BREAKING! Banjiri Kamboja Banjarmasin, Massa #SAVEKPK Long March ke DPRD Kalsel Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik

- Apahabar.com Senin, 9 Maret 2020 - 16:18 WIB

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik

Harga gula di Kabupaten Tanah Bumbu sudah tiga kali naik selama sepekan ini. Foto-apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Kenaikan harga gula pasir di pasaran menjadi perbincangan yang ramai.

Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, harga gula sudah tiga kali mengalami kenaikan.

“Dalam seminggu ini sudah ada tiga kali kenaikan harga gula,” ungkap Rahman salah satu pemilik kios di Simpang Empat, Senin (9/3).

Awalnya, kata dia, harga gula pasir dijual cuman Rp12,5 ribu rupiah per kilogramnya. Namun, harganya sekarang sudah tembus Rp18 ribu/kg bahkan lebih.

“Awalnya hanya Rp12,5 ribu per kilo, naik menjadi Rp16 ribu, kemudian Rp17 ribu dan terakhir ini naik jadi Rp18 ribu,” terangnya.

Rahman menduga kenaikan harga ini merupakan permainan pedagang yang sengaja menyimpan stok, dan menaikan harga gula.

“Kita curiga ada permainan perdagangan, saya harap pemerintah atau pihak terkait menyelidikinya, sehingga harga bisa dikembalikan seperti semula,” harapnya.

Kepala Dinas Perdangan dan Industri Tanah Bumbu, H Deny Haryanto tak menampik adanya kenaikan gula pasir.

Namun, kata dia, kenaikan itu juga terjadi di sejumlah daerah lain.

Pemerintah pusat disebut sedang mengimpor 438.000 ton gula untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Dari laporan Disdagri Tanbu, harga gula di Pasar Simpang Empat adalah Rp16.500 s/d Rp17.000 per kilogram dan per karungnya hari ini di distributor Rp797.000 atau Rp15.940 per kilogram.

“Berangsur turun dari Rp820.000 per karung atau Rp16.400 kilogram pada minggu lalu,” terang H Deny ujarnya kepada apahabar.com, Senin (9/3).

Disdagri, kata dia, juga sudah melakukan sidak pada 5 dan 6 Maret kemarin.

“Kita berikan imbauan kepada pedagang untuk menjual barangnya dengan harga yang wajar,” tegasnya.

H Deny menambahkan selanjutnya Disdagri bersama dengan Satgas Pangan Kabupaten Tanah Bumbu akan melakukan pengecekan ke gudang distributor untuk mengetahui persediaan dan harga di tingkat distributor.

“Kemudian akan dibandingkan dengan harga di pasaran,” jelas dia.

Kepada para pedagang, pihaknya akan melakukan tindakan hukum apabila didapati melakukan penimbunan barang untuk mencari keuntungan dalam kesempatan.

“Sementara belum ada, kalau ada maka akan kita tindak,” pungkasnya.

Baca Juga: Warga Muara Teweh Keluhkan Kenaikan Harga Gula Pasir

Reporter: Syahriadi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”
apahabar.com

Ekbis

Dear Pelaku Usaha, RPP Izin Usaha Berisiko Sudah Rampung
apahabar.com

Ekbis

BI Taksir Aliran Modal Asing Bergerak Deras ke Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Pukul Sektor Udara, Lion Air Pangkas Ribuan Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Garang Abis, Spesifikasi Yamaha XSR yang Mejeng di Duta Mal
apahabar.com

Ekbis

Bursa Global Turun, IHSG Awal Pekan Diperkiran Ikut Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Tanpa Ongkir, Permintaan Gula Pasir di Pasar Daring Mulai Membeludak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com