Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Politik

Rabu, 25 Maret 2020 - 16:06 WIB

Survei Charta, dan Alasan Aditya Ariffin Ungguli Elektabilitas Nadjmi Adhani

Aam - Apahabar.com

Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah. Foto-Net

Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah. Foto-Net

apahabar.com, BANJARBARU – Pilkada Banjarbaru 2020 makin dekat. Pengujian elektabilitas sejumlah bakal calon dimulai.

Jika Pilkada dilangsungkan awal bulan tadi, meminjam hasil survei Charta Politika Indonesia, pasangan Aditya Mufty Ariffin-AR Iwansyah bisa unggul atas petahana Nadjmi Adhani–Darmawan Jaya Setiawan.

Sebab dalam survei lima hari itu elektabilitas Aditya-Iwan mencapai 45,5 persen. Sementara Nadjmi-Jaya hanya 41,8 persen

Selain dua pasangan itu ada pasangan lain. Yakni, Edy Saifuddin–Astina Zuraida. Tapi mereka hanya kebagian 1,0 persen.

Sementara di luar itu masih ada 11.8 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan alias undecided voters.

“Pada prinsipnya, hasil survei merupakan potret atas kondisi pada saat periode survei dilakukan. Dengan kata lain, hasil survei ini menggambarkan kondisi pada saat 10-15 Maret 2020,” ujar Manager Riset, Ardha Ranadireksa kepada apahabar.com, Rabu (25/3) siang.

Namun meski survei elektabikitas mengunggulkan Aditya-Iwan namun persaingan masih sangat ketat. Ardha belum dapat memastikan pasangan mana yang lebih kuat atau mendominasi nantinya.

“Berdasarkan hasil survei, secara statistik belum dapat dikatakan siapa yang lebih kuat. Dengan margin of error 4,9 persen sebenarnya pertarungan saat ini bisa dikatakan sangat ketat, dan terpusat di dua tokoh, Aditia Mufti Arifin dan Nadjmi Adhani,” jelasnya.

Baca juga :  Satu Lagi Duet Independen di Pilwali Banjarmasin, Kepala Disdukcapil Gandeng Habib Muhammad

Menurutnya dengan keberimbangan kondisi demikian peran masing-masing calon wakil wali kota menjadi faktor penentu.

“Dalam artian, bagaimana para wakil ini harus mampu menjadi daya ungkit pasangannya, jangan sampai justru menjadi beban,” terangnya.

Lalu, lanjut Ardha, sampai dengan periode survei kemarin, AR Iwansyah memang terlihat lebih menyumbang suara ketimbang Darmawan Jaya Setiawan.

“Sekali lagi, pertarungan yang masih enam bulan lagi masih memungkinkan terjadinya perubahan pilihan di masyarakat,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada rilis survei pun dapat dilihat bahwa tingkat kemantapan pilihan masyarakat terhadap kandidat-kandidat masih sekitar 52 persen.

“Artinya, pilihan masyarakat ini masih sangat dinamis. Masih ada waktu kurang lebih 6 bulan bagi setiap kandidat untuk melakukan hal-hal yang dapat mengubah pilihan masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan untuk rilis survei Charta Politika berikutnya, dikatakannya masih melihat perkembangan lebih lanjut.

Aditya Mufti Ariffin dihubungi apahabar.com bersyukur atas hasil survei Charta Politika itu. Namun dirinya enggan berpuas diri.

“Alhamdulillah, tapi apa yang dirilis oleh Charta Politika tak serta merta membuat Kami puas,” terangnya kepada media ini.

Baca juga :  Laporkan Kecurangan Pemilu Pakai Aplikasi MataMassa

Namun dia memandang hasil survei tadi bisa menjadi modal kuat dan harus dipertahankan.

“Ini harus dipertahankan dan mesti lebih ditingkatkan lagi kinerja tim dan relawan,” ungkapnya.

Dengan bergabungnya partai partai besar dalam perahu politiknya, putra eks Gubernur Kalsel Rudy Ariffin ini berharap dapat makin meningkatkan elektabilitasnya.

“Mudah mudahan dengan bergabungnya sahabat-sahabat PDIP dan Golkar semakin meningkatkan elektabilitas kami,” tutupnya.

Coba dikonfirmasi terkait hasil survei, baik Nadjmi atau Jaya belum merespons permintaan wawancara media ini.

Hanya saja melalui ajudannya, Darmawan Jaya baru akan melayani permintaan wawancara apahabar.com, esok hari.

Untuk diketahui, Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat Banjarbaru menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Pengumpulan data dilakukan pada 10–15 Maret 2020 melalui wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner terstruktur. Dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden, yang tersebar di 5 kecamatan.

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (4.9%) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Selisih 20 Persen Kemenangan Jokowi-Ma’ruf, Mardani: Ikut yang Menang
apahabar.com

Politik

Maju Pilgub Kalsel, Denny Sowan ke Mahfud MD
apahabar.com

Politik

Bakal Jadi Wabup, Eks Direktur Walhi Canggung Saat Sesi Foto
apahabar.com

Politik

Jokowi Ke Yogya, Prabowo ke Kwitang
apahabar.com

Politik

Dugaan Pelanggaran Wabup Banjar, Bawaslu: Tidak Ditemukan Dugaan Pelanggaran
apahabar.com

Politik

Ditawari Kader Prabowo, Denny Indrayana Masih Pilih-Pilih
apahabar.com

Politik

Pertama Ambil Blangko PDIP, Hermansyah Siap Maju Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Datangi Kantor PDIP Tanbu, Bang Dhin Ambil Formulir Calon Kepala Daerah