Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Seruyan Jadi Kabupaten Pertama Anti-Money Politics di Kalteng

- Apahabar.com     Rabu, 4 Maret 2020 - 16:29 WITA

Seruyan Jadi Kabupaten Pertama Anti-Money Politics di Kalteng

Ketua Bawaslu RI Abhan didampingi Wakil Bupati Seruyan Iswanti, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah serta Ketua Bawaslu Seruyan saat disambut dengan pakaian adat Dayak di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Senin (2/3/2020). Foto-Antara

apahabar.com, KUALAPEMBUANG – Kabupaten Seruyan menjadi daerah pertama di Kalimantan Tengah yang memiliki Desa APU atau Anti Politik Uang. Desa itu, yakni Bangun Harja di Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

“Saya sangat mengapresiasi pembentukan desa APU pertama kalinya di Kalteng ini,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) di Kuala Pembuang, dilansir Antara, Rabu (3/3).

Pembentukan Desa APU sebagai upaya bersama masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat. Langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh desa-desa lain yang berada di Kalimantan Tengah.

Menurut Abhan, kegiatan ini adalah wujud nyata kontribusi masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah pada 23 September 2020.

Komitmen yang sama juga diterapkan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif.

Dia berharap kesuksesan pilkada serentak 2019 bisa terulang kembali pada pilkada serentak 2020. Untuk itu dia mengimbau masyarakat turut mendukung upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan harapan tersebut.

Dia berpendapat, pilkada akan sukses jika didukung oleh tiga hal. Pertama, bagi penyelenggara yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu agar mempunyai integritas. Penyelenggara pemilu harus independen dan profesional serta bekerja atas dasar undang-undang.

Kedua, dukungan dari peserta pilkada yakni menunjukkan integritas dengan mematuhi semua aturan yang ada. Peserta pemilu tidak boleh melakukan politik uang, ujaran kebencian, isu sara dan lainnya. Jangan menghalalkan segala cara untuk menang hanya untuk kepentingan praktis.

Ketiga, hal yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari masyarakat atau pemilih yang mempunyai hak pilih untuk suksesnya Pilkada 2020.

Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan Iswanti sangat mengapresiasi pemerintah dan masyarakat desa Bangun Harja serta Bawaslu Seruyan yang telah menunjuk Desa Bangun Harja sebagai desa percontohan desa anti politik uang.

“Kita harapkan melalui komitmen seperti ini, kita mampu menciptakan pilkada yang berintegritas dan bermartabat,” demikian Iswanti.

Baca Juga: Pilbup Banjar Dilaunching, Money Politics Jadi Atensi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sabu

Kalteng

Lagi, Gegara Sabu Oknum Sekuriti PBS di Kapuas Diciduk Polisi
Banjir Palangka Raya

Kalteng

Banjir Palangka Raya, Ribuan Warga Kelurahan Langkai Terdampak
apahabar.com

Kalteng

Pilkades di Barut Memanas, Pendukung Petahana Geruduk Kantor DPRD
apahabar.com

Kalteng

Pria Pemilik KTP Ganda Tipu Warga Kobar Rp1,2 M
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: 429 Orang Sembuh, 6 Masih Dirawat
Bukit Rawi Kalteng

Kalteng

Banjir Gelombang Kedua di Bukit Rawi Kalteng, Lalu Lintas & Proyek Jembatan Terganggu
apahabar.com

Kalteng

Kebakaran Pasar Pujon, Legislator Ini Sayangkan Pemkab Kapuas Batalkan Pengadaan Mobil Damkar
apahabar.com

Kalteng

Siswa Belajar via Daring, Polsek Kapuas Timur Siapkan Wifi Gratis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com