Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel

Sulaiman Umar Dorong Pemerintah Biayai LBM Eijkman Untuk Tes Virus Corona dan Pengembangan Vaksin

- Apahabar.com Minggu, 22 Maret 2020 - 15:29 WIB

Sulaiman Umar Dorong Pemerintah Biayai LBM Eijkman Untuk Tes Virus Corona dan Pengembangan Vaksin

Ilustrasi Corona. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Indonesia hari-hari ini telah memasuki darurat bencana wabah Corona atau Covid-19.

Masyarakat terdampak wabah (kasus) secara kuantitatif maupun spasial atau geografis terus berekskalasi dengan cepat.

Baik itu orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), suspect, dan positif terinfeksi virus mematikan asal Wuhan China tersebut.

Terkait permasalahan itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Dapil Kalsel II, dr. H. Sulaiman Umar angkat bicara.

Berdasarkan hasil Penelitian Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB, kata dia, memprediksi bahwa puncak kasus di Indonesia akan terjadi pada medio April 2020 dengan jumlah kasus akan mencapai 8000.

“Itu pun apabila penanganannya sama atau setidaknya mendekati apa yang dilakukan Korea Selatan. Sebagaimana diketahui, Korsel melakukan 10.000 test setiap harinya dan melakukan pembatasan sosial atau social distancing,” ucap dr. H. Sulaiman Umar, Minggu (22/3) siang.

Jika proses penanganan tidak bisa menyamai cara Korsel, sambung dia, maka wabah Corona di Indonesia bisa berlangsung lebih lama lagi.

Bahkan, jumlah kasus diprediksi akan melampaui angka 8000.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang memerintahkan Rapid test massal agar segera dilaksanakan menyusul imbauan pembatasan sosial (social distancing) dalam kaitan penanganan wabah corona ini,” tegasnya.

Dalam konteks ini, ia meminta pemerintah juga bisa memanfaatkan secara optimal lembaga teknis dan non-teknis yang ada terkait penanggulangan bencana tersebut.

Sejauh ini, tambah dia, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman merupakan salah satu lembaga riset (non-teknis) mitra kerja dari Komisi VII DPR RI.

Kaitannya dengan penanggulangan bencana wabah Covid-19, yang merupakan penyakit emerging dan re-emerging, ia menilai LBM Eijkman dapat berkontribusi setidaknya pada dua hal.

Pertama, deteksi atau test identifikasi keberadaan virus Covid-19 bagi masyarakat terinveksi/ ODP, menambah laboratorium-laboratorium test yang ada.

Kedua, melakukan pengembangan atau penemuan vaksin Covid-19 dengan prosedur yang dipercepat.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah segera menggelontorkan anggaran (dengan cara apapun sejauh memenuhi mekanisme perundang-undangan, misalnya diambilkan dari anggaran bencana BNPB yang telah siap pakai) kepada LBM Eijkman agar bisa berperan optimal dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 ini,” cetusnya.

Ia berdalih, Indonesia jangan hanya tergantung pada instrument pendeteksi atau test dan menunggu hasil pengembangan vaksin dari luar.

Terlebih sebagai lembaga penelitian, khususnya penelitian biologi molekuler, terang dia, LBM Einjkman memiliki pengalaman panjang meneliti dan menangani beberapa kasus infeksi virus.

Di antaranya seperti virus Flu Burung (HN51), virus West-Nile, virus Sika, bahkan identifikasi virus corona dari para pemburu dan pemakan satwa liar di Tomohon (Sulawesi Utara).

“Dengan demikian, saya yakin dan tentunya LBM Eijkman telah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mendeteksi  keberadaan virus COVID-19 sesuai pendekatan biologi molekuler,” terangnya.

Pengaplikasian dilakukan dengan beberapa metode seperti kombinasi Teknik PCR (polymerase chain reaction) dan sequencing dengan menggunakan gen RNA-dependent RNA Polymerase (RdRP) virus sebagai penanda identifikasi.

“Demikian pula fasilitas yang dimiliki, LBM Eijkman mempunyai fasilitas laboratorium tersertifikasi untuk menangani patogen risiko tinggi (laboratorium Biosafety Level (BSL)-2 dan -3),” jelas Anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Kemampuan ini juga didukung fasilitas alat Next-Generation Sequencing dan analisis bioinformatika yang telah diakui secara internasional.

“Selain itu, LBM Eijkman dapat menginisiasi pengembangan vaksin sekalipun belum terdapat isolate virus SARS-Cov-2 melalui pendekatan insilico, apalagi bila sudah terdapat isolate virus,” tandas legislator muda ini.

apahabar.com

Sulaiman Umar. Foto-Istimewa

Reporter: Muhammad Robby

Editor: Syarif

CATATAN REDAKSI: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi selanjutnya silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gaji ke-13 Cair Agustus, Simak Daftar PNS Penerimanya
apahabar.com

Nasional

Guru Besar UGM: Mudik Picu Akhir Pandemi Covid-19 Mundur
Covid-19 di Surabaya

Nasional

Kasus Covid-19 di Surabaya Meningkat, Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Hampir Penuh
apahabar.com

Nasional

Cegah Indikasi Penimbunan Masker dan Antiseptik, Polres Banjarbaru Intens Lakukan Pengawasan
apahabar.com

Nasional

Dijamu Raja Salman, Presiden Jokowi Disuguhi Nasi Mandhi
apahabar.com

Nasional

Berkas Dilimpahkan ke JPU Kejari Jakpus, Jaksa Pinangki Segera Jalani Persidangan
apahabar.com

Nasional

TNI Mengerahkan 3 Helikopter Lakukan Pencarian Helikopter Hilang
apahabar.com

Nasional

Bayi Tabung Kebal dari Penyakit, Mitos atau Fakta?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com