Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Ekbis

Kamis, 26 Maret 2020 - 10:50 WIB

Rupiah Kamis Pagi Menguat 20 Poin

Aam - Apahabar.com

Ilustrasi oetugas sedang memperlihatkan mata uang rupiah di atas dolar AS. Foto: Antara

Ilustrasi oetugas sedang memperlihatkan mata uang rupiah di atas dolar AS. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat 210 poin atau 1,27 persen menjadi Rp16.290 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS, Kamis (25/3) pagi.

Sebelumnya, positifnya pergerakan rupiah yang tercatat Selasa lalu diiringi penguatan mayoritas mata uang regional Asia.

“Penguatan rupiah lebih karena faktor teknikal dan dijaga oleh Bank Indonesia. Selain itu karena data virus Corona diumumkan setelah pasar tutup,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir Antara.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga telah berterima kasih kepada para eksportir yang turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah dan bergerak stabil di pasar valas.

Baca juga :  Lion Air Kalselteng Yakin Tak Terpengaruh Tarif Batas Atas

“Terima kasih kepada eksportir yang sudah memasok dolar ke pasar valas sehingga hari ini nilai tukar bergerak stabil di pasar valas,” katanya dalam konferensi video di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, bank sentral mencermati penawaran dan permintaan sudah berjalan baik di pasar valas sehingga mendorong nilai tukar rupiah diklaim cukup stabil.

“Kami pastikan BI terus berada di pasar memantau secara baik, dan mengintervensi atau stabilisasi nilai tukar yang diperlukan,” imbuhnya.

BI, kata dia, salah satunya melakukan tiga intervensi dalam stablisasi nilai tukar rupiah di antaranya melalui pasar tunai atau spot, Domestik Non Deliverable Forward (DNDF) dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga :  Lagi, Rupiah Terkoreksi Seiring Melemahnya Ekspektasi Suku Bunga the Fed

Untuk SBN, bank sentral itu membeli SBN yang dilepas oleh investor asing di pasar sekunder Rp168 triliun untuk menginjeksi likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.

Selain itu, BI juga memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

Sementara itu, kurs tengah BI pada Selasa menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp16.486 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya pada posisi Rp16.608 per dolar AS.

Rupiah sebelumnya sempat menguat pada Selasa pagi pada posisi Rp16.505 per dolar AS.

Meski menguat namun rupiah ditutup melemah 75 poin menjadi Rp16.500 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Lirik Kebiasaan ‘Urang Banjar’ Suka Perhiasan, Frank & co Buka di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Diminta Percepat Pengembangan Kawasan Halal
apahabar.com

Ekbis

Meningkatnya Kekhwatiran Terhadap Covid-19, Rupiah Ditutup Melemah 148 Poin
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Wabah Virus Corona, Rupiah Masih Melemah
apahabar.com

Ekbis

Keringanan Pembayaran Pajak Bermotor, Daerah Raup Rp5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Wabah Covid-19, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif
apahabar.com

Ekbis

Ini Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir
apahabar.com

Ekbis

Di Depan Ratusan Pimpinan Ponpes Kalsel, Deputi Gubernur BI Bicara Ekonomi dan Keuangan Syariah