Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Tangani Pasien Corona, IDI: Tenaga Medis Kekurangan APD

- Apahabar.com Selasa, 17 Maret 2020 - 16:34 WIB

Tangani Pasien Corona, IDI: Tenaga Medis Kekurangan APD

Ilustrasi petugas medis dengan pakaian pelindung menyiapkan ruang isolasi di sebuah rumah sakit. Foto-AFP/Chaideer Mahyudddin

apahabar.com, JAKARTA – Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan, para tenaga medis, baik dokter maupun perawat, di fasilitas kesehatan yang menangani virus corona atau Covid-19 mengeluhkan kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk mereka. Akibatnya, banyak petugas kesehatan yang menjadi korban.

“APD menjadi isu strategis dan kami sangat concern membahas itu. Tenaga kesehatan di lapangan sudah teriak-teriak kurang (APD),” ujar Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih di kantor IDI, Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, Selasa (17/03) sore.

Meski belum mendapatkan laporan jumlah kekurangan APD, pihaknya telah menghimpun APD yang kurang dalam satu set, yaitu masker wajah hingga baju pelindung khusus. Ia menambahkan, kabarnya tenaga kesehatan menyiasati kurangnya APD dengan menggunakan plastik seadanya, termasuk jas hujan plastik yang dimodifikasi hingga mereka hanya memakai masker biasa.

“Padahal, petugas kesehatan harusnya pakai masker N95,” katanya.

Akibat kekurangan APD, Faqih menyebutkan, tenaga kesehatan sudah ada yang menjadi korban positif terinfeksi virus ini. Bahkan, ia menyebutkan, sudah banyak tenaga kesehatan yang dirawat.

Padahal, dia menambahkan, petugas kesehatan adalah garda terdepan dan dituntut untuk siaga menangani virus ini. Di satu sisi, faktanya jumlah tenaga kesehatan kurang.

Faqih meminta tenaga kesehatan dilindungi dan diberikan APD memadai karena peran mereka strategis dalam penanganan Covid-19. Ia khawatir kalau mereka tidak dilindungi kemudian banyak petugas kesehatan tertular dan diobservasi selama 14 hari atau diisolasi, efek domino akan timbul. Efek domino itu berupa berkurangnya jumlah petugas kesehatan yang bisa membantu menangani virus.

“Tentu ini menjadi beban tersendiri, kerumitan tersendiri. Karena itu, kami mengusulkan APD perlu diperhatikan mengingat kasus semakin banyak,” katanya.

Ia menambahkan, permohonan penambahan APD akan disampaikan ke gugus tugas penanganan Covid-19 melalui surat yang dikirimkan Selasa (17/03). Pihaknya juga meminta ada prosedur supaya perlindungan tenaga kesehatan terjaga. Di satu sisi, Faqih mengaku IDI telah mengedukasi tenaga dokter di bawah organisasinya untuk menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, dan melepas APD dengan benar. (Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WNI di Korsel Hanya Menunggu Seminggu untuk Berhaji
apahabar.com

Nasional

Ini 5 Jenis Surat Suara Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Waketum Gerindra: kepada Jokowi-Ma’ruf Selamat Terpilih Kembali
apahabar.com

Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun
apahabar.com

Nasional

Segera Diumumkan, Siapa Pemenang Desain Ibu Kota Baru?
apahabar.com

Nasional

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Laporan Keuangan 2019, OJK Gaet Opini WTP dari BPK
apahabar.com

Nasional

Sidang MK, Yusril: Saya Berharap Putusan Mengakhiri Konflik dan Pertikaian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com