makin banyak,” imbuhnya.

Tercatat hingga kini, sebanyak 14 orang terduga pasien dalam pantauan (PDP) masih dirawat di ruang isolasi, 10 di RSUD Doris Silvanus dan 4 lainya di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

apahabar.com

dr Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah. Foto-apahabar.com/Tiva

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Hoaks Orang Positif Corona Beradar, Kadinkes Kalteng: Jangan Percaya
apahabar.com

Kalteng

Korban Kebakaran di Dadahup Terima Daging Kurban dari Polres
Plt Sekda Kapuas Septedy (kiri) menyerahkan SK Plt Kadis Pertanian Kapuas kepada Aswan

Kalteng

Aswan Dipercaya Jabat Pelaksana Tugas Kadis Pertanian Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Dubes Belanda Janji Temui Keluarga Korban Laka Speedboat di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Pegawai Kelurahan Panamas Kapuas di Rapid Test, Hasilnya…
Air PDAM

Kalteng

Januari 2021, Pembayaran Rekening Air PDAM Kapuas Tak Lagi Gratis
apahabar.com

Kalteng

Barito Utara Mulai Diselimuti Kabut Asap
apahabar.com

Kalteng

Pimpinan Baznas Kalteng Dilantik, Inilah Pesan Gubernur Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com