Catat! 3 Lokasi Pos Jaga PPKM Level IV di Banjarmasin PPKM Level IV, Banjarmasin Dirundung Sederet Masalah Resmi Direvisi! PPKM Level 4 Banjarmasin Hanya Berlaku Hingga 2 Agustus Dear Warga Banjarmasin! Siapkan Kartu Vaksinasi Sebelum Ditanya Petugas PPKM Level 4 Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

Saat Nabi Muhammad SAW Menunda Ibadah

- Apahabar.com     Jumat, 20 Maret 2020 - 04:45 WITA

Saat Nabi Muhammad SAW Menunda Ibadah

Ilustrasi. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa mu”. Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (QS 3:31)

Pada tahun ke-6 Hijrah, Nabi SAW beserta para sahabat dalam jumlah yang besar bertolak dari Madinah dengan membawa 70 ekor unta untuk dijadikan hewan kurban. Niat beliau dan para sahabat adalah melaksanakan ibadah haji yang pertama bagi umat Islam secara besar-besaran.

Saat itu Kakbah di kota Makkah masih dikuasai oleh kaum Quraisy yang musyrik yang jelas-jelas memusuhi Nabi dan para sahabat. Di tengah perjalanan, tepatnya di Hudaibiyah, Nabi dan para sahabat mendapatkan kabar kaum Quraisy Makkah menolak kedatangan Nabi SAW dan rombongan. Alasannya, rombongan Nabi bukan berniat berhaji, namun hendak berperang menyerang penduduk Makah.

Kepada utusan Quraisy yang membawa pesan itu, Nabi meyakinkan rombongan itu semata-mata untuk ibadah haji. Agar lebih yakin lagi, Nabi memotong sebagian unta yang dibawa untuk kurban dan sekaligus menunjukkan kepada utusan tersebut bahwa rombongan tidak membawa senjata perang.

Namun, kaum Quraisy tetap tidak membolehkan Nabi dan para sahabatnya memasuki kota Makah. Mereka baru akan mengizinkan Nabi melaksanakan ibadah haji tahun berikutnya. Akhirnya Nabi menerima permintaan itu.

Inilah tauladan Nabi yang penuh kesabaran, memiliki kestabilan emosi untuk tidak memaksakan kehendak dalam beribadah. Demi menjaga kedamaian beliau mengambil sikap bersahabat. Yang paling penting bagi beliau adalah sikap dan langkah beliau ini mendapat ridha dari Allah SWT.

Hikmah yang dapat kita ambil dan kisah yang mulia tersebut adalah tak perlu kita memaksakan waktu kegiatan ibadah seperti doa bersama secara besar-besaran di lapangan yang luas, apalagi ini tidak wajib, di tengah-tengah masyarakat yang justru khawatir akan dampak negatif kegiatan itu.

Mari kita ikuti Nabi, kalau kita ingin memperoleh ridha Allah SWT. Wallahu a’lamu bish-showab.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Kisah Abu Lahab yang Gembira atas Kelahiran Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

UAS Jelaskan Hadis Kejadian 15 Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Belajar dari Sayidina Umar bin Khattab, di Mata Hukum Semua Setara
apahabar.com

Hikmah

Membaca Alquran Suara Keras dan Lembut, Mana yang Lebih Baik?
apahabar.com

Hikmah

Abdullah bin Abbas, Masuk Islam di Usia Muda
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Misterius Tiga Malam, Perempuan Filipina Ini Mantap Memeluk Islam
apahabar.com

Hikmah

Cara Warga Naperville Hormati Komunitas Islam Saat Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Tata Cara Salat Istisqa untuk Minta Hujan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com