Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Tangkal Kenaikan Bawang, Disperindag Kalsel Akui Ada Kepanikan

and - Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 14:53 WIB
and - Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 14:53 WIB

Tangkal Kenaikan Bawang, Disperindag Kalsel Akui Ada Kepanikan

Sejak tiga hari terakhir, harga bawang putih di Banjarmasin melejit dari biasanya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski naik, stok dan harga bawang putih di Kalimantan Selatan disebut masih aman terkendali.

Dari pantauan apahabar.com di lapangan, harga komoditas satu ini sempat terpengaruh oleh penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kepada apahabar.com, sejumlah pedagang di Pasar Antasari dan Pasar Lama mengeluhkan kondisi demikian mengingat bawang jenis ini diimpor langsung dari China, negara pusat penyebaran virus berbahaya itu.

Dari pantauan media ini, harga bawang putih dan bombai masing-masing Rp45 ribu per kilogram. Padahal, harga normalnya rerata hanya Rp20-25 ribu/Kg.

Sementara, dari pantauan Dinas Perdagangan (Disperindag) Kalsel, harga bawang putih di sejumlah pasar di Banjarmasin mulai menurun.

Jika tiga pekan lalu bawang putih sempat menyentuh harga Rp55 ribu/kg, kini sudah turun menjadi Rp35 ribu-40 ribu/kg.

“Pantauan sampai hari ini sudah mulai turun sesuai dengan kualitas bawang itu sendiri. Di pedagang eceran juga mulai turun sekitar Rp 45 ribu/kg,” ujar Kepala Disperdag Kalsel, Birhasani dihubungi apahabar.com, Kamis (5/3).

Dia tak menampik soal adanya kepanikan terkait kelangkaan bawang putih karena ada lonjakan harga yang cukup signifikan. Namun saat ini disebutnya stok dan harga bawang putih sudah mulai normal kembali.

“Stok bawang di Banjarmasin sudah stabil karena stok dari Jawa Timur juga aman,” tegasnya.

Birhasani juga meminta masyarakat agar tidak perlu panik berlebihan. Harga dan stok bawang saat ini disebutnya sudah normal.

Pemerintah juga terus memantau harga dan kebijakan impor bawang juga masih tetap jalan.

“Kebijakan (impor) pemerintah tetap jalan dan kita terus pantau harga bawang putih di pasar,” tandasnya.

Untuk lebih menstabilkan harga bawang putih, pihaknya meminta distributor segera melepas barangnya ke pasar. Jangan menimbun bawang putih.

Pasalnya Tim Satgas pangan Kalsel dan Bulog akan terus melakukan pengawasan dan mengecek ketersediaan bawang putih.

“Satgas pangan daerah sudah bertindak melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Sekedar update, dari hasil pantauan Disperindag terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan. Antara lain, gula mencapai Rp 13.500 sampai Rp 15.000, dan ikan haruan (Gabus) Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

Baca Juga: Efek Corona: Giliran Hand Sanitizer Diborong di Banjarbaru, IDI Angkat Bicara

Baca Juga: Efek Corona, Harga Bawang di Banjarmasin Masih Melejit

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Semangat Nasionalisme, Pertamina Dedikasikan Rp 839 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Data Ekonomi Global Membaik, Harga Minyak Dunia Naik
apahabar.com

Ekbis

Awal Tahun, Tingkat Hunian Hotel Bintang 5 di Kaltim Turun
apahabar.com

Ekbis

Tri Indonesia Ajak Pelanggan Bantu Tim Medis Lawan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Berpotensi Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital
apahabar.com

Ekbis

Hingga 2024, Segini Investasi yang Dibutuhkan PLN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com