Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000

Tenang, Anggota DPRD Kalsel Bakal Tetap ‘Begawi’

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 21:14 WIB

Tenang, Anggota DPRD Kalsel Bakal Tetap ‘Begawi’

Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin. apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Status tanggap darurat Covid-19 di Kalsel direspons cepat anggota DPRD setempat.

Meski kewaspadaan Covid-19 dinaikkan Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin memastikan para wakil rakyat bakal tetap bekerja.

Para anggota DPRD akan tetap mengelar rapat. Namun melalui sambungan video untuk memutus potensi rantai penularan virus.

“Rapat akan tetap Kita laksanakan dengan sambungan video. Jadi pihak SKPD rapat dengan dewan lewat kantor masing-masing,” kata Politikus PDIP Kalsel kepada apahabar.com Sabtu (21/3).

Bang Dhin sapaan akrabnya, bilang pihak sekretariat DPRD Kalsel tengah mempersiapkan segala sesuatunya.

Dia menyebut aplikasi yang digunakan untuk rapat nanti adalah Zoom Aplikasi.

Aplikasi itu semacam perangkat yang bisa digunakan untuk melakukan teleconference di mana saja dan kapan saja. Penggunanya pun bisa sampai beberapa orang.

Sekalipun belum ada pasien positif Covid-19, Pemprov Kalsel telah meningkatkan status kewaspadaan. Dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Corona.

“Meskipun hasil dari enam pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim ke pusat masih belum diterima. Tetapi, berdasarkan pertimbangan aspek-aspek psikologi masyarakat, maka Kalsel melakukan langkah preventif,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel Abdul Haris Makkie dalam konferensi pers, Sabtu (21/3) sore.

Pergerakan masyarakat dari luar daerah menuju Kalimantan Selatan terus bertambah. Hal itu yang kemudian memicu penambahan daftar orang dalam pengawasan (OPD) Covid-19 di Banua — sebutan Kalsel.

Per 21 Maret, Gugus Tugas Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kalsel menetapkan 285 sebagai OPD.

Jumlah itu meningkat signifikan. Dibanding Jumat kemarin yang hanya 123 ODP saja. Penambahan terbesar disumbang oleh Barito Kuala dengan 57 OPD.

Praktis dari 9 daerah kini bertambah menjadi 11 kabupaten/kota masuk dalam pengawasan Virus SARS -Cov-2 itu.

“Penambahan itu karena ada orang yang datang dari wilayah yang ada warganya positif terjangkit Corona, otomatis menjadi orang dalam pemantauan dalam 14 hari,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Kalsel, Wahyuddin saat dihubungi apahabar.com, Sabtu (21/3) siang.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Dewan: Seharusnya Perusahaan Tambang Kalsel Bantu Ventilator
apahabar.com

DPRD Kalsel

Raperda Perkebunan Berkelanjutan Masuk Tahapan Kementan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Tips Jitu Sekretariat DPRD Kalsel Tingkatkan Kinerja
CPNS

DPRD Kalsel

Alumni PGMI Kalsel Protes Tak Bisa Seleksi CPNS
apahabar.com

DPRD Kalsel

Paman Yani Support Pengembangan Tempat Wisata di Kotabaru
Pemkot Banjarmasin Diminta Segera Rampungkan RSUD Sultan Suriansyah

DPRD Kalsel

Pemkot Banjarmasin Diminta Segera Rampungkan RSUD Sultan Suriansyah

DPRD Kalsel

Anggota DPRD Kalsel Athaillah Hasbi Tampung Beragam Aspirasi Masyarakat, di Antaranya Terkait Lemahnya Internet
apahabar.com

DPRD Kalsel

Anggota DPRD Kalsel Karlie Hanafi Gali Aspirasi Petani Jeruk Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com