MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  

- Apahabar.com Minggu, 29 Maret 2020 - 17:05 WIB

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit   

Ilustrasi. Foto-Tim Infografis Fuad Hasim

apahabar.com, JAKARTA – Pemberian relaksasi pinjaman dan pembiayaan untuk menanggulangi dampak Corona atau Covid-19 tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional.

Stimulus itu diberikan kepada beberapa debitur, dari pelaku usaha termasuk UMKM yang memiliki utang untuk usaha di bank hingga pelaku ojek dan taksi online serta nelayan yang memiliki cicilan kendaraan.

Mereka diberikan relaksasi lantaran dinilai terdampak baik langsung maupun tidak langsung atas penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Tapi untuk mendapatkan relaksasi ini tentu ada tata caranya. Melansir rilis resmi OJK, tata cara pengajuan keringanan kredit bank dan pinjaman leasing yang terdampak COVID-19.

Pertama, debitur tidak perlu datang ke bank atau leasing. Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank/leasing melalui website dan atau call center resmi.

Kedua, ada debitur yang mendapatkan prioritas keringan yang telah memenuhi persyaratan minimal, seperti:

– Debitur yang terkena dampak COVID-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp10 miliar untuk antara lain pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR).

– Keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing.

– Mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing.

– Jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing. Ketiga, bagi debitur yang tidak termasuk di persyaratan kedua tersebut di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing, sehingga Debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan dan tetap tidak perlu hadir/tatap muka.

Keempat, debitur agar selalu mengikuti informasi resmi dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan. Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081 157 157 157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi.

Kelima, keringanan kredit/leasing ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para pihak baik debitur dan bank/leasing. (dtk)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hingga Satu Pekan Lagi, Tol Pekanbaru-Dumai Digratiskan
apahabar.com

Ekbis

Gubernur Minta PT KMJ Prioritaskan TK Lokal
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Seiring Pasar Masih Nantikan Hasil Pilpres AS
apahabar.com

Ekbis

Safe Travel Campaign Bikin Jumlah Penumpang AP II Melesat
Saham Prancis

Ekbis

Saham Prancis Rebound, Atos Cetak Keuntungan Tertinggi

Ekbis

Hingga September 2020, Realisasi Penerimaan Pajak Terkontraksi 14,1 Persen
apahabar.com

Ekbis

Kadin: Pasokan Bahan Baku dari Wuhan Berpeluang Segara Pulih
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com