Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik

- Apahabar.com Senin, 9 Maret 2020 - 16:18 WIB

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik

Harga gula di Kabupaten Tanah Bumbu sudah tiga kali naik selama sepekan ini. Foto-apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Kenaikan harga gula pasir di pasaran menjadi perbincangan yang ramai.

Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, harga gula sudah tiga kali mengalami kenaikan.

“Dalam seminggu ini sudah ada tiga kali kenaikan harga gula,” ungkap Rahman salah satu pemilik kios di Simpang Empat, Senin (9/3).

Awalnya, kata dia, harga gula pasir dijual cuman Rp12,5 ribu rupiah per kilogramnya. Namun, harganya sekarang sudah tembus Rp18 ribu/kg bahkan lebih.

“Awalnya hanya Rp12,5 ribu per kilo, naik menjadi Rp16 ribu, kemudian Rp17 ribu dan terakhir ini naik jadi Rp18 ribu,” terangnya.

Rahman menduga kenaikan harga ini merupakan permainan pedagang yang sengaja menyimpan stok, dan menaikan harga gula.

“Kita curiga ada permainan perdagangan, saya harap pemerintah atau pihak terkait menyelidikinya, sehingga harga bisa dikembalikan seperti semula,” harapnya.

Kepala Dinas Perdangan dan Industri Tanah Bumbu, H Deny Haryanto tak menampik adanya kenaikan gula pasir.

Namun, kata dia, kenaikan itu juga terjadi di sejumlah daerah lain.

Pemerintah pusat disebut sedang mengimpor 438.000 ton gula untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Dari laporan Disdagri Tanbu, harga gula di Pasar Simpang Empat adalah Rp16.500 s/d Rp17.000 per kilogram dan per karungnya hari ini di distributor Rp797.000 atau Rp15.940 per kilogram.

“Berangsur turun dari Rp820.000 per karung atau Rp16.400 kilogram pada minggu lalu,” terang H Deny ujarnya kepada apahabar.com, Senin (9/3).

Disdagri, kata dia, juga sudah melakukan sidak pada 5 dan 6 Maret kemarin.

“Kita berikan imbauan kepada pedagang untuk menjual barangnya dengan harga yang wajar,” tegasnya.

H Deny menambahkan selanjutnya Disdagri bersama dengan Satgas Pangan Kabupaten Tanah Bumbu akan melakukan pengecekan ke gudang distributor untuk mengetahui persediaan dan harga di tingkat distributor.

“Kemudian akan dibandingkan dengan harga di pasaran,” jelas dia.

Kepada para pedagang, pihaknya akan melakukan tindakan hukum apabila didapati melakukan penimbunan barang untuk mencari keuntungan dalam kesempatan.

“Sementara belum ada, kalau ada maka akan kita tindak,” pungkasnya.

Baca Juga: Warga Muara Teweh Keluhkan Kenaikan Harga Gula Pasir

Reporter: Syahriadi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Daftar Harga BBM Sepanjang Maret 2020
apahabar.com

Ekbis

Menguat di Awal Pekan, IHSG Tembus Level Psikologis 5.000
apahabar.com

Ekbis

Lepas Saham di Inter Milan, Erick Thohir Raup Triliunan Rupiah?
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Pastikan Premium dan Solar Tak Naik
apahabar.com

Ekbis

Trump Dimakzulkan DPR, Performa Ekonomi AS Menguat
apahabar.com

Ekbis

Saham di Wall Street Jatuh, Indeks Dow Jones Merosot 130,4 Poin
apahabar.com

Ekbis

Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Beroperasi Bulan Depan
apahabar.com

Ekbis

Gagal Bayar Utang, Pendiri Ponsel Cina Dilarang Naik Pesawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com