2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Sopir Angkot Geruduk DPRD Kotabaru, Resah Angkutan Desa Masuk Kota

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 22:29 WIB

Sopir Angkot Geruduk DPRD Kotabaru, Resah Angkutan Desa Masuk Kota

Puluhan sopir angkot protes, mereka menuntut agar angkutan pedesaan tidak diizinkan masuk membawa penumpang ke dalam kota di Kotabaru, Senin siang. apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Puluhan sopir angkutan kota (Angkot) resah. Mereka pun mendatangi gedung DPRD Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (2/3).

Pantauan apahabar.com, kedatangan mereka rupanya sebagai bentuk protes. Sambil membawa serta angkot, mereka ‘berbaris’ di halaman Gedung DPRD siang tadi.

Menariknya lagi, ungkapan kekecewaan juga dituangkan mereka dalam bentuk poster yang ditempel di masing-masing angkot.

Tulisan itu berbunyi, “Kepala Dinas Perhubungan bertindak sewenang-wenang.” Mereka menuntut agar angkutan pedesaan dikembalikan pada trayek sebenarnya.

Akar persoalan semakin jelas saat para anggota DPRD memfasilitasi para sopir angkot, dan pihak terkait duduk bersama, atau dengar pendapat (RDP).

Para sopir angkot menuntut agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru mencabut kewenangan yang mengizinkan angkutan pedesaan masuk ke dalam kota.

Meski suasana dengar pendapat sempat menghangat, para anggota DPRD akhirnya sepakat. Forum meminta agar pemerintah daerah, atau Dishub mencabut kebijakan, dan kembali dengan aturan semula.

“Ya. Hasil dengar pendapat kali ini forum sepakat. Kesimpulannya, angkutan pedesaan tidak diperkenankan masuk dalam kota, agar tidak meresahkan para sopir angkot,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kotabaru, Jerry Lumenta, dijumpai usai RDP.

Selain itu terungkap dalam forum bahwa kebijakan mengizinkan angkutan pedesaan masuk kota bertentangan dengan aturan pemerintah pusat.

“Nah, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, forum juga meminta agar Dishub segera mensosialisasikan hasil dengar pendapat kepada angkutan pedesaan agar dapat dipahami dengan baik,” tegasnya.

Sementara, Hefdi Huduri, perwakilan sopir angkot, merasa kebijakan Dishub ini merugikan para sopir angkot.

“Kebijakan itu harus dicabut. Kalau angkutan pedesaan diizinkan masuk ke dalam kota, otomatis penghasilan kami sangat jauh menurun. Semoga kesimpulan dengar pendapat ini dapat direalisasikan oleh Dishub, sehingga kami bisa beraktifitas seperti semula,” ujarnya.

Sementara, Syaifullah, mewakili Kadishub Kotabaru mengaku pihaknya siap menyerap aspirasi yang disampaikan para sopir angkot itu.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan kewenangan dari kepala Dinas Perhubungan Kotabaru.

“Intinya, tentu kebijakan Kadis itu mempunyai dasar, dan untuk menata angkutan menjadi lebih baik. Lebih jelasnya silakan dikonfirmasi ke kadis,” pungkasnya menutup.

Baca Juga: Komisi II DPRD Kotabaru Kawal Proyek Pasar di Kotabaru

Baca Juga: Ketua DPRD Kotabaru Kecam Ulah Ayah Keji Gauli Anaknya  

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Seabrek Even Meriahkan Harjad HST ke 60, Puluhan Sepeda Gunung Dibagikan
apahabar.com

Kalsel

Mengenang Kiprah Djok Mentaya di Dunia Pers Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Di Kalsel, Polisi Siap Pelototi Pengendara yang Merokok di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Farah Amalia Menggantikan Ayahnya di DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kurang Fasilitas, RSUD Tipe D Kintap Dioperasikan September
apahabar.com

Kalsel

Sambut Hari Jadi Kabupaten Banjar dan Hut RI, Disbudpar Gelar 6 Festival
apahabar.com

Kalsel

Terhalang Kayu, Tim SAR Evakuasi Korban Keempat Longsor di Pumpung
apahabar.com

Kalsel

Gagal Raih Adipura Kencana, Ini Komentar Pengamat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com