Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Rupiah Menguat, Terdongkrak Kebijakan The Fed Turunkan Suku Bunga

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 19:33 WIB

Rupiah Menguat, Terdongkrak Kebijakan The Fed Turunkan Suku Bunga

Foto-Ilustrasi

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (10/3), menguat seiring proyeksi penurunan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah ditutup menguat 41 poin atau 1,05 persen menjadi Rp 14.352 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 14.393 per dolar AS.

“Ada harapan The Federal Reserve akan dipaksa untuk memberikan pemotongan suku bunga besar untuk meredam dampak dari virus corona,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) ketika para pembuat kebijakan berkumpul pada 17-18 Maret mendatang dan memotong 50 bps lagi pada pertemuan 28-29 April, ke kisaran 0 persen hingga 0,25 persen, yang terakhir terjadi pada 2015 lalu.

Selain itu, ada optimisme bahwa stimulus fiskal baru untuk mendorong langkah-langkah pertumbuhan ekonomi, akan termasuk dalam anggaran Inggris mendatang. Bank sentral Inggris Bank of England juga diprediksi akan mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 50 bps pada April nanti.

Dari domestik, para analis memperkirakan defisit APBN akan melebar seiring laporan bertambahnya kasus COVID-19 di Indonesia. Kementerian Keuangan memproyeksi defisit APBN tahun ini berpotensi naik pada level 2,2 persen hingga 2,5 persen seiring dengan ketidakpastian ekonomi akibat wabah tersebut.

Hingga Selasa, jumlah korban jiwa akibat COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai total lebih dari 4.000 jiwa, seperti dikutip dari Worldometers.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.390 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.298 per dolar AS hingga Rp14.412 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.411 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.342 per dolar AS.(ant)

Baca Juga: Menkeu: Keputusan MA Pengaruhi Keberlanjutan BPJS Kesehatan

Baca Juga: Indonesia-Belanda Capai Kerja Sama Bisnis Senilai 1 Miliar Dolar

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Cerita Perwira Polisi di Kotabaru Nyambi Jualan Ubi Madu
apahaabr.com

Ekbis

Jelang Natal dan Tahun Baru, Garuda Indonesia Perkirakan Kenaikan Penumpang di Banjarmasin
Honda CRF 150 L

Ekbis

Laris Manis, Beli Honda CRF 150 Mesti Menunggu Sebulan
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Jamin Tarif Listrik Nonsubsidi Tak Naik
apahabar.com

Ekbis

Berikut 2 Model Motor Honda Paling Laris Sepanjang 2020
Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS

Ekbis

Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS
apahabar.com

Ekbis

Pengamat: Pertanian Indonesia “Mati Rasa”
apahabar.com

Ekbis

Dukung PSBB, Toyota Hentikan Produksi 5 Hari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com