Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang

- Apahabar.com Selasa, 3 Maret 2020 - 17:50 WIB

Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang

Kendati banjir berpotensi tidak terulang, BPBD Barito Kuala tetap memantau intensitas hujan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Resmi berakhir 2 Maret 2020, status siaga darurat banjir di Barito Kuala belum diperpanjang.

Sebelumnya diperkirakan banjir terjadi pertengahan Januari hingga awal Februari 2020, seiring peningkatan intensitas hujan.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Beri Atensi WNA China di Tabalong, Kok Bisa?

Kewaspadaan pun mulai ditingkatkan, mengingat sejumlah kawasan di Banjar, Hulu Sungai Utara dan Tapin sudah direndam banjir.

Biasanya limpasan banjir dari ketiga kabupaten tersebut yang menyebabkan Kuripan, Tabukan, Jejangkit dan Mandastana tergenang banjir.

Banjir paling parah terjadi 2015, ketika Kuripan tergenang air setinggi 75 sentimeter dan Jejangkit mencapai 1 meter.

Namun hingga awal Maret 2020, ketinggian air belum melebihi batas toleransi. Situasi inilah yang membuat Batola belum memperpanjang status siaga darurat banjir.

“Terhitung sejak 2 Maret 2020, status siaga darurat banjir sudah selesai dan belum diperpanjang,” papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, Sumarno, Selasa (3/3).

“Namun demikian, situasi dan kondisi terus dipantau. Seandainya hujan terus-menerus, status tersebut dapat diaktifkan kembali,” sambungnya.

Seandainya status siaga darurat banjir kembali diaktifkan, semua sarana dan prasarana pun tinggal diterjunkan.

“Sebagai bentuk persiapan, sudah tersedia berbagai peralatan seperti perahu karet, speed boat, tenda pengungsian, serta rencana kontijensi menghadapi banjir yang berisi sejumlah penugasan,” tegas Sumarno.

Selain BPBD, pihak yang terlibat antara lain Kodim 1005 Marabahan, Polres Batola, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, hingga relawan yang berjumlah ratusan orang.

Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Apindo Kalsel Soal Pernyataan Menkes

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Setop Pendaftaran Haji, Kemenag Banjar Hanya Terima Pelunasan
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu Bertambah 8 Orang
apahabar.com

Kalsel

Tekan Pungli, Pemkab HST Perkuat Sinergitas
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Kesiapan Pilkada 2020, Paman Birin Sambangi KPU dan Bawaslu
apahabar.com

Kalsel

Pegunungan Meratus Berstatus Geopark Nasional
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Haul Guru Sekumpul, Kalimantan Selatan Kembali Hujan
apahabar.com

Kalsel

Simak Alasan Kepala RSUD H Hasan Basry Kandangan Tutup IGD
apahabar.com

Kalsel

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pekapuran Laut Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com