Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob

Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya

- Apahabar.com     Rabu, 4 Maret 2020 - 19:56 WITA

Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya

Pegawai di salah satu apotek di Jalan RTA Milono Palangka Raya, mengaku masker dibatasi pembeliannya. Foto-apahabar.com/Tiva Rianthy

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kabar mengenai dua warga negara Indonesia positif virus corona sontak membuat masyarakat panik dan mulai berburu masker dan antiseptik di sejumlah aptotek dan toko ritel di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Namun, saat ditelusuri apahabar.com, Rabu (04/03) ternyata di beberapa tempat, untuk masker sudah lama menghilang di pasaran, sejak merebaknya Covid-19 di Wuhan.

Walaupun masih ada, harga melonjak tajam dan hanya dijual secara eceran. Sebab tidak ada lagi pengiriman dari distributor di Jakarta.

Salah satu penjaga toko di apotik di kawasan RTA Milono Palangka Raya, mengungkapkan sebelum virus corona masuk ke Indonesia, kendati masker langka, tetapi masih ada persediaan untuk dijual per kotak ke konsumen.

Walaupun harganya melonjak hampir empat kali lipat. Sebelumnya, saat masih memiliki stok, sempat menjual masker seharga Rp 150 ribu sampai di atas Rp 200 Rrbu per kotak isi 50 lembar, tergantung merek.

Padahal, harga normalnya hanya berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu per kotak. Tapi sekarang sudah tidak ada stok per kotak yang bisa lagi dijual.

Kini, masker hanya dijual per satuan, seharga Rp 7.500 ribu. Sedangkan sebelum wabah corona, harganya hanya Rp 1.000 sampai Rp 2000 per masker. Tapi pembelian dibatasi paling banyak 5 lembar masker.

Kelangkaan yang sama juga terjadi pada antiseptik. Padahal barang ini tidak diburu masyarakat. Namun sejak corona masuk Indonesia, sulit ditemui di pasaran.

Ian salah satu pegawai toko ritel di Jalan G Obos Palangka Raya mengatakan, awalnya antiseptik di pajang di etalase. Tapi karena semakin banyak masyarakat mencari dan membeli dalam jumlah banyak, akhirnya hand sanitizer ini diletakkan di depan kasir dan dibatasi pembeliannya.

apahabar.com

Pegawai di salah satu toko ritel di Jalan G Obos Palangka Raya sudah dibatasi pembelian antiseptik. Foto-apahabar.com/Tiva Rianthy

Baca Juga: Eks Kadis Transmigrasi Kapus Tertunduk Malu Saat Jumpa Pers

Baca Juga: Seruyan Jadi Kabupaten Pertama Anti-Money Politics di Kalteng

Baca Juga: Isu Corona Meluas, Masker di Apotek Muara Teweh Habis

Baca Juga: Tiga Nama Calon Ketua Golkar Kalteng Mencuat, Apa Harapannya?

Reporter: Ahc23
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bazar UMKM

Kalteng

Kadin Gelar Bazar UMKM, Sekda Kapuas Beri Apresiasi
apahabar.com

Kalteng

Pencuri di Kalteng Tewas Dimassa, Polisi Dalami Saksi
apahabar.com

Kalteng

Diduga Gangguan Psikologis, Ibu Muda Tinggalkan 2 Anaknya di Rumjab Bupati
apahabar.com

Kalteng

10 WBP Lapas Kelas II B Muara Teweh Dapat Remisi Hari Raya Nyepi

Kalteng

PT Telkom Kapuas Kalteng Programkan Mobile Internet Kapal Susur
Vaksinasi Covid-19

Kalteng

Update Vaksinasi Covid-19 Kapuas: 1.991 Orang Nakes Sudah Divaksin
Sabu

Kalteng

Satnarkoba Polres Barut Ringkus Satu Pemain Sabu
Kapuas

Kalteng

Sanggar Senam dan Arena Futsal di Kapuas Sementara Ditutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com