Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Siasati Kelangkaan APD, BLK Kalsel Produksi Masker Secara Massal

- Apahabar.com Kamis, 26 Maret 2020 - 11:36 WIB

Siasati Kelangkaan APD, BLK Kalsel Produksi Masker Secara Massal

Siswa pelatihan BLK Kalsel memproduksi masker kain untuk penanggulangan wabah Covid-19 Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Untuk mengantisipasi kelangkaan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis dalam melakukan penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel memproduksi secara mandiri masker non medis berbahan kain.

“Jadi, masker yang sudah jadi dari BLK seluruh indonesia nantinya di tampung di BLK Bekasi untuk kemudian dibagikan kepada tim medis di daerah-daerah yang membutuhkan,” ucap Kepala BLK Kalsel Suhirman saat ditemui di Kantor BLK, Kamis (26/3).

Program dadakan ini dikerjakan oleh siswa pelatihan pada kelas program kejuruan menjahit. Dalam satu hari, 16 siswa dapat memproduksi masker kain hingga sebanyak 300 buah. Dikerjakan sejak Selasa lalu, pembuatan masker kain ini ditargetkan mencapai seribu masker.

“Sifatnya bantuan. Tapi Kepala BLK menginfokan ada permintaan juga dari dinas, mungkin setelah ini lanjut produksinya,” ungkap Instruktur Pelatih BLK Kalsel, Sutasman menambahkan.

Untuk menjaga sterilisasi, setelah dijahit masker kain akan melalui proses pencucian hingga dipastikan memenuhi standar untuk digunakan dan dibagikan ke masyarakat secara layak.

Untuk bahan dasar, BLK Kalsel menggunakan kain katun Oxford yang telah memenuhi standar pemakaian untuk masker kain.

“Kita sterilisasi, cuci, masukkan laundry baru dibagikan,” terangnya

Karena bersifat mendadak, BLK Kalsel belum menentukan apakah akan memproduksi lebih lanjut untuk dikomersilkan. Namun, pihaknya telah melakukan survei dalam menentukan harga agar tidak memberatkan konsumen saat dijual nantinya.

“Saya sudah survei cari info. Kalau di Jawa sudah menjual 6-7 ribu per satunya,” pungkasnya

Reporter : Musnita Sari
Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Polemik Peternakan Babi di Banjarbaru, DPRD: Kebanyakan Surat-suratan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Armada Dishub Banjarbaru Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Rapat Perdana Satgas Covid-19 Banjarbaru, Bahas Surat Rekomendasi Kegiatan Masyarakat di Tengah Pandemi
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Hari Pertama Ajaran Baru, Nadjmi Kunjungi Sekolah
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Tanpa Ampun, Abai Masker di Banjarbaru Denda Puluhan Ribu Rupiah
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Di Market Day, Wali Kota Nadjmi Bicara Pendidikan Berkarakter
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Wawali Resmikan Masjid Miftahul Ikhsan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kabar Baik, 11 Pasien di Banjarbaru dari Klaster Gowa Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com