ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Ekbis

Kamis, 26 Maret 2020 - 10:50 WIB

Rupiah Kamis Pagi Menguat 20 Poin

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi oetugas sedang memperlihatkan mata uang rupiah di atas dolar AS. Foto: Antara

Ilustrasi oetugas sedang memperlihatkan mata uang rupiah di atas dolar AS. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat 210 poin atau 1,27 persen menjadi Rp16.290 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS, Kamis (25/3) pagi.

Sebelumnya, positifnya pergerakan rupiah yang tercatat Selasa lalu diiringi penguatan mayoritas mata uang regional Asia.

“Penguatan rupiah lebih karena faktor teknikal dan dijaga oleh Bank Indonesia. Selain itu karena data virus Corona diumumkan setelah pasar tutup,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir Antara.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga telah berterima kasih kepada para eksportir yang turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah dan bergerak stabil di pasar valas.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Duta Mall Rutin Rapid Test Karyawan

“Terima kasih kepada eksportir yang sudah memasok dolar ke pasar valas sehingga hari ini nilai tukar bergerak stabil di pasar valas,” katanya dalam konferensi video di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, bank sentral mencermati penawaran dan permintaan sudah berjalan baik di pasar valas sehingga mendorong nilai tukar rupiah diklaim cukup stabil.

“Kami pastikan BI terus berada di pasar memantau secara baik, dan mengintervensi atau stabilisasi nilai tukar yang diperlukan,” imbuhnya.

BI, kata dia, salah satunya melakukan tiga intervensi dalam stablisasi nilai tukar rupiah di antaranya melalui pasar tunai atau spot, Domestik Non Deliverable Forward (DNDF) dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga :  10 Agustus, Taspen Banjarmasin Mulai Bayar Gaji ke-13 Pensiunan

Untuk SBN, bank sentral itu membeli SBN yang dilepas oleh investor asing di pasar sekunder Rp168 triliun untuk menginjeksi likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.

Selain itu, BI juga memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

Sementara itu, kurs tengah BI pada Selasa menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp16.486 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya pada posisi Rp16.608 per dolar AS.

Rupiah sebelumnya sempat menguat pada Selasa pagi pada posisi Rp16.505 per dolar AS.

Meski menguat namun rupiah ditutup melemah 75 poin menjadi Rp16.500 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Kebutuhan BBM dan Elpiji di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Pemilu Selesai, Pengamat: Pasar Beri Respon Positif
apahabar.com

Ekbis

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Datang, Bandara Syamsudin Noor Diharap Segera Beroperasi
Saham China Menuju Kenaikan Empat Hari Berturut

Ekbis

Saham China Menuju Kenaikan Empat Hari Berturut
apahabar.com

Ekbis

Gapki: Ekspor Minyak Sawit Indonesia Naik 13 Persen pada September
apahabar.com

Ekbis

Awal Maret, Harga Emas Naik Jadi Rp 810.000 per Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com