Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Sungai Barito Meluap, 63 Sekolah di Barut Terendam Banjir

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 17:17 WIB

Sungai Barito Meluap, 63 Sekolah di Barut Terendam Banjir

Kondisi salah satu dari 63 sekolah yang terendam banjir di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Foto-apahabar.com/Nasution

apahabar.com, MUARA TEWEH – Sedikitnya 63 sekolah terendam banjir di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah.

Menyusul luapan air sungai Barito, akibat hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu.

Baca Juga: VIDEO: Detik-Detik Evakuasi Korban Kecelakaan Speedboat TNI di Kalteng

Meski sudah mulai menunjukkan tanda-tanda surut, namun banjir masih saja terjadi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Barut, Syahmiludin kepada apahabar.com, Selasa (10/3), mengatakan proses belajar mengajar terpaka dihentikan lagi karena sekolah terendam air.

“Ada sekitar 63 sekolah dari TK hingga SMP yang terendam air akibat luapan Sungai Barito dan luapan anak sungai yang berada di wilayah rawan banjir dari anak sungai, ” ucap Syahmiludin.

Adapun sekolah yang terendam air antara lain, 8 sekolah di Kecamatan Lahei Barat, 10 sekolah di Kecamatan Lahei, 4 sekolah di Kecamatan Teweh Baru dan 7 sekolah di Kecamatan Teweh Selatan.

Kemudian ada 2 sekolah dari Kecamatan Teweh Timur, 5 sekolah dari Kecamatan Gunung Timang, 25 sekolah di Kecamatan Montallat serta 2 sekolah di Kecamatan Teweh Tengah.

Untuk sekolah yang terkena banjir, pihak Disdik pihaknya memberikan keringanan agar meliburkan anak didiknya. Pasalnya dikhawatirkan terjadi hal yang tidak di inginkan.

Meski begitu pihaknya juga mengimbau anak-anak didik terutama yang kelas VI, untuk lebih giat belajar di rumah karena ujian sudah di depan mata.

Banjir yang mengepung Barut seperti saat ini jadi pelajaran bagi Disdik agar mencari solusi sebagai antisipasi nanti saat ujian nasional digelar.

Seperti mencari gedung alternatif yang jauh dari perumahan warga dan banjir.
Dengan harapan agar pelaksanaan ujian nasional nanti tidak terganggu oleh luapan air sungai.

“Pihak Disdik juga masih terus melakukan pendataan terhadap sekolah lainnya yang terkena dampak bukit,” tandas Syahmiludin.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Speedboat Paspampres di Kalteng, Dandim Kapuas Tewas

Reporter: AHC17
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dongkrak Sektor Pariwisata, Pemprov Kalteng Terima DAK Rp3,4 M
apahabar.com

Kalteng

Asosiasi Pengusaha Walet di Kapuas Tak Kunjung Terbentuk, Diduga Ini Penyebabnya
dishub kapuas

Kalteng

Dishub Kapuas Segera Operasikan Angkot Rute Kapuas-Pulau Kupang
apahabar.com

Kalteng

Dear Pemkab Kapuas, Objek Wisata Rumah Betang Sungai Pasah Butuh Perhatian
apahabar.com

Kalteng

Satpolairud Polres Kapuas Datangi ABK Kapal, Ada Apa?
apahabar.com

Kalteng

Polresta Palangka Raya Terus Upayakan Tekan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Pria Cilacap Tiba di Pangkalan Bun, 3 Tahun Keliling Indonesia Jalan Kaki Sebarkan Semangat Pancasila dan NKRI
apahabar.com

Kalteng

Petugas Puskesmas di Kapuas Ikuti Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com