Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Seruyan Jadi Kabupaten Pertama Anti-Money Politics di Kalteng

- Apahabar.com Rabu, 4 Maret 2020 - 16:29 WIB

Seruyan Jadi Kabupaten Pertama Anti-Money Politics di Kalteng

Ketua Bawaslu RI Abhan didampingi Wakil Bupati Seruyan Iswanti, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah serta Ketua Bawaslu Seruyan saat disambut dengan pakaian adat Dayak di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Senin (2/3/2020). Foto-Antara

apahabar.com, KUALAPEMBUANG – Kabupaten Seruyan menjadi daerah pertama di Kalimantan Tengah yang memiliki Desa APU atau Anti Politik Uang. Desa itu, yakni Bangun Harja di Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

“Saya sangat mengapresiasi pembentukan desa APU pertama kalinya di Kalteng ini,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) di Kuala Pembuang, dilansir Antara, Rabu (3/3).

Pembentukan Desa APU sebagai upaya bersama masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat. Langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh desa-desa lain yang berada di Kalimantan Tengah.

Menurut Abhan, kegiatan ini adalah wujud nyata kontribusi masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah pada 23 September 2020.

Komitmen yang sama juga diterapkan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif.

Dia berharap kesuksesan pilkada serentak 2019 bisa terulang kembali pada pilkada serentak 2020. Untuk itu dia mengimbau masyarakat turut mendukung upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan harapan tersebut.

Dia berpendapat, pilkada akan sukses jika didukung oleh tiga hal. Pertama, bagi penyelenggara yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu agar mempunyai integritas. Penyelenggara pemilu harus independen dan profesional serta bekerja atas dasar undang-undang.

Kedua, dukungan dari peserta pilkada yakni menunjukkan integritas dengan mematuhi semua aturan yang ada. Peserta pemilu tidak boleh melakukan politik uang, ujaran kebencian, isu sara dan lainnya. Jangan menghalalkan segala cara untuk menang hanya untuk kepentingan praktis.

Ketiga, hal yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari masyarakat atau pemilih yang mempunyai hak pilih untuk suksesnya Pilkada 2020.

Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan Iswanti sangat mengapresiasi pemerintah dan masyarakat desa Bangun Harja serta Bawaslu Seruyan yang telah menunjuk Desa Bangun Harja sebagai desa percontohan desa anti politik uang.

“Kita harapkan melalui komitmen seperti ini, kita mampu menciptakan pilkada yang berintegritas dan bermartabat,” demikian Iswanti.

Baca Juga: Pilbup Banjar Dilaunching, Money Politics Jadi Atensi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalteng

Tak Terima Dipukul Tanpa Alasan, Yusup Membacok Lawannya dengan Membabi Buta
apahabar.com

Kalteng

Polresta Palangka Raya Tempatkan Petugas di RS Rujukan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Intensitas Hujan Tinggi, Barut Terendam Lagi

Kalteng

Ketua DPRD Kapuas Ardiansah Siap Divaksin Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Laka Maut di Teweh: Pasutri Tewas Mengenaskan, Mayat Bergelimpangan di Jalan
apahabar.com

Kalteng

Pasien Covid-19 Meninggal di Muara Teweh Bertambah
apahabar.com

Kalteng

Penerimaan Bintara Polri 2020, Polres Kapuas Teken Pakta Integritas
apahabar.com

Kalteng

Disdukcapil Kapuas Kalteng Jemput Bola Pembuatan Administrasi Kependudukan di Desa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com